Selamat menikmati berbagai artikel dan makalah dari teman-teman Mahasiswa ISBD, ditunggu komentar, kritik dan saran anda pada posting tulisan tersebut, dalam kolom komentar. Atau anda bisa mendapat kiriman artikel via email dengan memasukan alamat email anda pada kolom diatas. Terima Kasih

Selasa, 18 Maret 2014

GLOBALISASI




OLEH        : TABITA MIA AFITRIYANI / 802012081 / MD302A
EMAIL            : 802012081@student.uksw.edu



Globalisasi mulai tumbuh ketika tahun 1000 dan 1500 masehi yaitu dimuali sejak manusia mengenal perdagangan. Globalisasi semakin berkembang saat akhir abad 19 dan awal abad 20, yaitu ketika mulai ditemukan teknologi komunikasi,  informasi dan transportasi.
Globalisasi ialah suatu proses yang mendunia atau mengglobal, dimana proses ini dirasakan dan dialami oleh semua elemen secara universal, sehingga seakan tak ada sekat yang membatasi suatu tempat dengan tempat yang lainnya.
Secara tidak langsung globalisasi juga berpengaruh terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. Secara alam, sosial, ekonomi, politik, keamanan, dan budaya manusia tidak dapat saling terpisah melainkan saling ketergantungan dan mempengaruhi.
Ada juga beberapa ciri-ciri dari berkembangnya globalisasi yaitu, yang pertama adalah perubahan ruang dan waktu, yaitu yang ditandai dengan adanya berbagai alat komunikasi sehigga komunikasi global terjadi semakin cepat. Yang kedua yaitu pasar dan produksi antar negara menjadi saling bergantung yang mengakibatkan pertumbuhan perdagangan internasional dan berdampak dalam perekonomian. Yang ketiga adalah interaksi kultural semakin meningkat dengan melalui media masa, contohnya televisi, film, musik, tranmisi berita dan olahraga internasinal. Maka dengan adanya hal ini kita bisa mengetahui, mengkonsumsi dan mengalami gagasan-gagasan yang berkembang di negara lain. Yang terakhir adalah timbulnya masalah bersama yang dialami oleh negara-negara diseluruhh dunia, contohnya seperti dalam bidang lingkungan hidup, krisis multinasional, inflasi regional dan lain sebagainya.
Pengaruh globalisasi dapat digolongkan menjadi 2 yakni teknologi dan kebiasaan.
·         Teknologi
Internet adalah sebuah produk komunikasi dan informasi yang diciptakan oleh seorang insinyur dan ilmuan Amerika Serikat bernama Leonard Kleinrock. Berkat besarnya kontribusinya terhadap dunia komunikasi dan informasi, Leonard Kleinrock dipilih untuk menerima penghargaan begengsi, yaitu Nasional of Science, sebuah kehormatan ilmiah bangsa dari Presiden George W. Bush pada 29 September 2008. Dengan adanya internet maka globalisasi bisa berkembang dengan cepat. Dengan menggunakan internet kita bisa mengetahui apapun yang terjadi di belahan dunia lain tanpa harus pergi ke tempat tersebut. Selain internet, produk globalisasi yang dapat di jumpai adalah handphone. Kini dengan adanya handphone dengan berbagai merk serta segala macam fasilitas yang ada lebih mempermudah kita untuk bisa menemukan apapun yang kita mau. Tentunya dengan munculnya handphone atau smartphone dapat dilihat sebagai pisau bermata dua yang memiliki sisi positif maupun negatif. Sehingga diharapkan dalam mempergunakannya harus bijak dan tepat guna.
·         Kebiasaan
Globalisasi juga membawa dampak bagi kehidupan kita. Tidak hanya ada dampak negatif tapi juga ada dampak positifnya.
1.      Dampak positif
a.    Perubahan Tata Nilai dan Sikap.
Dengan adanya globalisasi dan modernisasi maka tata nilai dan sikap ikut berubah, yaitu dengan terbuka dengan perkembangan yang ada maka cara berpikir masyarakat juga akan ikut berkembang, yaitu yang awalnya irasional bisa menjadi rasional.
b.   Cara berpikir.
Dengan adanya ilmu pengetahuan dan teknologi maka membuat masyakarat menjadi berfikir lebih maju untuk bisa berkembang mengikuti seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
c.    Tingkat Kehidupan yang lebih Baik.
Adanya industri dan teknologi yang semakin canggih maka semakin mengurangi pengangguran yang ada.
