Selamat menikmati berbagai artikel dan makalah dari teman-teman Mahasiswa ISBD, ditunggu komentar, kritik dan saran anda pada posting tulisan tersebut, dalam kolom komentar. Atau anda bisa mendapat kiriman artikel via email dengan memasukan alamat email anda pada kolom diatas. Terima Kasih

Sabtu, 01 Maret 2014

TRADISI SEDEKAH BUMI ( DESA TAWANGSARI, KEL: SEMOWO, PABELAN. SEMARANG)


Oleh : Dakiyat/172010001/MD 302 B

Indonesia memiliki begitu banyak kebudayaan, tradisi dan suku berbeda – beda satu dengan yang lainnya. Setiap daerah memiliki nilai budaya yang beragam dan unik. Dari berbagai ragam budaya dan tradisi yang ada, salah satunya terdapat di Jawa Tengah, seperti tradisi yang disebut sedekah bumi. Yang sampai saat ini masih tetap dilaksanakan serta telah melekat dan menjadi rutinitas pada setiap tahunnya. Acara ini merupakan salah satu bentuk upacara adat tradisional masyarakat di Jawa yang telah turun temurun dari nenek moyang terdahulu.
Pada upacara adat sedekah bumi, seluruh masyarakat melakukan gotong royong membersihkan perkampungan yang dipimpin oleh kepala dusun (mukden). Upacara adat ini merupakan salah satu bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas rahmat yang diberikan melalui panen yang melimpah.

Pengertian

Tradisi merupakan gambaran sikap dan perilaku manusia yang telah berproses dalam waktu lama dan dilaksanakan secara turun-temurun dari nenek moyang. Tradisi dipengaruhi oleh kecenderungan untuk berbuat sesuatu dan mengulang sesuatu sehingga menjadi kebiasaan.
Sedekah bumi merupakan simbol dari rasa syukur dari hasil bumi yang melimpah, dan biasanya di lakukan atas pelaksanaannya tiap tahun atau merupakan tradisi tahunan


Pelaksanaan Tradisi Sedekah Bumi

Sebagai salah satu contoh adalah sedekah bumi yang di lakukan oleh masyarakat Tawangsari Kecamatan Pabelan, kabupaten Semarang. Menurut Bapak Suhardi ( 60 Th ) Warga Desa Tawangsari menyatakan, ada dua tahapan. kegiatan sedekah bumi yang dilaksanakan di desanya merupakan kegiatan turun temenurun yang dilaksanakan tiap tahun. Pelaksanaannya kata beliau, diselenggarakan setiap bulan Agustus atau setelah selesai panen raya ( padi, kacang, dan jagung ) dan membersihkan sendang/ tempat mandi warga,  sebelum dibersihkan sendang tersebut di beri ikan lele dengan jumlah beberapa kilogram dan lele tersebut di perebutkan para warga.

Dalam kegiatan sedekah bumi ini, penyelenggaran juga menggelar pagelaran wayang kulit semalam suntuk dan tahlilan di rumah kepala dusun sebagai puncak acara. Sebelum acara tahlilan, warga membawa makanan tradisional ( lemper, kue apem, jenang dsb) dan hasil buminya untuk dikumpulkan di rumah kepala dusun. Pelaksanaaanya dilakukan sekitar pukul 15.30 atau baqda asyar.
Setelah hasil bumi dikupulkan, kemudian diserahkan ke kepala dusun. Selanjutnya, hasil bumi yang telah terkumpul  itu kembali diberikan kepada warga. Biasanya, puluhan warga yang datang ikut berebut untuk mendapatkan hasil bumi tersebut.

Hasil bumi yang telah diberi doa dalam acara tersebut, dipercaya oleh masyarakat setempat sebagai berkah yang bisa membawa kesuksesan maupun rezeki. Warga percaya, jika mendapatkan hasil bumi yang telah diberi doa, akan membawa rezeki melimpah bagi mereka.
Bapak Suhardi juga menyatakan bahwa dalam melaksanakan sedekah bumi juga mengalami kendala – kendala yang salah satunya adalah iuran yang harus dibayarkan. warga selalu mengelak dan tidak mau membayar iuran karena mahalnya iuran yang harus dibayarkan. padahal iuran yang harus dibayarkan sebesar 50.000,- setiap kepala keluarga.

Nilai Yang Terkandung Dalam Upacara Sedekah Bumi

Dari acara / ritual sedekah bumi tersebut ada beberapa manfaat atau nilai-nilai yang terkandung, yaitu :
1.           Memberikan hiburan bagi masyarakat.
2.           Kerukunan antar warga tetap terjalin melalui gotong royong dalam pelaksanaan upacara.
3.           Rasa syukur atas rahmad yang diberikan oleh Tuhan melalui panen yang melimpah.
Masyarakat Tawangsari mempercayai bahwa, apabila acara sedekah bumi tidak dilaksanakan ada rasa takut/khawatir di tahun yang akan datang tidak akan mendapatkan panen yang melimpah tetapi malah mendapatkan bencana kekeringan atau tanaman dirusak hama tikus dan lain – lain.

Tujuan Sedekah Bumi

Tujuan diadakannya sedekah bumi adalah terutama sebagai wujud syukur atas nikmat yang telah diberikan oleh Tuhan dan tetap memohon kepada-Nya agar tetap diberikan nikmat yang lebih baik di tahun yang akan datang. Selain itu juga dimaksutkan untuk menghindari dari kemungkinan terjadi dampak buruk yang akan dihadapi oleh masyarakat Tawangsari terutama dalam hal pertanian.

Kesimpulan

Berdasarkan pada permasalahan sebelumnya, penulis membuat beberapa kesimpulan mengenai ” Bagaimanakah acara upacara sedekah bumi itu dilaksanakan di Desa Tawangsari Kec. Pabelan ? “ adapun kesimpulannya antara lain :
  1. acara sedekah bumi tidak dapat ditinggalkan oleh warga Tawangsari, sebab tradisi tersebut sudah ada sejak jaman dulu.
  2. setiap daerah memiliki budaya yang berbeda dan memiliki nbilai ritual yang tinggi.
  3. Bentuk syukur setiap daerah berbeda-beda tergantung pada ritual yang telah dilaksanakan sebelunya.



DAFTAR PUSTAKA



Suhardi (panitia Pelaksana) tawangsari Pabelan 2012
http://mulfiblog.wordpress.com/2009/10/20/pengertian-tradisi/

Tidak ada komentar:

Masukan alamat email anda