Selamat menikmati berbagai artikel dan makalah dari teman-teman Mahasiswa ISBD, ditunggu komentar, kritik dan saran anda pada posting tulisan tersebut, dalam kolom komentar. Atau anda bisa mendapat kiriman artikel via email dengan memasukan alamat email anda pada kolom diatas. Terima Kasih
Tampilkan postingan dengan label Kebudayaan Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kebudayaan Indonesia. Tampilkan semua postingan

Senin, 31 Maret 2014

Eksistensi Tari Sintren Pesisir di Era Globalisasi


Oleh : Andika Nur Puspitasari / 802011114 / MD302A

Siapa yang tidak bangga terhadap kesenian tari Indonesia yang begitu banyak. Dari sekian banyak Negara yang ada di dunia, Indonesialah yang memiliki kesenian tari yang sangat beragam. Mulai dari Sabang hingga Merauke, setiap suku memiliki seni tari  yang berbeda, mereka memiliki seni tari khas daerah mereka sendiri. Di Indonesia, terdapat lebih dari 3000 tarian asli Indonesia. Akan tetapi, saat ini banyak seni tari yang dimiliki Indonesia, tidak terwarisi dengan baik dari generasi ke generasi berikutnya. Perubahan dan perkembangan zaman, hampir mengikis keberadaan banyak seni tari yang ada. Salah satu seni tari yang sudah hampir punah adalah kesenian sintren.

Sejarah Tari Sintren
Tari Sintren Jawa Tengah berasal dari kisah Sulandono sebagai putra Ki Baurekso hasil perkawinannya dengan Dewi Rantamsari. Raden Sulandono memadu kasih dengan Sulasih seorang putri dari Desa Kalisalak, namun hubungan asmara tersebut tidak mendapat restu dari Ki Baurekso, akhirnya R. Sulandono pergi bertapa dan Sulasih memilih menjadi penari. Meskipun demikian pertemuan di antara keduanya masih terus berlangsung melalui alam gaib. Pertemuan tersebut diatur oleh Dewi Rantamsari yang memasukkan roh bidadari ke tubuh Sulasih, pada saat itu pula R. Sulandono yang sedang bertapa dipanggil oleh roh ibunya untuk menemui Sulasih dan terjadilah pertemuan di antara Sulasih dan R. Sulandono. Sejak saat itulah setiap diadakan pertunjukan sintren sang penari pasti dimasuki roh bidadari oleh pawangnya, dengan catatan bahwa hal tersebut dilakukan apabila sang penari masih dalam keadaan suci (perawan).


 
Pertunjukan Tari
Untuk menjadi seorang sintren, persyaratan yang utama adalah penari diharuskan masih gadis dan perawan. Hal ini dikarenakan seorang sintren harus dalam keadaan suci dan  penari sintren merupakan “bidadari” dalam pertunjukan. Bahkan sebelum menjadi seorang sintren sang gadis diharuskan berpuasa terlebih dahulu, hal ini dimaksudkan agar tubuh si gadis tetap dalam keadaan suci. Karena dengan berpuasa otomatis si gadis akan menjaga pola makannya, selain itu dia akan menjaga tingkah lakunya agar tidak berbuat dosa dan berzina. Sehingga tidak menyulitkan bagi roh atau dewa yang akan masuk kedalam tubuhnya.

Ada beberapa istilah dalam kesenian sintren. Yang pertama adalah paripurna. Yaitu tahapan menjadikan sintren yang dilakukan oleh Pawang, dengan membawa calon penari sintren bersama dengan 4 (empat) orang pemain. Dayang sebagai lambang bidadari (Jawa: Widodari patang puluh) sebagai cantriknya Sintren. Kemudian Sintren didudukkan oleh Pawang dalam keadaan berpakain biasa dan didampingi para dayang/cantrik. Dalam  paripurna, pawang segera menjadikan penari sintren melalui tiga tahap:
·         Tahap Pertama, pawang memegang kedua tangan calon penari sintren, kemudian diletakkan di atas asap kemenyan sambil mengucapkan mantra, selanjutnya calon penari sintren diikat dengan tali yang dililitakan ke seluruh tubuh.
·         Tahap Kedua, calon penari sintren dimasukkan ke dalam sangkar (kurungan) ayam bersama busana sintren dan perlengkapan merias wajah. Beberapa saat kemudian kurungan dibuka, sintren sudah berdandan dalam keadaan terikat tali, lalu sintren ditutup kurungan kembali.
·         Tahap Ketiga, setelah ada tanda-tanda sintren sudah jadi (biasanya ditandai kurungan bergetar/bergoyang) kurungan dibuka, sintren sudah lepas dari ikatan tali dan siap menari. Selain menari adakalanya sintren melakukan akrobatik diantaranya ada yang berdiri diatas kurungan sambil menari. Selama pertunjukan sintren berlangsung, pembakaran kemenyan tidak boleh berhenti.

