Selamat menikmati berbagai artikel dan makalah dari teman-teman Mahasiswa ISBD, ditunggu komentar, kritik dan saran anda pada posting tulisan tersebut, dalam kolom komentar. Atau anda bisa mendapat kiriman artikel via email dengan memasukan alamat email anda pada kolom diatas. Terima Kasih

Sabtu, 01 Maret 2014

Budaya Indonesia sebagai Identitas Bangsa


Oleh : Karina Dyah Christianasari / 802012029 / MD302A  


Identitas nasional sama dengan identitas kebangsaan. identitas berasal dari bahasa inggris yaitu “identity” yang berarti ciri,tanda dan jati diri.yang melekat pada seseorang maupun kelompok sosial. jadi dapat di simpulan identitas nasional yatu ciri,tanda atau jati diri bangsa yang  berbeda dengan bangsa lain. identitas bangsa indonesia yang membedakan dengan bangsa lainnya antara lain ideologi pancasila sbg dasar filsafat,pandangan kehidupan,dan dasar negara.

Pengertian  identitas  nasional  yang  dikemukakan  oleh  Koento  Wibisono (2005)adalahmanifestasi nilai-nilai  budaya  yang  tumbuh  dan  berkembang  dalam  aspek  kehidupan suatu bangsa atau negara,dengan ciri khas suatu bangsa.
Faktor pembentuk identitas bangsa.menurut Ramlan subakti (1999) yaitu proses pembentukan bangsa memerlukan identitas-identitas untuk menyatukan.faktor yang menjadi identitas bangsa yaitu :

  1. Primordial meliputi ikatan kekerabatan (ikatan sedarah) kesamaan  suku bangsa,daerah asal,bahasa dan adat istiadat.
  2. Sakral meliputi agama yang diakui oleh masyarakat setempat. contoh :agama islam yang lebih dominan di saudi arabia.
  3. Tokoh,kepemimpinan para tokoh masyarakat sangat di hormati dan di segani oleh masyarakat.
  4. Sejarah yaitu pengalaman masa lalu suatu bangsa akibat dari penjajahan yang menimbulkan penderitaan bagi manusia yang berada di negara tersebut.
  5. Bhinneka tunggak ika yaitu lambang kebersaman dalam perbedaan,tanpa menghilangkan jati diri bangsa,kebudayaan dll. contoh : republik indonesia.
  6. Perkembangan ekonomi akan mengeluarkan pekerjaan dan keahlihan dengan melihat kebutuhan masyarakat. jika tinggi mutu maka semakin saling bergantung dengan jenis pekerjaan.
  7. Kelembagaan, kerja dan perilaku lembaga pemerintah politik yang baik yaitu melayani masyarakat tanpa  membedakan ras,suku ,agama dll.

Menurut sosiolog srijanti ,fakto-faktor pembentuk identitas nasional yaitu :

  1. suku bangsa yaitu golongan sosial yang khusus dan bersifat askriptif (ada sejak lahir)
  2. kebudayaan adalah ilmu pengetahuan ,teknologi,bahasa dan kesenian.
  3. bahasa merupakan keistimewaan manusia dalam berkomunikasi dengan sesama nya. bahasa juga sebagai simbol identitas suatu negara.
  4. kondisi geografis yang dapat menentukan suatu lokasi daerah,tempat dan pembagian waktu.


Budaya bagi suatu bangsa adalah harta yang tidak ternilai harganya ,tanpa adanya budaya suatu bangsa akan di pandang sebelah mata oleh bangsa lain yang notabenya lebih maju dalam segi kebudayaan atau peradaban.”kebudayaan”merupakan suatu konsep yang amat luas sehingga lahir berbagai tanggapan terhadap konsep kebudayaan.istilah”kebudayaan”berkaitan dengan kata-kata “abad”atau“peradaban”.”adab”dalam bahasa arab,persia dan juga  persia dan juga melayu,berarti didikan,pemeliharaan,budi bahasa serta sopan santun.bila di pandang dari segi histori,budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan di miliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan di wariskan dari generasi ke generasi.sedangkan definisi budaya menurut deddy mulyana dan jalaludin rahmat mengatakan bahwa Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.

Sedangkan Menurut (Taylor,1897) Kebudayaan atau peradaban itu mempunyai arti yang sangat luas,yang meliputi perasaan dari suatu bangsa yang kompleks,meliputi perasaan,kepercayaan, seni,moral,hukum,adat istiadat dan pembawa lainnya.yang di peroleh dari para anggota atau bagian masyarakat.indonesia adalah Negara yang kaya akan budaya,bila dilihat dari provinsi Indonesia yang berjumlah 34 dengan beragam budaya yang ada disetiap provinsi.Setiap provinsi memiliki ke khasan sendiri-sendiri yang tidak di miliki oleh provinsi yang lain.setiap kebudayaan memiliki sistem kekerabatan yang berbeda-beda,sistem mata mata pencaharian,kepercayaan dll.  Adapun kebudayaan Indonesia maupun kebudayaan Nasional sendiri adalah kebudayaan yang diakui sebagai identitas bangsa atau identitas Nasional
.Di era sekarang ini, batik sudah diakui sebagai identitas nasional,di indonesia banyak memiliki corak batik yang berbeda-beda,sesuai dengan kebudayaan yang ada di provinsi tersebut.seperti batik solo dengan batik jogja.memiliki corak yang berbeda yaitu corak batik sebenarnya sumbernya sama yaitu dari mataram kuno tapi seiring perkembangan ada sedikit perbedaan .pada batik solo cenderung bercorak gelap dan muramsementara jogja cerah.ada juga perbedaan istilah,tata cara pemakaian,pemilihan batik pada event tertentu. contoh lain seperti keris,masyarakat jawa terutama jawa tengah dan yogyakarta menggunakan keris sebagai senjata khas nya.perbedaan  Keris gaya Solo disebut ladrang sedangkan Jogja bernama Branggah. Ladrang mempunyai bilah (sarung keris) yang lebih ramping dan sederhana tanpa banyak hiasan karena mengikuti gaya senopatenan dan mataram sultan agungan. Sementara keris Solo pada bilahnya lebih banyak ornamen dan bentuk/motif karena mengikuti cita rasa Madura dari Mpu Brojoguno. Ukiran keris solo bertekstur lebih halus daripada jogja. Juga ada perbedaan dari gagang keris, luk, dll. Masing-masing memiliki filosofi sendiri-sendiri.bentuk dan motif keris antara yogjakarta dengan surakarta memiliki bentuk yang berbeda.lalu blangkon antara jawa tengah dan jogya memilki bentuk yang berbeda.yaitu blankon jogja mondolan lebih menonjol,perbedaan ada pada mondolan atau delung belakang. kalau yogyakarta mondolannya menonjol dan agak besar,sementara solo bentuknya pipih atau kempes. Kebudayaan Nasional dalam pandangan Ki Hajar Dewantara adalah “puncak-puncak dari kebudayaan daerah” dalam artian seluruh kebudayaan yang ada di Indonesia disatukan dalam sebuah kebudayaan nasional. Adapun Definisi kebudayaan nasional menurut TAP MPR No.II tahun 1998,yakni : Kebudayaan nasional yang berlandaskan Pancasila  adalah perwujudan cipta, karya dan karsa bangsa Indonesia dan merupakan keseluruhan daya upaya manusia Indonesia untuk mengembangkan harkat dan martabat sebagai bangsa, serta diarahkan untuk memberikan wawasan dan makna pada pembangunan nasional dalam segenap bidang kehidupan bangsa. Dengan demikian Pembangunan Nasional merupakan pembangunan yang berbudaya.Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Wujud, Arti dan Puncak-Puncak Kebudayaan Lama dan Asli bagi Masyarakat Pendukungnya, Semarang: P&K, 199[1][5]
Bagi kaum Nasionalis menjaga budaya adalah hal wajib ,dikarenakan Budaya adalah wujud kekayaan bangsa yang tidak ternilai secara materil,tidak heran jika pesan our faunding fathers kita Ir.Soekarno berkata dalam salah satu pidatonya yang  berapi-api  Nation and Carakter Building”,pembangunan terhadap bangsa dan karakter bangsa Indonesia adalah hal yang urgen supaya NKRI yang bisa dibilang masih labil ini tidak bertaklid buta maupun terhegemoni atas budaya bangsa lain,Melainkan lewat pesan tersebut president pertama kita.


Blankon
 


Blankon Jogja
Blankon Solo


Macam-Macam Beskap
Beskap Solo
Beskap Jogja

Keris

Tidak ada komentar:

Masukan alamat email anda