Selamat menikmati berbagai artikel dan makalah dari teman-teman Mahasiswa ISBD, ditunggu komentar, kritik dan saran anda pada posting tulisan tersebut, dalam kolom komentar. Atau anda bisa mendapat kiriman artikel via email dengan memasukan alamat email anda pada kolom diatas. Terima Kasih

Selasa, 11 Maret 2014

PLURALISME AGAMA DI INDONESIA




Oleh :
Wasis Pancoro 672012210
672012210@student.uksw.edu





BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Indonesia adalah salah satu bangsa dengan berbagai  keanekaragaman, baik dari segi budaya, ras, suku maupun Agama, sehingga menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang kaya dengan pluralitas.
Manusia sebagai makhluk Tuhan tidak bisa dipisahkan dari keberagaman dan pluralitas. Keberagaman itu sendiri juga tidak bisa dipisahkan dari kemanusiaan dan ini sudah menjadi ketentuan Tuhan. Keberagaman dan pluralitas inilah yang menjadi keindahan bagi kemanusiaan itu sendiri. Namun kekerasan bernuansa agama di negara ini telah mengoyak kemanusiaan dengan keberagamannya itu. Pro-kontra pluralisme agama di Indonesia senantiasa menjadi latar belakang munculnya konflik-konflik sosial dan yang lainnya. Konflik ini sendiri terjadi tidak antar agama, tetapi terjadi di satu agama itu sendiri dimana terjadi perpecahan di agama itu sendiri.
keberadaan generasi muda di sini dan saat ini amat sangat dibutuhkan dalam menjaga toleransi antar beragama serta menjaga kekompakan dalam satu aliran atau agama agar terpecahnya aliran tak lagi menjadi boomerang dalam suatu kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

BRumusan Masalah
1.        Apa pengertian pluralitas?
2.        Apa pengertian pluralitas agama?
3.        Bagaimana pluralitas agama di Indonesia?
4.        Bagaimana pro-kontra pluralisme agama di Indonesia?

C. Tujuan
1.        Mengetahui pengertian pluralitas.
2.        Mengetahui pengertian pluralitas agama.
3.        Mengetahui pluralitas agama di Indonesia.
4.        Mengetahui pro-kontra pluralisme agama di Indonesia.






BAB II
PEMBAHASAN


A.      Pengertian Pluralisme

Menurut asal katanya Pluralisme berasal dari bahasa inggris, pluralism. Apabila merujuk dari wikipedia bahasa inggris, maka definisi pluralism adalah : "In the social sciences, pluralism is a framework of interaction in which groups show sufficient respect and tolerance of each other, that they fruitfully coexist and interact without conflict or assimilation." Atau dalam bahasa Indonesia : "Suatu kerangka interaksi yang mana setiap kelompok menampilkan rasa hormat dan toleran satu sama lain, berinteraksi tanpa konflik atau asimilasi (pembauran / pembiasan)". Wikipedia

Sedangkan dalam kamus ilmiah popular, pluralitas atau pluralisme adalah kejamakan, orang banyak. Atau bisa juga diartikan sebagai keberagaman.  Jadi, pluralitas adalah keberadaan dari sejumlah orang atau kelompok dalam satu masyarakat yang berasal dari latar belakang yang berbeda.

B.      Pengertian Pluralisme Agama
Pluralisme agama adalah sebuah pandangan yang mendorong bahwa berbagai macam agama yang ada dalam satu masyarakat harus saling mendukung untuk bisa hidup secara damai. Dan pluralisme agama dapat diartikan sebagai  kondisi hidup bersama (koeksistensi) antar agama (dalam arti yang luas) yang berbeda-beda dalam satu komunitas dengan tetap mempertahakan ciri-ciri spesifik atau ajaran masing-masing agama.
Pluralisme agama adalah sebuah konsep yang mempunyai makna yang luas, berkaitan dengan penerimaan terhadap agama-agama yang berbeda, dan dipergunakan dalam cara yang berlain-lainan pula:
-       Sebagai pandangan dunia yang menyatakan bahwa agama seseorang bukanlah sumber satu-satunya yang eksklusif  bagi kebenaran, dan dengan demikian di dalam agama-agama lain pun dapat ditemukan, setidak-tidaknya, suatu kebenaran dan nilai-nilai yang benar.
-       Sebagai penerimaan atas konsep bahwa dua atau lebih agama yang sama-sama memiliki klaim-klaim kebenaran yang eksklusif sama-sama sahih. Pendapat ini seringkali menekankan aspek-aspek bersama yang terdapat dalam agama-agama.
-       Kadang-kadang juga digunakan sebagai sinonim untuk ekumenisme, yakni upaya untuk mempromosikan suatu tingkat kesatuan, kerja sama, dan pemahaman yang lebih baik antar agama-agama atau berbagai denominasi dalam satu agama.
-       Dan sebagai sinonim untuk toleransi agama, yang merupakan prasyarat untuk ko-eksistensi harmonis antara berbagai pemeluk agama ataupun denominasi yang berbeda-beda