Istilah yang kedua adalah  balangan (Jawa : mbalang). Balangan yaitu pada saat penari sintren sedang menari maka dari arah penonton ada yang melempar sesuatu ke arah penari sintren. Setiap penari terkena lemparan maka sintren akan jatuh pingsan. Pada saat itu, pawang dengan menggunakan mantra-mantra tertentu kedua tangan penari sintren diasapi dengan kemenyan dan diteruskan dengan mengusap wajah penari sintren dengan tujuan agar roh bidadari datang lagi sehingga penari sintren dapat melanjutkan menari lagi. Kemudian, penonton yang melemparkan uang tersebut diperbolehkan untuk menari dengan sintren.

Kemudian yang terakhir adalah istilah temohan. Temohan adalah penari sintren dengan nyiru/tampah atau nampan mendekati penonton untuk meminta tanda terima kasih berupa uang ala kadarnya. Sebelum memulai pertunjukan, maka akan dilakukan Dupan. Dupan, yaitu acara berdoa bersama-sama diiringi membakar kemenyan dengan tujuan memohon perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar selama pertunjukan terhindar dari mara bahaya.



Mulainya pertunjukan, adalah saat dimulainya tabuhan gamelan sebagai tanda akan dimulainya pertunjukan kesenian sintren dan dimaksudkan untuk mengumpulkan massa atau penonton. Kemudian juru kawih akan membacakan mantra-mantra, “tambak tambak pawon. Isie dandang kukusan. Ari kebul-kebul wong nontone pada kumpul” mantra ini untuk memanggil penonton, juru kawih tidak akan berenti membacakan mantra tersebut hingga penonton kumpul.
 Kemudian saat sintren akan dimasukkan roh. Biasanya roh yang diundang adalah roh Dewi Lanjar, jika sang Dewi Lanjar, maka penari akan terlihat lebih cantik dan membawakan tarian dengan cantik dan mempesona. Mantra yang biasa dinyanyikan untuk memanggil Dewi Lanjar agar masuk ke dalam tubuh penari adalah “nemu kembang yona yoni, kembange siti mahendra, widadari temurunan, merasuki badan nira”. Kemudian setelah roh sudah masuk kedalam tubuh penari, maka kurungan akan dibuka. Kemudian juru kawih membacakan syair selanjutnya “kembang trate, dituku disebrang kana, kartini dirante, kang rante aran man grana”.  Maka munculah penari sintren yang sudah cantik jelita.

Tempat yang digunakan untuk pertunjukan kesenian sintren adalah arena terbuka. Hal ini di maksudkan agar pertunjukan yang sedang berlangsung tidak terlihat batas antara penonton dengan penari sintren maupun pendukungnya. Pertunjukan sintren ini umunya lebih  komunikatif, artinya ada interaksi antara pemain dengan penonton. Bisa dibuktikan pada saat acara balangan dan temohan, dimana antara penonton dan penari sintren terlihat menyatu dalam satu pertunjukan dengan ikut menari setelah penonton melakukan balangan pada penari sintren. Sintren yang menari biasanya didampingi dengan penari pendamping dan seorang bodor atau pelawak. Lagu-lagu yang dimainkan biasanya lagu jawa. Alat music yang digunakan, awalnya merupakan alat yang sederhana. Seperti, gending dan alat yang menyerupai dandang dan nampah, namun tetap asik untuk didengarkan. Berbeda dengan sekarang, alat music yang digunakan menggunakan orkes. Mungkin hal ini dilakukan untuk mengikuti perkembangan zaman dan menarik banyak perhatian orang untuk menyaksikan pertunjukan sintren.

