Selamat menikmati berbagai artikel dan makalah dari teman-teman Mahasiswa ISBD, ditunggu komentar, kritik dan saran anda pada posting tulisan tersebut, dalam kolom komentar. Atau anda bisa mendapat kiriman artikel via email dengan memasukan alamat email anda pada kolom diatas. Terima Kasih

Minggu, 02 Maret 2014

Upaya Pelestarian Lingkungan Hidup

Oleh : Chery Atika. Rumope_672012127@student.uksw.edu_MD302B
 

Lingkungan hidup  tempat tinggal kita sudah kewajiban kita untuk tetap menjaga kelestariannya. Namun seringkali tanpa sadar kita juga merusaknya. Berdasarkan faktor penyebabnya, bentuk kerusakkan lingkungan hidup dibedakan menjadi dua jenis yaitu:

1.      Bentuk Kerusakan Lingkungan Hidup Akibat Peristiwa Alam
a.       Letusan Gunung Berapi

Letusan gunung Sinabung dan gunung Kelud baru-baru ini menimbulkan dampak rusaknya lingkungan hidup. Gambar diatas merupakan dampak yang ditimbulkan akibat letusan gunung berapi yang merugikan penduduk. Aktivitas penduduk di luar ruangan terganggu, penduduk juga terpaksa harus mengungsi ke tempat yang lebih aman dan di beberapa daerah petani gagal panen karena abu vulkanik yang di hasilkan dari letusan tersebut. Letusan gunung berapi terjadi karena aktivitas magma di perut bumi yang menimbulkan tekanan kuat yang keluar dari puncak gunung berapi. Bahaya yang ditimbulkan oleh letusan gunung berapi antara lain:
Ø  Hujan abu vulkanik yang akan menyebabkan gangguan pernapasan.
Ø  Awan panas, dapat mematikan makhluk hidup yang dilalui.
Ø  Material padat (batuan, kerikil, pasir) dapat menimpa perumahan dan lain-lain.

b.      Gempa Bumi
Gempa bumi adalah getaran kulit bumi yang bisa disebabkan beberapa hal, diantaranya kegiatan magma (aktivitas gunung berapi), terjadinya tanah turun maupun karena gerakan lempeng di dasar samudra. Manusia dapat mengukur intensitas gempa, namun tidak dapat memprediksi kapan terjadinya gempa tersebut.  Akibat yang ditimbulkan oleh gempa bumi, diantaranya:
Ø  Bangunan-bangunan roboh.
Ø  Jalan menjadi putus.
Ø  Tanah longsor akibat guncangan.
Ø  Terjadi banjir akibat rusaknya tanggul.
Ø  Gempa yang terjadi di dasar laut akan menyebabkan tsunami.

c.       Angin Topan
Angin topan terjadi akibat aliran udara dari kawasan yang bertekanan tinggi ke kawasan yang bertekanan rendah. Perbedaan tekanan ini terjadi karena perbedaan suhu udara. Bahaya angin topan dapat diprediksi melalui foto satelit yang menggambarkan atmosfir bumi, termasuk gambar terbentuknya angin topan, arah, dan kecepatannya. Serangan angin topan dapat menimbukan kerusakan lingkungan hidup seperti:
Ø  Merobohkan bangunan.
Ø  Rusaknya areal pertanian dan perkebunan.
Ø  Membahayakan penerbangan.
Ø  Menimbulkan ombak besar yang dapat menenggelamkan kapal.

2.      Bentuk Kerusakan Lingkungan Hidup Karena Faktor Manusia
Kerusakan lingkungan hidup juga tidak luput dari ulah manusia yang tidak bertanggung jawab. Ulah manusia tersebut antara lain:
Ø  Penebangan hutan secara liar.
Ø  Perburuan liar.
Ø  Merusak hutan bakau.
Ø  Pembuangan sampah disembarang tempat.
Ø  Pemanfaatan sumber daya alam secara berlebihan diluar batas.
Dampak yang terjadi karena ulah manusia tersebut antara lain:
Ø  Terjadinya pencemaran (pencemaran udara, air, tanah) sebagai dampak adanya kawasan industri.
Ø  Terjadinya banjir, sebagai dampak pembuangan sampah sembarangan dan pengrusakkan hutan.
Ø  Terjadinya tanah longsor, dampak langsung dari pengrusakkan lingkungan.
    


Gambar diatas merupakan dampak pencemaran lingkungan (air). Limbah industri yang mengandung zat-zat kimia yang berbahaya dibuang sembarangan mengakibatkan ikan-ikan mati.
 