C.      Pluralitas Agama di Indonesia

Seperti yang diketahui bahwa indonesia terdiri dari berbagai suku, ras, agama dan kebudayaan. Seperti motto negara negara kita Bhinneka Tunggal Ika yang artinya Berbeda-beda tetapi tetap satu. Karena itulah di Indonesia terdapat bermacam macam agama seperti Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan konghucu. Islam sendiri menjadi agama yang paling banyak dianut oleh masyarakat Indonesia. Selain keenam agama yang diakui pemerintah tadi masih banyak agama lain yang tidak diakui oleh pemerintah. Setiap warga negara Indonesia diwajibkan untuk memeluk salah satu dari keenam agama yang diakui oleh pemerintah. Hal ini bertolak belakang dengan sila pertama pancasila “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Setiap warga negara memiliki kebebasan dalam memilih agama yang ingin mereka peluk dan semua diatur dalam Undang-undang. Karena itu seorang warga negara Indonesia tidak boleh dipaksa dalam memilih suatu agama.
Dengan adanya hal tersebut menimbulkan Pro dan Kontra terhadap pluralisme di Indonesia khusunya di bidang Agama. Terlebih lagi ketika MUI pada bulan Juli 2005 yang lalu mengharamkan pluralisme agama, maka persoalan ini telah mencuat ke permukaan dan telah menghiasi halaman-halaman media masa cetak maupun elektronik. Bila dicermati, maka perbedaan ini nampaknya berkaitan dengan kesalahpahaman pemaknaan pluralisme agama-budaya.

D.      Pro dan Kontra Pluralisme Agama Di Indonesia
1.       Pro Pluralisme
Dengan Adanya Pluralisme khususnya Pluralisme Agama maka menimbulkan Pro dan Kontra. Bagi yang pro pruralitas agama, keberagaman agama ini dianggap sebagai hal yang positif. Ini disebabkan karena keberagaman di Indonesia ini bisa menjadikan Indonesia sebagai contoh yang baik bagaimana kehidupan kerukunan antar agama. Dan keberagaman agama di Indonesia memang berasal dari masa lalu yang tidak bisa dirubah. Sehingga keberagaman ini memang harus dipertahankan dan setiap umat agama harus bisa menghormati umat agama lain.
Selain itu bagi kelompok pro pluralitas ini mereka juga mengutamakan kesatuan dari NKRI. Sesuai dengan sejarah perumusan sila pancasila pertama bahwa pada saat itu para pendiri bangsa juga sempat berdebat apakah Indonesia akan dijadikan negara Islam atau negara dengan keberagaman agama. Tapi pada akhirnya Indonesia dijadikan negara dengan keberagaman budaya dan agama. Dan kelompok pro pluralitas beranggapan bahwa warisan sejarah dari para pendiri bangsa ini harus dipertahankan. Karena itu setiap kebijakan dalam pemerintahan haruslah menguntungkan semua umat beragama dan jangan hanya menguntungkan satu umat saja.

2.       Kontra Pluralisme
Dan untuk Kontra terhadap Pluralisme, pluralitas dianggap bisa mengancam kemurnian ajaran suatu agama. Ini disebabkan karena pada dasarnya setiap agama memiliki ajaran masing masing yang berbeda dari agama lain. Dan ketakutan para kelompok kontra pluralitas ini adalah bahwa nantinya ajaran setiap agama akan saling bercampur baur dengan ajaran agama lain. Selain itu jika dilihat dari praktek dilapangan, sangat jelas bahwa pengaplikasian toleransi masih belum dapat dilaksanakan dengan baik. Kerukunan antar umat beragama bisa dibilang masih jauh dari yang diharapkan.




BAB III
KESIMPULAN


Pluralisme memang sudah selayaknya ditanamkan pada diri setiap manusia. Hal ini mengingat bahwa kedua hal tersebut merupakan hal pokok yang mendasari sikap kerukunan dalam masyarakat. Terlebih jika ditambah kata "agama" dibelakangnya, yang sebagian orang tidak memahami hal tersebut. Sehingga yang ada hanyalah mengakui bahwa agama mereka yang paling benar dan cenderung merendahkan (bahkan kekerasan fisik) agama lain. Memang, meyakini bahwa agama kita yang paling benar itu tidaklah salah, karena itu merupakan kayakinan yang tidak dapat diganggu gugat. Akan tetapi, menganggap remeh agama orang lain, sampai-sampai merendahkan pemeluknya, adalah sesuatu yang fatal.



DAFTAR PUSTAKA





Tidak ada komentar:

Masukan alamat email anda