Busana yang digunakan penari sintren dulunya berupa pakaian kebaya (untuk atasan) . Busana kebaya ini lebih banyak dipakai oleh wanita yang hidup di desa-desa sebagai busana keseharian. Sekarang ini penari sintren umunya menggunakan busana golek yang lebih nyentrik.
Dan berikut adalah penjelasan busana golek yang digunakan oleh sintren saat ini :
·         Baju keseharian, yang dipakai sebelum pertunjukan kesenian sintren berlangsung.
·          Baju golek, adalah baju tanpa lengan yang biasa dipergunakan dalam tari golek.
·         Kain atau jarit, model busana wanita Jawa.
·         Celana Cinde, yaitu celana tiga perempat yang panjangnya hanya sampai lutut.
·         Sabuk, yaitu berupa sabuk lebar dari bahan kain yang biasa dipakai untuk mengikat sampur.
·         Sampur, berjumlah sehelai/selembar dililitkan di pinggang dan diletakkan di samping kiri dan kanan kemudian diutup sabuk atau diletakkan didepan.
·         Jamang, adalah hiasan yang dipakai dikepala dengan untaian bunga melati di samping kanan dan kiri telinga sebagai koncer.
·         Kaos kaki hitam dan putih, seperti ciri khas kesenian tradisional lain khususnya di Jateng.
·         Kacamata Hitam, berfungsi sebagai penutup mata karena selama menari, sintren selalu memejamkan mata akibat kerasukan “trance”, juga sebagai ciri khas kesenian sintren dan menambah daya tarik/mempercantik penampilan.
Pertunjukan  sintren awalnya disajikan pada waktu sunyi dalam malam bulan purnama dan menurut kepercayaan masyarakat lebih utama lagi kalau dipentaskan pada malam kliwon, karena di dalam kesenian sintren terdapat ritual dan gerakan yang sangat berkaitan dengan kepercayaan adanya roh halus yang menjelma menjadi satu dengan penari sintren. Kesenian sintren ini  sudah termasuk kesenian yang langka. Bahkan di daerah asalnya sendiri kita sulit menemukan grup sintren. Sungguh beruntung sekali orang yang pernah menyaksikan kesenian ini secara langsung.
Kelangkaan kesenian ini, juga bersumber dari masyarakat Indonesia yang tidak mau melestarikan dan mencintai kesenian mereka sendiri. Jangankan untuk mencintai kesenian sintren, menjadi salah satu bagian dari pertunjukan inipun mungkin mereka harus berfikir dua kali. Bisa saja mereka berat harus menjalankan ritual yang menjadi syarat penari sintren. Misalnya masih harus gadis dan belum menikah. Selain itu harus bersedia dimasuki roh didalam tubuhnya.
Di masa globalisasi, sesungguhnya sangat mudah melestarikan kesenian sintren. Jangan sampai kesenian sintren ini hilang di makan zaman. Ada beberapa cara melestarikan kesenian ini, meskipun kita tidak harus menjadi bagian dari grup sintren, kita bisa menjadikan pertunjukan sintren sebagai objek utama dalam kebutuhan wisata budaya. Tidak sulit sesungguhnya menjadikan sebuah kesenian menjadi objek wisata budaya. Hanya dengan keinginan yang besar , kecintaan terhadap kesenian sintren dan kemampuan bekerjasama dengan grup kesenian sintren, semua akan berjalan dengan baik. Namun, kita tidak perlu khawatir akan kelangkaan kesenian ini di masa globalisasi. Dari sekian juta lebih masyarakat Indonesia, ternyata masih ada yang mau melestarikan kesenian ini. Di tahun 2002, kesenian ini pernah diangkat kedalam sebuah film local berjudul sintren oh sintren. Film produksi Sindoro Multimedia Studio’s tersebut menceritakan tentang keinginan seseorang untuk menghidupkan kembali tradisi kesenian sintren.  Meskipun hanya tersisa sedikit, setidaknya ada bagian masyarakat Indonesia yang mau melestarikannya. Warisan budaya nenek moyang ini, jangan sampai hilang di telan zaman yang semakin modern.  Orisinalitas juga harus tetap dijaga dalam pertunjukan kesenian ini. Budaya kita adalah budaya Indonesia, kesenian kita adalah kesenian Indonesia. Jangan lebih kita mencintai budaya asing, tetapi pelajarilah kesenian dan budaya yang lebih mewah yang kita miliki di Negara tercinta ini, Indonesia.  Kalau bukan kita sendiri yang mau melestarikan kesenian yang unik ini? Siapa lagi?