d.   Komunikasi Semakin Mudah dan Cepat.
Alat komunikasi yang semakin berkembang maka membuat kita menjadi lebih mudah untuk berkomunukasi dengan orang yang ada di manapun. Tidak seperti dulu yang membutuhkan waktu yang lama dan berhari-hari.
e.    Perekonomian Indonesia Semakin Menggeliat.
Hal ini bisa dilihat melalui neraca perdagangan yang bisa dikatakan baik karena nilai ekspor dan impornya relatif seimbang. Selain itu, negara Indonesia juga dilirik dunia internasional sebab Indonesia adalah tempat investasi yang baik yaitu dibidang pertambagan, pertanian dan industri tekstil.
f.     Meningkatnya Taraf Hidup Masyarakat.
Dengan berkembangnya globalisasi yang memuat dunia seakan tidak ada batasnya ini maka membuat masyarakat Indonesia mudah untuk bekerja di luar negeri untuk memperbaiki perekonomian keluarganya. Dan yang seharusnya diimbangi dengan manusia yang berpendidikan dan berkarakter.
2.      Dampak negatif.
a.       Informasi Tak Terkendali.
Banyak manfaat yang bisa kita dapatkan dengan adanya informasi, namun tidak semua informasi tersebut berguna bagi kehidupan kita. Kadang informasi-informasi yang tersebar juga tidak sesuai dengan kepribadian kita sehingga dengan berkembangnya era globalisasi perlu diiringi dengan spiritual yang kuat.
Salah satu contoh yang memprihatinkan adalah anak SD yang mengunduh video dewasa dari situs porno dan mengajak teman sekelasnya untuk melakukan hal yang sama dengan video.
b.  Konsumerisme.
Perkembangan industri yang cepat membuat penyediaan barang kebutuhan menjadi melimpah. Dengan begitu membuat masyarakat mudah tertarik karena adanya banyak pilihan. Konsumerisme dibentuk oleh kita yang cenderung berbelanja barang-barang yang kita inginkan bukan barang-barang yang kita butuhkan.
c.    Westernisasi (kebarat-baratan).
Dampak negatif yang juga dirasakan oleh bangsa Indonesia adalah maraknya budaya barat. Dengan adanya hal ini, maka budaya yang berkembang di indonesia bergeser karena adanya budaya barat yang mempengaruhi anak-anak Indonesia. Karena tidak semua budaya barat itu cocok dengan budaya yang berkembang di Indonesia. Dengan adanya westernisasi maka anak menjadi tidak hormat lagi pada orang tua, kehidupan bebas remaja, dan lain-lain.
d.      Individualiasme.
Maraknya media sosial yang berkembang juga membuat trend tersendiri di kalangan remaja. Sehingga tak dapat dipungiri dengan adanya media sosial yang berkembang, para remaja lebih memilih berinteraksi lewat media sosial tersebut dari pada secara langsung. Hal ini tentunya mempengruhi identitas manusia sebagai makhluk sosial yang memerlukan interaksi secara langsung.
Masyarakat merasa tidak membutuhkan orang lain dalam aktivitasnya, karena mereka cenderung menggunakan teknologi yang ada. Hal ini membuat manusia menjadi lebih individualistik yang pada hakikatnya manusia adalah makhluk sosial yang membutuhan orang lain dan tidak bisa hidup sendiri tanpa bersosialisasi dengan orang lain.
e.   Materialisme
Materialisme dapat diartikan sebagai suatu sikap yang mengganggap bahwa fokus utama dalam hidup adalah materi, sehingga materi merupakan segala-galanya. individu yang menganut paham ini disebut materialistis. Individu materialistis cenderung melakukan apa saja untuk mencapai tujuan atau fokus utamanya yakni materi.
f.     Hedonisme
Hedonisme merupakan pandangan hidup yang menggap bahwa orang menjadi bahagia dengan mencari bahagia sebanyak mungkin dan sedapat mungkin menghindari perasaan-perasaan yang menyakitkan, atau ajaran bahwa kesenangan merupakan tujuan hidup dan tindakan manusia.
g.    Kesenjangan Sosial
Ketidak merataan masyarakat yang bisa mengikuti perkembangan globalisasi dan modernisasi maka bisa membuat adanya jarak antar individu yang bisa mengikuti dan yang tidak bisa mengikuti. Di sini juga terdapat jurang antara orang kaya dan orang miskin, orang berpendidikan dan yang tidak berpendidikan maka hal ini mengakibatkan kesenjangan sosial yang semakin lebar.
Dengan adanya banyak dampak negatif yang ada maka ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk menanggulangi atau mencegah aanya dampak negatif. Yaitu sebagai berikut:
  1. Meningkatkan kualitas SDM.
Mempersiapkan diri sebak-baiknya melalui dunia pendidikan, dengan memaksimalkan pendidikan yang ada maka Indonesia bisa menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga mampu bersaing di dunia internasional. Pendidikan yang dimaksimalkan juga dapat membentuk generasi Indonesia yang tidak “gaptek”.
  1. Memelihara, melestarikan dan memanfaatkan SDA.
Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam yang ada. Kita harus menjaga, melestarikan dan memanfaatkan SDA yang ada. Jika kita bisa melakukan hal tersebut maka kita tidak akan menjadi negara yang tertinggal dan perekonomian di Indonesia akan meningkat.
  1. Mengembangkan perekonomian yang berorientasi global.
Yang dimaksudkan adalah perekonomian yang mampu memanfaatkan teknologi sehingga dalam memproduksi dapat menghasilkan produk-produk yang baik, minim rugi dan efisien dalam memanfaatkan SDA maupun SDM. Serta diharapkan produk-produk nasional/lokal dapat bersaing di kancah internasional.
  1. Pemerintah membuat perangkat hukum yang berkaitan dengan seluruh kegiatan ekonomi
Peraturan hukum tersebut maksudkan agar dapat menekan terjadinya monopoli ekonomi sehingga dapat meminimalisir terjadinya kesenjangan sosial.
  1. Pemerintah berperan sebagai produsen
Hal ini dimaksudkan pemerintah harus berperan aktif dalam membantu usaha-usaha kecil menengah.
  1. Masyarakat menanggapi apa yang dilakukan pemerintah dengan tindakan nyata.
Disini tidak hanya pemerintah yang bertugas untuk menanggulangi dampak-dampak globalisasi tetapi masyarakat juga harus ikut ambil bagian untuk menjalankan program-program yang dibuat oleh pemerintah.
  1. Menumbuhkan semangat nasionalisme.
Bagi negara berkembang yang belum maju dan kuat masyarakatnya harus mempunyai jiwa dan semangat persatuan, kesatuan dan nasionalisme yang kuat jika tidak maka akan dengan mudah dipermainkan oleh negara-negara maju.
  1. Menanam dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila.
Dengan adanya nilai-nilai pancasila kita tidak akan mudah terpengaruh oleh budaya barat yang mula masuk kedalam kehidupn kita. Kita harus bisa mempertahankan dan melestarikan budaya.
  1. Meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Kadang informasi yang berkembang secara luas dan westernisasi tidak sesuai dengan kepribadian kita. Maka dari itu kita harus bisa membatasi diri kita dengan spiritual yang kuat.
  1. Mempertebal keimanan dan mengamalkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Budaya barat yang barkembag sekarang banyak yang berdampak negatif, contohnya anak tidak hormat paa orang tua, sex bebas dan lain-lain. Jika iman dan nilai-nalai keagamaan yang ditanamkan dianak itu kuat maka anak tidak mudah terpangaruioleh hal-hal tersebut.
  1. Melestarikan adat istiadad dan budaya daerah.
Untukmengetahui buday-budaya yang berkembang diluar itu sangat mudah, hal ini membuat kit menjadi menyukai budaya dari liuar dari pada budaya kita sendiri.  Kita hrus bisa melestarkan budaya kita sendiri, jangan sampai budaya kita punah seiring dengan waktu.
  1. Menjaga keasrian objek wisata dalam negeri.
Salah satu ciri-ciri dampak negatif globalisasi adalah perjalanan dan perlancongan antarbangsa yang semakin meningkat. Indonesia merupan negara yang mempunyai objek-objek wisata yang menarik maka kita harus bisa memanfaatkannya seoptimal mungkin, yaitu dengan menjaga keasrian objek wisata.
  1. Mendorong dan mendukung upaya memperjuangkan keadilan antar bangsa.
Globalisasi membuat negara satu dengan negara yang lain saling berkaitan, baik dalam kerja sama maupun persaingan. Pemerintah harus memperjuangkan keadilan dan keseimbangan antar bangsa, kita sebagai warga negara juga harus mendukung uaya pemerintah tersebut.

               

Tidak ada komentar:

Masukan alamat email anda