Selamat menikmati berbagai artikel dan makalah dari teman-teman Mahasiswa ISBD, ditunggu komentar, kritik dan saran anda pada posting tulisan tersebut, dalam kolom komentar. Atau anda bisa mendapat kiriman artikel via email dengan memasukan alamat email anda pada kolom diatas. Terima Kasih

Minggu, 02 Maret 2014

Pengetahuan & Pengaruh Musik Gamelan

Oleh : Anastasia Joan Thiores / 852012004 /MD302A 
joan.thiores@gmail.com


Pendahuluan

Perkembangan musik di Indonesia semakin tahun semakin berkembang.  Mulai dari jenis musik tradisional gamelan, keroncong, campursari, dangdut, kemudian mengarah ke pop. Mayoritas penikmat musik Indonesia lebih suka untuk menikmati musik modern (pop) dibanding dengan musik daerah. Musik daerah adalah musik yang tumbuh dan berkembang di nusantara, tetapi musik-musik tersebut tidak terlalu menarik perhatian pemusik serta kurangnya sarana sebagai tempat untuk mengembangkan musik daerah tersebut. Salah satu contoh dari banyaknya jenis-jenis musik daerah di nusantara adalah Musik gamelan. Pada era ini, gamelan dikenal sebagai musik tradisional yang tidak menarik dan membosankan. Padahal, gamelan merupakan aset kebudayaan Indonesia yang langka. Meskipun gamelan sudah mengalami banyak perkembangan dan modifikasi, peminatnya tetap sangat minim. Pada umumnya, para pemain gamelan adalah para orang-orang tua jawa yang sudah mendalami gamelan. Jarang ditemukan generasi muda yang menyukai dan memiliki keinginan untuk mempelajari gamelan. Kurangnya pengetahuan dan pengenalan mengenai musik gamelan ini membuat generasi muda kurang menghargai dan mengapresiasi musik daerahnya. Makalah ini bertujuan agar generasi muda di Indonesia  lebih mengetahui dan memahami seni didalam gamelan serta dapat ikut serta melestarikan musik daerahnya.

Isi

Gamelan adalah ansambel musik yang biasanya menonjolkan metalofon, gambang, gendang, dan gong. Istilah gamelan berasal dari instrumennya sendiri, yakni suatu kesatuan utuh yang diwujudkan dan dibunyikan bersama. Kata gamelan berasal dari bahasa Jawa gamel yang berarti memukul / menabuh. Kemunculan gamelan didahului dengan budaya Hindu-Budha yang mendominasi Indonesia dan  juga mewakili seni asli Indonesia. Instrumennya dikembangkan hingga bentuknya seperti sekarang ini pada zaman Kerajaan Majapahit. Dalam mitologi Jawa, gamelan diciptakan oleh Sang Hyang Guru di gunung Mahendra, Medangkamulan.  Sang Hyang Guru pertama-tama menciptakan gong untuk memanggil para dewa. Untuk pesan yang lebih spesifik  ia menciptakan dua gong, kemudian berlanjut menjadi 1 set gamelan.

Alat-alat musik ansambel, pertama kali ditemukan di Candi Borobudur, Jawa tengah pada sekitar abad 8. Disana terdapat bermacam-macam alat musik yakni, suling bambu, kendang dalam berbagai ukuran, kecapi, alat musik gesek dan petik. Dari asal mula ini, muncul istilah gamelan. Penalaan & pembuatan gamelan harus melewati proses yang kompleks. Gamelan menggunakan empat cara penalaan, yaitu slendro, pelog, "Degung" (khusus daerah Sunda), dan "madenda" (diatonis/ minor asli). Akan tetapi, yang paling sering digunakan adalah slendro dan pelog. Slendro memiliki 5 nada, yaitu : 1 2 3 5 6  . Pelog memiliki 7 nada, yaitu : 1 2 3 4 5 6 7.

Musik Gamelan merupakan gabungan pengaruh seni luar negri yang beraneka ragam. Terdapat unsur not nada dari Cina, instrumen musik dari Asia Tenggara, dan pergerakan harmoni musik India, bowed string (alat musik gesek) dari daerah Timur Tengah, bahkan efek style militer Eropa yang kita dengar pada musik tradisional Jawa dan Bali, meskipun tidak terlalu dominan. Gamelan menggunakan tangga nada pentatonis, serta terdapat aksen & interval yang tidak umum. Gamelan biasanya digunakan pada acara-acara resmi seperti pernikahan, syukuran, acara keraton, tari tradisional, sinden,  dan pertunjukan wayang. Untuk saat ini, gamelan digunakan oleh mayoritas masyarakat Jawa Tengah.

Macam-macam jenis Gamelan ditinjau dari lokasi asalnya : 

·      Gamelan Jawa
Gamelan Jawa disajikan dengan nada yang lembut. Bukan berarti gamelan jawa tidak menarik karena nadanya yang lembut dan mengalun. Gamelan jawa juga dapat disajikan dalam nada yang keras dan tempo cepat. Akan tetapi, pembawaan dan interpretasinya tetap harus terkesan halus dan lembut.  Gamelan Jawa biasa digunakan untuk mengiringi sinden, seni tari, wayang, resepsi pernikahan dan acara resmi kerajaan di keraton.  Gamelan Jawa dimainkan dengan keseimbangan antara vokal dan instrumental, tak ada yang menonjol antara keduanya.

·      Gamelan Bali
Gamelan Bali terdengar gaduh, rancak, dan berenergi. Musiknya sering mengalami perubahan tempo dan dinamika secara tiba-tiba. Gamelan Bali memiliki lebih banyak instrumen berbilah daripada berpencu. Logamnya lebih tebal sehingga dapat bersuara lebih nyaring. Ciri-ciri utama dari gamelan Bali adalah digunakannya sejenis simbal yang disebut ceng-ceng. Ceng-ceng ini berbunyi nyaring dan cepat sehingga membuat gamelan Bali berbeda. Gamelan Bali mengutamakan instrumental, karena disesuaikan dengan pemakaiannya, yaitu sebagai pengiring tarian. Terdapat interaksi komponen yang sarat antara melodi, irama dan warna suara pada gamelan Bali. Hal ini yang membuat gamelan Bali unik. Komponen tersebut secara tidak langsung menyatukan berbagai karakter masyarakat Bali yang menjadi ciri khas dan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari.
·      Gamelan Sunda-Degung
Alunan musik yang disajikan gamelan sunda mendayu-dayu dan banyak didominasi dengan suara seruling. Degung sebagai unit gamelan dan degung sebagai laras memang sangat lain. Dalam teori tersebut, laras degung terdiri dari degung dwiswara (tumbuk: (mi) 2 – (la) 5) dan degung triswara: 1 (da), 3 (na), dan 4 (ti). Ada beberapa gamelan yang berkembang di Jawa Barat antara lain, Gamelan Salendro, Pelog, Renteng dan Degung. Gamelan salendro biasa digunakan untuk mengiringi pertunjukan wayang, tari, kliningan, jaipongan, dll. Gamelan pelog fungsinya sama dengan salendro, tapi kurang berkembang di kalangan masyarakat. Sementara gamelan degung mewakili kekhasan masyarakat Jawa Barat.  Gamelan degung yang sekarang berkembang, berorientasi pada gamelan Renteng. Pada gamelan sunda, vokal lebih dipentingkan dari pada instrumental, terutama pada permainan kliningan.

Instrumen-instrumen Gamelan :
1.    Gendang/Kendhang

Gendang terbuat dari bahan kulit hewan seperti sapi dan kerbau.
Gendang merupakan alat musik yang sangat berperan karena digunakan sebagai pengatur irama/ritme. Tanpa gendang, sebuah orkes gamelan tidak dapat berjalan dengan baik. Cara menggunakan gendang yakni dengan cara dipukul dengan tangan. 







2.    Peking, Saron dan Demung

 Alat-alat musik ini terdiri dari bilahan-bilahan yang disusun diatas bingkai kayu dan biasanya terdiri dari enam atau tujuh bilah. Fungsi dari ketiga alat ini adalah sebagai resonator dan pembawa melodi. Cara menggunakan instrumen ini yaitu dengan cara dipukul dengan pemukul yang terbuat dari kayu. Setelah dipukul, pemain harus memegang bilahan (bagian bawah) pada not yang telah dipukul. Hal ini berfungsi supaya tidak terjadi gema.




3.    Gong dan Kempul
Gong berfungsi untuk memberikan tanda awal dan juga akhir dari gendhing sehingga terkesan memberikan keseimbangan pada lirik lagu gendhing yang panjang. Suara yang dihasilkan gong sangat rendah, dan gong adalah alat musik gamelan yang paling sulit proses pembuatannya. Gong terdiri dari dua macam yakni , gong ageng dan gong suwukan.







Kempul berbentuk seperti Gong namun ukurannya lebih kecil.
Kempul berfungsi sebagai penanda aksen-aksen penting dalam kalimat lagu gendhing.  Pada saat melantunkan lagu gending kempul dimainkan dengan nada yang sama seperti nada balungan, walau terkadang kempul bisa juga mendahului nada balungan.







4.    Bonang
Bonang terdiri dari dua jenis yakni bonang barung dan bonang panerus.  Perbedaan dari bonang ini adalah ukuran dan cara menggunakannya. Bonang barung ukurannya lebih besar daripada bonang penerus dan beroktaf tengah sampai ke oktaf tinggi, bonang barung ini  merupakan instrumen pemuka dan penting dalam ansambel.  Bonang panerus ukurannya lebih kecil namun mempunyai oktaf yang tinggi, irama yang dihasilkan oleh bonang panerus dua kali lebih cepat dibandingkan bonang barong. Untuk bermain bonang,       dibutuhkan kemampuan bermain musik yang lebih daripada alat  musik gamelan lainnya. 



5.    Slenthem

Slenthem terdiri dari bilah-bilah sama banyaknya seperti saron.  Bila dihubungkan dengan instrumen saron slenthem ini memiliki oktaf paling rendah dan memiliki karakter suara yang dalam tapi lembut. Terdapat efek sustain (gema) dalam slenthem.







6.    Kethuk dan Kenong
Dari bentuknya, kenong sangat mirip dengan gong. Akan tetapi mereka berbeda. Kenong disusun secara horisontal yang ditaruh diatas tali pada bingkai kayu. Cara memainkannya sama dengan bonang. Perbedaannya adalah timing irama yang dimainkan pada sebuah lagu.






7.    Gender
Gender terdiri dari bilahan metal yang disusun rapi diatas  tali  dengan bumbung-bumbung resonator.  Cara memainkan gender sama dengan saron, yaitu ditabuh menggunakan alat pemukul yang berbentuk bulat dan dilapisi dengan kain serta memiliki tangkai yang pendek.  









8.    Gambang
Alat musik yang terdiri dari bilahan yang berasal dari kayu yang dibingkai pada gerobogan.  Bilahan pada gambang paling banyak diantara instrument berbilah lainnya. Gambang terdiri dari 17-20 bilah.











9.    Rebab 

Terbuat dari dua kawat yang diregangkan pada selajur kayu yang memiliki bentuk seperti hati kemudian ditutup dengan babad sapi. Karakter suaranya lembut tetapi tegas. Rebab merupakan instrumen tanpa fret.













10.  Siter
 
Alat musik yang sumber iramanya berasal dari kawat. Dimainkan dengan cara dipetik. Fungsi siter dalam gamelan adalah sebagai pengiring (bagian akor) dengan melodi berjalan.










11. Suling
Suling terbuat dari bambu paralon kemudian diberi lubang untuk membuat penentu atau batas nada. Cara menggunakan suling yakni dengan ditiup. Dari bentuknya, suling terdiri dari 2 jenis, yakni suling slendro yang memiliki 4 lubang dengan jarak antar lubang sama dan suling Pelog yang memiliki 5 lubang namun jarak antar lubang berbeda-beda. Karakter suara suling lembut, mendayu-dayu, dan tenang. Merupakan instrument terpenting dalam gamelan Sunda.







Pengaruh gamelan terhadap musik Debussy (French) :
Debussy merupakan pianis dan komposer Perancis pada era impresionis. Ia pertama kali mendengar musik gamelan jawa pada acara “Paris Exposition Universelle 1889”. Berikut merupakan musik gamelan yang pertama kali didengarnya.




Debussy menemukan inspirasi yang luar biasa dalam musik gamelan. Bukan dari keeksotisannya. Akan tetapi dari struktur, tekstur, dan modalitas.
“Javanese music obeys laws of counterpoint that make Palestrina seem like child’s play and if one listens to it without being prejudiced by one’s European ears, one will find a percussive charm that forces one to admit that our own music is not much more than a barbarous kind of noise more fit for a traveling circus”. – Claude Debussy
Inti dari kata-kata diatas adalah, Musik jawa mengikuti aturan kontrapung, yang dimana kita akan menemukan pesona perkusi di musik tersebut.  Debussy juga sempat menulis tentang rhapsody jawa. Menurut Debussy, musik jawa tidak membatasi diri dalam bentuk tradisional. Tetapi mereka berkembang sesuai fantasi yang tidak terhitung jumlah arabesquenya. 
1.       “Sirènes " Nocturnes
Merupakan karya Debussy yang menunjukkan pengaruh luas dari musik gamelan , pengaruh ini dapat didengar dalam versi dua piano.  

2.  Pagodes – Claude Debussy
Dalam karya ini, Debussy berusaha menciptakan suasana musik dari Asia Timur. Ia menggunakan skala pentatonis, meniru pergerakan harmoni Cina, melodi tradisional Jepang, juga menggabungkan keunikan dari perkusi gamelan jawa. Karya ini mengikuti unsur komposisi gamelan yang menggunakan “accelerando” (tempo bertambah cepat) dan “ritartando” (tempo melambat).

Rekomendasi

Gamelan merupakan produk budaya asli Indonesia yang sangat khas dan tidak dimiliki negara lain. Karena kesenian bersifat universal, dapat dipastikan bahwa setiap negara pasti memiliki kesenian yang berbeda-beda dengan keunikannya masing-masing. Apabila terjadi kontak antara negara yang satu dengan yang lain, pasti terdapat unsur budaya lain yang saling mempengaruhi. Hal ini terjadi dalam musik gamelan yang telah mengalami perubahan dan perkembangan dalam kelengkapan instrumen ansambelnya. Selain itu, sudah dibuktikan bahwa gamelan bukan musik tradisional yang membosankan dan ketinggalan jaman. Bukti kongkritnya adalah, penggunaan unsur gamelan pada musik Debussy. Ia merupakan komposer mendunia yang dapat menemukan keunikan gamelan dan mengkolaborasikan dengan musiknya.


Daftar Pustaka

http://id.wikipedia.org/wiki/Gamelan diunduh 17 Januari 2014 21.38
 17 Januari 2014 21.47



Tidak ada komentar:

Masukan alamat email anda