"LUNTURNYA EKSISTENSI BUDAYA TANAH AIR / BANGSA"



OLEH   : IRA MARTA PUTRI/ 132012017 /MD302B

Keadaan Budaya Indonesia Saat Ini

Latar Belakang

Sejak Proklamasi kemerdekaan RI 17 Agustus 1945 sampai sekarang, kurang lebih 69 tahun lamanya Indonesia mengalami berbagai macam gangguan seperti keamanan, politik, sosial budaya yang sangat berpengaruh terhadap stabilitas nasional. Persatuan dan kesatuan bangsa menjadi tinggal kenangan.
Dan masalah politik yang sedang marak saat ini adalah melonjaknya angka korupsi yang terjadi di Indonesia, dan oknum-oknum pemerintahanlah yang banyak menjadi tersangka utamanya. Padahal anggota pemerintahan seharusnya bertugas untuk menyejahterakana rakyatnya, namun pada realitasnya para petinggi / para pejabat justru lebih mementingkan untuk menyejahterakan diri sendiri dengan mengorbankan rakyat kecil. Kemiskinan meningkat, kisruh terjadi diberbagai daerah, dan korupsi merajalela dimana-mana
Inilah realita yang tak dapat dipungkiri dan sedang terjadi di Indonesia saat ini. Kondisi keamanan, politik, sosial budaya saat ini Indonesia sedang amburadul. Terus mau dibawa kemana negeri ini????
Pengaruh Budaya Luar terhadap Budaya Indonesia
Keanekaragaman yang dimiliki Indonesia, baik suku, agama, bahasa daerah, pulau, adat istiadat serta masih banyak lagi lainnya. Pada mulanya Indonesia mendapat pengaruh yang besar dari Tionghoa, lalu kebudayaan India serta arab. Dari waktu kewaktu budaya barat mulai marak dan dengan mudah diserap oleh masyarakat Indonesia tanpa peduli apakah kebudayaan tersebut merusak atau tidak. Dan pada realitanya, masyarakat Indonesia lebih suka menghadapi budaya luar daripada melestarikan budaya tanah air sendiri.
Bila kebiasaan ini terus menerus berlangsung tanpa adanya proses penyaringan dan pengontrolan, maka akan dipastikan kebudayaan Indonesia akan musnah. Permasalahan ini timbul bukan karena faktor luar, tapi justru berasal dari dalam diri pribadi masing – masing warga masyarakat yang seakan malu serta menganggap kuno budayanya sendiri. Dan menganggap budaya luar lebih gaul, lebih wahh, dan lebih modern. Beberapa contoh budaya asing yang masuk ke indonesia, yaitu freesex, pengkonsumsian narkoba, aborsi dan minum-minuman keras. Yang pertama adalah freesex. Saat ini freesex tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa saja, namun banyak anak – anak remaja pula yang mulai melakukan coba – coba. Dan yang kedua adalah pengkonsumsian narkoba. Orang barat biasanya menggunakan narkoba sebagai penambah stamina, merilekskan pikiran, semangat dan meningkatkan kreatifitas dalam bekerja. Dengan dosis yang aman bagi mereka. Di Indonesia, orang sering menggunakan narkoba untuk menghilangkan stres dengan dosis yang berlebihan. Yang tidak jarang menyebabkan kematian bagi pengkonsumsinya. Dan yang ketiga adalah aborsi. Aborsi sebenarnya tidak jauh hubungannya dengan kasus freesex inilah banyak kaum wanita yang hamil diluar nikah. Dan untuk menutupi rasa malu mereka akan  melakukan berbagai cara supaya orang – orang tidak mengetahuinya. Salah satunya dengan cara aborsi. Padahal resiko yang akan di alami orang yang melakukan aborsi sangat besar. Kasus abortus /aborsi ini sebenarnya  tidak  terlalu jauh hubungannya dengan kasus freesex inilah banyak kaum wanita yang hamil di luar nikah dan karena rasa malu kebanyakan para wanita itu melakukan jalan pintas dengan aborsi tanpa memikirkan akibat apa saja yang akan dialaminya kelak. Selain dibenci oleh Tuhan, kegiatan ini dapat mencelakai pihak wanita itu sendiri. Dan yang terakhir adalah minum-minuman keras. Masyarakat Indonesia kini menganggap bahwa minum-minuman keras itu hal yang biasa. Mulai dari orang yang berasal dari kelas atas hingga kelas rendah. Orang yang berasal dari kelas atas biasanya akan membeli minum-minuman keras yang bermerk, seperti Wine ,Brandy, Whyski Vodka,Mansion House dan masih banyak lainnya. Sedangkan orang-orang yang berasal dari kalangan bawah biasanya lebih memilih oplosan. Padahal orang-orang luar negeri mengkonsumsi alkohol hanya untuk menghangatkan tubuh saja. contoh kasus akibat mengkonsumsi oplosan yang terjadi pada Senin,  6 Januari 2014  −  09:42 WIB seperti 24 korban miras oplosan di Mojokerto, Korban Miras Oplosan Mojokerto Tambah 2 Orang. Dari kedua contoh diatas dapat diambil kesimpulan bahwa oplosan sekalipun dapat menimbulkan dampak yang serius hingga kematian.