Asap Kendaraan bermotor

Asap cerobong Industri
  

Gambar di atas, adalah pencemaran lingkungan melalui udara. Udara yang mengandung oksigen sangat diperlukan oleh manusia untuk bernapas. Namun udara bisa saja tercemar akibat asap hasil dari aktivitas industri dan kendaraan bermotor yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Gambar-gambar diatas mungkin hanya sebagian kecil dampak pencemaran lingkungan yang bisa kita  jumpai. Namun masih banyak dampak lain yang terjadi dan tentunya merugikan bagi manusia dan makhluk hidup lainnya.
Setelah kita mengetahui dampak-dampak apa saja yang bisa ditimbulkan dari pencermaran lingkungan, maka kita bisa melakukan upaya untuk pelestarian lingkungan hidup antara lain sebagai berikut:
A.     Upaya Pelestarian Lingkungan oleh Pemerintah
Pemerintah juga mempunyai tanggung jawab untuk melestarikan lingkungan sebagai upaya untuk kesejahteraan masyarakatnya. Upaya yang bisa dilakukan pemerintah ada beberapa hal, yaitu:
Ø  Pemerintah mengadakan gerakan penanaman sejuta pohon.
Ø  Melakukan sosialisasi kepada masyarakat pentingnya pelestarian lingkungan.
Ø  Melakukan tindakan yang tegas dan adil bagi mereka yang sengaja untuk merusak lingkungan, seperti penebangan hutan secara liar, pembuangan sampah sembarangan, dan lain-lain.
Ø  Membentuk badan perwakilan di daerah-daerah sebagai wadah komunikasi antara masyarakat, tokoh-tokoh masyarakat, dan pemerintah.

B.      Upaya Pelestarian Lingkungan oleh Masyarakat dan Pemerintah
Sebagai manusia yang peduli akan lingkungannya, maka ada beberapa upaya yang bisa masyarakat lakukan sesuai kemampuan masing-masing, contohnya:
1)      Pelestarian Tanah
Upaya pelestarian tanah dapat dilakukan dengan cara menggalakkan kegiatan menanam pohon atau penghijauan kembali (reboisasi) terhadap tanah yang gundul. Dengan mengadakan reboisasi atau penghijauan kembali terhadap tanah yang gundul maka kondisi tanah akan mengalami pembaharuan dengan sendirinya. Untuk daerah perbukitan pegunungan yang posisi tanahnya miring maka perlu dibangun terasering atau sengkedan sehingga mampu untuk menahan arus air hujan.

2)      Pelestarian Udara
Upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga agar udara tetap bersih dan sehat, antara lain:
Ø  Menggalakkan penanaman pohon atau tanaman disekitar kita. Karena tanaman dapat menyerap gas-gas yang membahayakan bagi manusia. Tanaman mampu memproduksi oksigen melalui proses fotosintesis. Tanaman juga mengeluarkan uap air sehingga kelembaban udara akan tetap terjaga.
Ø  Mengupayakan pengurangan emisi atau pembuangan gas sisa pembakaran. Yang dapat dilakukan dengan cara pemasangan filter atau penyaring gas berbahaya pada sisa hasil pembakaran mesin bermotor dan cerobong asap pabrik.
Ø  Mengurangi pemakaian gas kimia yang dapat merusak lapisan ozon di atmosfer, contohnya gas freon yang digunakan untuk pendingin pada AC maupun kulkas.

3)      Pelestarian Hutan
Eksploitasi hutan yang terus-menerus berlangsung tanpa diimbangi dengan penanaman kembali menyebabkan kawasan hutan rusak. Padahal hutan sebagai penopang kelestarian hutan di bumi. Sebab hutan tidak hanya menyediakan bahan pangan maupun produksi, melainkan juga penghasil oksigen, penahan lapisan tanah, dan menyimpan cadangan air. Maka upaya yang dapat dilakukan untuk melestarikan lingkungan adalah:
Ø  Reboisasi atau penanaman kembali hutan yang gundul.
Ø  Melarang penebangan hutan secara sewenang-wenang.
Ø  Menerapkan sistem tebang tanam dalam kegiatan tanam pohon.
Ø  Mengambil tindakan yang tegas pada mereka yang melanggar ketentuan mengenai pengelolaan hutan.

4)      Pelestarian Laut dan Pantai
Pengambilan pasir di pantai, karang di laut, dan pengrusakkan hutan bakau merupakan kegiatan-kegiatan manusia yang mengancam kelestarian laut dan pantai. Maka upaya yang dapat dilakukan untuk melestarikan laut dan pantai antara lain:
Ø  Menanam kembali tanaman bakau di areal sekitar pantai.
Ø  Melarang pemakain bahan peledak dan bahan kimia lainnya untuk mencari ikan.
Ø  Melarang pemakain pukat harimau untuk mencari ikan.
5)      Pelestarian Flora dan Fauna
Kehidupan di bumi merupakan sistem ketergantungan antara manusia, hewan, tumbuhan, dan alam sekitarnya. Terputusnya salah satu mata rantai dari sistem tersebut akan mengakibatkan gangguan dalam kehidupan. Oleh karena itu, kelestarian flora dan fauna juga penting untuk dilakukan demi kelangsungan hidup. Upaya yang dapat dilakukan untuk melestarikan flora dan fauna diantaranya:
Ø  Mendirikan cagar alam dan suaka margasatwa.
Ø  Pelarangan kegiatan perburuan liar.
Ø  Menggalakkan kegiatan penghijauan. 

Tidak ada komentar: