Selamat menikmati berbagai artikel dan makalah dari teman-teman Mahasiswa ISBD, ditunggu komentar, kritik dan saran anda pada posting tulisan tersebut, dalam kolom komentar. Atau anda bisa mendapat kiriman artikel via email dengan memasukan alamat email anda pada kolom diatas. Terima Kasih

Senin, 31 Maret 2014

"LUNTURNYA EKSISTENSI BUDAYA TANAH AIR / BANGSA"



OLEH   : IRA MARTA PUTRI/ 132012017 /MD302B

Keadaan Budaya Indonesia Saat Ini

Latar Belakang

Sejak Proklamasi kemerdekaan RI 17 Agustus 1945 sampai sekarang, kurang lebih 69 tahun lamanya Indonesia mengalami berbagai macam gangguan seperti keamanan, politik, sosial budaya yang sangat berpengaruh terhadap stabilitas nasional. Persatuan dan kesatuan bangsa menjadi tinggal kenangan.
Dan masalah politik yang sedang marak saat ini adalah melonjaknya angka korupsi yang terjadi di Indonesia, dan oknum-oknum pemerintahanlah yang banyak menjadi tersangka utamanya. Padahal anggota pemerintahan seharusnya bertugas untuk menyejahterakana rakyatnya, namun pada realitasnya para petinggi / para pejabat justru lebih mementingkan untuk menyejahterakan diri sendiri dengan mengorbankan rakyat kecil. Kemiskinan meningkat, kisruh terjadi diberbagai daerah, dan korupsi merajalela dimana-mana
Inilah realita yang tak dapat dipungkiri dan sedang terjadi di Indonesia saat ini. Kondisi keamanan, politik, sosial budaya saat ini Indonesia sedang amburadul. Terus mau dibawa kemana negeri ini????
Pengaruh Budaya Luar terhadap Budaya Indonesia
Keanekaragaman yang dimiliki Indonesia, baik suku, agama, bahasa daerah, pulau, adat istiadat serta masih banyak lagi lainnya. Pada mulanya Indonesia mendapat pengaruh yang besar dari Tionghoa, lalu kebudayaan India serta arab. Dari waktu kewaktu budaya barat mulai marak dan dengan mudah diserap oleh masyarakat Indonesia tanpa peduli apakah kebudayaan tersebut merusak atau tidak. Dan pada realitanya, masyarakat Indonesia lebih suka menghadapi budaya luar daripada melestarikan budaya tanah air sendiri.
Bila kebiasaan ini terus menerus berlangsung tanpa adanya proses penyaringan dan pengontrolan, maka akan dipastikan kebudayaan Indonesia akan musnah. Permasalahan ini timbul bukan karena faktor luar, tapi justru berasal dari dalam diri pribadi masing – masing warga masyarakat yang seakan malu serta menganggap kuno budayanya sendiri. Dan menganggap budaya luar lebih gaul, lebih wahh, dan lebih modern. Beberapa contoh budaya asing yang masuk ke indonesia, yaitu freesex, pengkonsumsian narkoba, aborsi dan minum-minuman keras. Yang pertama adalah freesex. Saat ini freesex tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa saja, namun banyak anak – anak remaja pula yang mulai melakukan coba – coba. Dan yang kedua adalah pengkonsumsian narkoba. Orang barat biasanya menggunakan narkoba sebagai penambah stamina, merilekskan pikiran, semangat dan meningkatkan kreatifitas dalam bekerja. Dengan dosis yang aman bagi mereka. Di Indonesia, orang sering menggunakan narkoba untuk menghilangkan stres dengan dosis yang berlebihan. Yang tidak jarang menyebabkan kematian bagi pengkonsumsinya. Dan yang ketiga adalah aborsi. Aborsi sebenarnya tidak jauh hubungannya dengan kasus freesex inilah banyak kaum wanita yang hamil diluar nikah. Dan untuk menutupi rasa malu mereka akan  melakukan berbagai cara supaya orang – orang tidak mengetahuinya. Salah satunya dengan cara aborsi. Padahal resiko yang akan di alami orang yang melakukan aborsi sangat besar. Kasus abortus /aborsi ini sebenarnya  tidak  terlalu jauh hubungannya dengan kasus freesex inilah banyak kaum wanita yang hamil di luar nikah dan karena rasa malu kebanyakan para wanita itu melakukan jalan pintas dengan aborsi tanpa memikirkan akibat apa saja yang akan dialaminya kelak. Selain dibenci oleh Tuhan, kegiatan ini dapat mencelakai pihak wanita itu sendiri. Dan yang terakhir adalah minum-minuman keras. Masyarakat Indonesia kini menganggap bahwa minum-minuman keras itu hal yang biasa. Mulai dari orang yang berasal dari kelas atas hingga kelas rendah. Orang yang berasal dari kelas atas biasanya akan membeli minum-minuman keras yang bermerk, seperti Wine ,Brandy, Whyski Vodka,Mansion House dan masih banyak lainnya. Sedangkan orang-orang yang berasal dari kalangan bawah biasanya lebih memilih oplosan. Padahal orang-orang luar negeri mengkonsumsi alkohol hanya untuk menghangatkan tubuh saja. contoh kasus akibat mengkonsumsi oplosan yang terjadi pada Senin,  6 Januari 2014  −  09:42 WIB seperti 24 korban miras oplosan di Mojokerto, Korban Miras Oplosan Mojokerto Tambah 2 Orang. Dari kedua contoh diatas dapat diambil kesimpulan bahwa oplosan sekalipun dapat menimbulkan dampak yang serius hingga kematian.

 Selain dari segi sisi negatif, budaya barat juga memberikan dampak positif juga, misalnya dalam bidang IPTEK, pembangunan dan masih banyak lainnya. Dan semua itu tentunya tidak terlepas dari pengawasan Pancasila sebagai paradigma kehidupan di Indonesia. Dari penjelasan diatas, jelas sekali bahwa kebudayaan luar berpengaruh sekali terhadap budaya bangsa , tinggal bagaimana kita menyaring serta menyeleksi budaya-budaya luar itu agar tidak merusak budaya kita. Budaya luar yang sesuai dengan kepribadian bangsa dapat diterapkan guna memperkaya budaya Indonesia. Sedangkan budaya kuar yang tidak sesuai hendaknya kita buang jauh-jauh agar tidak merusak kepribadian asli bangsa Indonesia.

PERUBAHAN BUDAYA
Kebudayaan merupakan keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang digunakannya untuk menginterpretasikan lingkungan dan pengalamannya serta dijadikan pedoman bagi tingkah lakunya. Kebudayaan saat ini dan dahulu sangatlah berbeda. Misalnya kebudayaan barat  mulai mengikis kebudayaan yang yang dimiliki Indonesia, misalnya budaya freesex, minum-minuman keras, hingga hilangnya rasa hormat anak kepada orangtuanya.

Kita semua juga tahu, bahwa Indonesia memiliki banyak sekali peninggalan budaya dari nenek moyang kita terdahulu, hal itulah yang harus dibanggakan. Namun pada relitanya semakin majunya arus gobalisasi membuat semakin berkurangnya rasa cinta terhadap budaya bangsa. Dan dari celah inilah banyak warisan budaya kita yang dicuri oleh bangsa lain. Seperti contohnya :

  1. Batik dari jawa oleh Adidas
  2. Lagu rasa sayange dari maluku oleh pemerintah Malaysia
  3. Tari reog ponorogo dari jawa timur oleh pemerintah malaysia
  4.  Alat musik gamelan dari jawa oleh pemerintah Malaysia
  5.  Tari kuda lumping dari jawa timur oleh pemerintah Malaysia
  6.  Lagu kakak tua dari maluku oleh pemerintah Malaysia
  7.  Lagu anak kambing saya dari nusa tenggara oleh pemerintah Malaysia
  8.  Motif batik perang dari yogyakarta oleh pemerintah Malaysia
  9.  Alat musik angklung oleh pemerintah Malaysia
  10.  Lagu jali-jali oleh pemerintah Malaysia
  11. Tari pendet dari bali oleh pemerintah Malaysia

Dari data tersebut, bisa dibuktikan bahwa masyarakat indonesia sendiri kurang memperhatikan bagian dari budaya indonesia. dan diharapkan untuk masyarakat indonesia lebih memperhatikan bagian dari peninggalan budaya indonesia. dan sekarang akan diupayakan oleh pemerintah agar mendidik anak-anak muda untuk perduli terhadap hal tersebut, dan lebih mengenalkan dari dini sikap akan pentingnya pengetahuan budaya indonesia.

Saran: Diharapkan sebagai warga indonesia kita juga harus mengenal serta memahami berbagai macam kebudayaan yang ada, serta kita berkewajiban untuk menjaga serta melestarikan budaya yang ada supaya budaya yang dimiliki oleh negeri ini tidak diambil oleh bangsa lain. Sebenarnya itu semua juga

Tidak ada komentar:

Masukan alamat email anda