 Selain dari segi sisi negatif, budaya barat juga memberikan dampak positif juga, misalnya dalam bidang IPTEK, pembangunan dan masih banyak lainnya. Dan semua itu tentunya tidak terlepas dari pengawasan Pancasila sebagai paradigma kehidupan di Indonesia. Dari penjelasan diatas, jelas sekali bahwa kebudayaan luar berpengaruh sekali terhadap budaya bangsa , tinggal bagaimana kita menyaring serta menyeleksi budaya-budaya luar itu agar tidak merusak budaya kita. Budaya luar yang sesuai dengan kepribadian bangsa dapat diterapkan guna memperkaya budaya Indonesia. Sedangkan budaya kuar yang tidak sesuai hendaknya kita buang jauh-jauh agar tidak merusak kepribadian asli bangsa Indonesia.

PERUBAHAN BUDAYA
Kebudayaan merupakan keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang digunakannya untuk menginterpretasikan lingkungan dan pengalamannya serta dijadikan pedoman bagi tingkah lakunya. Kebudayaan saat ini dan dahulu sangatlah berbeda. Misalnya kebudayaan barat  mulai mengikis kebudayaan yang yang dimiliki Indonesia, misalnya budaya freesex, minum-minuman keras, hingga hilangnya rasa hormat anak kepada orangtuanya.

Kita semua juga tahu, bahwa Indonesia memiliki banyak sekali peninggalan budaya dari nenek moyang kita terdahulu, hal itulah yang harus dibanggakan. Namun pada relitanya semakin majunya arus gobalisasi membuat semakin berkurangnya rasa cinta terhadap budaya bangsa. Dan dari celah inilah banyak warisan budaya kita yang dicuri oleh bangsa lain. Seperti contohnya :

  1. Batik dari jawa oleh Adidas
  2. Lagu rasa sayange dari maluku oleh pemerintah Malaysia
  3. Tari reog ponorogo dari jawa timur oleh pemerintah malaysia
  4.  Alat musik gamelan dari jawa oleh pemerintah Malaysia
  5.  Tari kuda lumping dari jawa timur oleh pemerintah Malaysia
  6.  Lagu kakak tua dari maluku oleh pemerintah Malaysia
  7.  Lagu anak kambing saya dari nusa tenggara oleh pemerintah Malaysia
  8.  Motif batik perang dari yogyakarta oleh pemerintah Malaysia
  9.  Alat musik angklung oleh pemerintah Malaysia
  10.  Lagu jali-jali oleh pemerintah Malaysia
  11. Tari pendet dari bali oleh pemerintah Malaysia

Dari data tersebut, bisa dibuktikan bahwa masyarakat indonesia sendiri kurang memperhatikan bagian dari budaya indonesia. dan diharapkan untuk masyarakat indonesia lebih memperhatikan bagian dari peninggalan budaya indonesia. dan sekarang akan diupayakan oleh pemerintah agar mendidik anak-anak muda untuk perduli terhadap hal tersebut, dan lebih mengenalkan dari dini sikap akan pentingnya pengetahuan budaya indonesia.

Saran: Diharapkan sebagai warga indonesia kita juga harus mengenal serta memahami berbagai macam kebudayaan yang ada, serta kita berkewajiban untuk menjaga serta melestarikan budaya yang ada supaya budaya yang dimiliki oleh negeri ini tidak diambil oleh bangsa lain. Sebenarnya itu semua juga

Minggu, 30 Maret 2014

KEHIDUPAN SOSIAL DAN BUDAYA SUKU MINAHASA


OLEH : MELISA PRISILIA LEMBONUNU / 682013054 / MD302B




    A.   TENTANG MINAHASA
MINAHASA terletak di ujung jazirah utara pulau Sulawesi, pada posisi geografis 124°40′ – 124°50′ BT dan 1°30′ – 1°40′ LU Kota Manado Merupakan dari provinsi Sulawesi Utara Kota Manado seringkali disebut sebagai Menado. Minahasa berasal dari kata dasar “ESA” yang berarti “Satu”. Motto dari Sulawesi utara adalah Si Tou Timou Tumou Tou, sebuah filsafat hidup masyarakat Minahasa yang dipopulerkan oleh Sam Ratulangi, yang berarti: "Manusia hidup untuk memanusiakan orang lain" atau "Orang hidup untuk menghidupkan orang lain". Dalam ungkapan Bahasa Manadonya, yang berarti: "Baku beking pande" yang secara umum berarti "Saling menambah pintar dengan orang lain".



    B.      SUKU MINAHASA
Di Minahasa terdapat beberapa suku yang cukup banyak dan beragam,Berikut merupakan Nama-nama suku yang ada dan tempat di mana suku-suku itu berada
Ø  Tonsea; terdapat di sekitar Timur Laut Minahasa.
Ø  Tombulu; terdapat di sekitar Barat Laut danau Tondano.
Ø  Tontemboan/Tompakewa; terdapat di sekitar Barat Daya Minahasa.
Ø  Toulour; terdapat di bagian Timur dan pesisir danau Tondano.
Ø  Tonsawang; terdapat di bagian tengah dan Selatan Minahasa.
Ø  Pasan atau Ratahan; terdapat di bagian Tenggara Minahasa.
Ø  Ponosakan; di bagian Tenggara Minahasa.
Ø  Bantik; terdapat di beberapa tempat di pesisir Barat Laut Utara dan Selatan kota Manado.

   C.   MACAM-MACAM KEBUDAYAAN ASLI DI MINAHASA
Seperti yang kita ketahui Minahasa mempunyai begitu banyak keragaman budaya yang ada. Mulai dari Tarian,alat music,Makanan dan minuman.Berikut beberapa contoh kebudayaan MINAHASA
Mapalus
Mapalus adalah bentuk gotong royong tradisional warisan nenek moyang orang Minahasa di Kota Manado yang merupakan suatu sistem prosedur, metode atau tehnik kerja sama untuk kepentingan bersama oleh masing-masing anggota secara bergiliran. Mapalus muncul atas dasar kesadaran akan adanya kebersamaan, keterbatasan akan kemampuannya baik cara berpikir, berkarya, dan lain sebagainya.
Jadi, mapulus ini merupakan suatu bentuk kebersamaan yg selalu di junjung oleh suku MINAHASA dalam menjalin kebersamaan di antara masyarakat Minahasa.


Rumah Panggung Adat MINAHASA
Rumah panggung atau wale merupakan tempat kediaman para anggota rumah tangga orang Minahasa di Kota Manado, dimana didalamnya digunakan sebagai tempat melakukan berbagai aktivitas. Rumah panggung jaman dahulu dimaksudkan untuk menghindari serangan musuh secara mendadak atau serangan binatang buas. Sekalipun keadaan sekarang tidak sama lagi dengan keadaan dahulu, tapi masih banyak penduduk yang membangun rumah panggung berdasarkan konstruksi rumah modern. 




Pengucapan Syukur
Pada masa lalu pengucapan syukur diadakan untuk menyampaikan doa atau mantra yang memuji kebesaran dan kekuasaan para dewa atas berkat yang diberikan sambil menari dan menyanyikan lagu pujian dengan syair yang mengagungkan. Saat ini pengucapan syukur di Kota Manado dilaksanakan dalam bentuk ibadah di gereja. Pada hari H tersebut setiap rumah tangga menyiapkan makanan dan kue untuk dimakan oleh anggota rumah tangga, juga dipersiapkan bagi para tamu yang datang berkunjung.
Contoh pengucapan syukur sering kali dirangkaikan dengan IBADAH rukun, ucapan syukur kadang di adakan seperti kalau ada yang berulang Tahun,Syukur atas Kesembuhan,atau Berkat-berkat yang telah di terima keluarga tersebut.

Tari Kabasaran
Tari kabasaran sering juga disebut tari cakalele, adalah salah satu seni tari tradisional orang Minahasa yang banyak dimainkan oleh masyarakat Kota Manado, yang biasanya ditampilkan pada acara-acara tertentu seperti menyambut tamu dan pagelaran seni budaya. Tari ini menirukan perilaku dari para leluhur dan merupakan seni tari perang melawan musuh.



Tari Maengket
Tari maengket adalah salah satu seni tarian rakyat orang Minahasa. Tarian ini disertai dengan nyanyian dan diiringi gendang atau tambur yang biasanya dilakukan sesudah panen padi sebagai ucapan syukur kepada Sang Pencipta.Jadi, Tari maengket ini merupakan tarian rakyat untuk Hasil panen yg telah mereka dapatkan yang sejak dulu sudah di ciptakan untuk ucapan syukur atas hasil panen.





Musik Kolintang
Musik kolintang pada awalnya dibuat dari bahan yang disebut wunut dari jenis kayu yang disebut belar. Pada perkembangan selanjutnya, kolintang mulai menggunakan bahan kayu telor dan cempaka. Orkes kolintang sebagai produk seni musik tradisional bukan saja sebagai sarana hiburan, akan tetapi juga sebagai media penerapan pendidikan musik yang dimulai dari anak-anak sekolah di Kota Manado.







Musik Bia
Bia adalah sejenis kerang atau keong yang hidup dilaut. Sekitar tahun 1941 seorang penduduk Desa Batu Minahasa Utara menjadikan kerang/keong sebagai satu tumpukan musik. Musik bia akhirnya telah menjadi salah satu seni musik tradisional yang turut memberikan nilai tambah bagi masyarakat Kota Manado. Dengan hadirnya musik ini pada pagelaran kesenian dan acara tertentu, telah menimbulkan daya tarik tersendiri bagi wisatawan baik mancanegara maupun nusantara.
















               
MAKANAN
Sejak dulu kala makanan Khas manado sudah terkenal dengan “rasa pedas” yang sangat luar biasa. Jadi kebanyakan orang yg tidak begitu menyukai rasa pedas enggan untuk mencicipi atau merasakan makanan Khas manado. Begitu banyak makanan-makanan khas manado yg terkenal saLah satunya BUBUR MANADO “TINUTUAN”. Tinutuan tidak hanya dapat kita jumpai di Sulawesi Utara saja melainkan di daerah-daerah lain juga sudah banyak yang mencoba untuk menjual makanan tersebut. Masih banyak lagi makana khas manado antara lain : RW(daging Anjing yang di  masak dengan berbagai macam bumbu-bumbu khas),ES brenebon( ES yang bahan dasarnya kacang merah),Cucur (kue khas manado)

MINUMAN        
Cap Tikus adalah jenis cairan berkadar alkohol rata-rata 40 persen yang dihasilkan melalui penyulingan saguer (cairan putih yang keluar dari mayang pohon enau atau seho dalam bahasa daerah Minahasa).Cap tikus merupakan Minuman khas manado yang sangat sering di jumpai di manado.
begitu banyak orang yang menyukai minuman ini sehingga Cap tikus sangat mudah untuk di dapatkan banyak yg menjualnya di warung-warung atau malah mengolahnya sendiri di rumah masing-masing.

Minuman ini Sering kita jumpai di acara-acara besar, banyak bapak-bapak atau pemuda-pemuda yang berkumpul berbentuk kelompok-kelompok untuk menikmati minuman ini bersama-sama. Biasanya cap Tikus ini di nikmati bersama RW(makanan khas manado).





*      KEPERCAYAAN SUKU MINAHASA
Mengenai kepercayaan masyarakat MINAHASA, sebelum Tahun 1702 (awal abat 17) Penginjil dari Portugis Joseph Kamp Membawa Masuk Injil di Indonesia melalui Ambon, ternate dan tiba di Tanah Minahasa. Joseph Kamp Masuk Ke Minahasa, Masyarakat Minahasa sudah mempunyai kepercayaan yang masih Bersifat abstrak “Empung Wailan Sima Lengkew Em Pekasa Kaoatan” (Allah Yang Menciptakan Segenap Alam). Selain Percaya Kepada Allah Yang Menciptakan Segenap Alam, Mereka Juga Percaya Ilah-Ilah Lain Yang Diyakini Dapat Membantu Kehidupan Manusia Saat Itu.
Namun, setelah masyarakat Minahasa mengenal dan mempelajari Injil dan agama Kristen, banyak masyarakat Minahasa yg memeluk dan memegang kepercayaan Nasrani sampai sekarang mayoritas di manado adalah yang beragama Kristen.

Berikut ini merupakan pengetahuan-pengetahuan masyarakat suku Minahasa yang sudah ada dari zaman dulu dan Suku Minahasa sebagian besar masih mempercayai hal-hal ini :
Ø  Alam fauna; adanya kepercayaan terhadap tanda-tanda binatang seperti burung dan ular. Ada dua macam burung yang menunjukkan berbagai tanda. Burung siang (waru endo, kemekeke, totombara) dapat menunjukkan tanda adanya berita yang menyenangkan (lowas, keeke rondor), tanda tidak mengganggu perasaan (keeke tenga wowos), tanda tidak menyenangkan (mangalo/mangoro), dan tanda yang menakutkan atau beralamat tidak baik (keke). Burung malam (wara wengi kembaluan) dapat bersuara merdu tanda menyenangkan (manguni rendai), suara hampir merdu dan putus-putus tanda tidak mengganggu perasaan (imbuang), suara parau tanda membimbangkan (paapian), dan bunyi panjang serta keras (kiik) yang bertanda menakutkan jika terdengar dari arah depan atau kanan pendengar. Di samping itu, ada juga tanda dari ular, misalnya ular yang merayap dari barat ke timur dan ular yang mengangkat kepala. Tanda yang lainnya ialah tanda dari empedu atau hati binatang yang disembelih (babi, ayam, sapi, dll) yang dapat meramalkan masa depan.
Ø  Alam flora; pengetahuan tentang alam flora dapat terlihat dari bermacam-macam bahan makanan masyarakat Minahasa yang diperoleh dari tumbuh-tumbuhan. Banyak bahan-bahan obat pula yang diperoleh dari berbagai jenis akar-akaran, dedaunan, kulit-kulit kayu, buah-buahan, rerumputan dan umbi-umbian. Beberapa contoh di antaranya, obat malaria dibuat dari sejenis akar yang disebut riis (tali pahit), goraka (jahe) sebagai obat batuk, obat sakit perut dan penolak roh jahat, serta kucai (sejenis bumbu dapur) sebagai obat demam bagi anak-anak.
Ø  Tubuh manusia; pengetahuan tentang tubuh manusia dibagi ke dalam dua bagian yakni yang menyangkut perbuatan dan yang menyangkut hal-hal yang terjadi dalam tubuh. Pengetahuan itu lebih bersifat larangan-larangan bagi setiap orang yang melakukannya karena akan menimbulkan akibat tersendiri. Contohnya:
·         jangan memotong kuku pada malam hari, nanti kematian ibu atau salah satu anggota keluarga lekas terjadi; maksud sebenarnya ialah bila memotong kuku di waktu malam gampang mendapat luka.
·         Jangan suka tidur tiarap, nanti akan ditangkap hantu; maksudnya ialah agar peredaran darah tidak terganggu.
·         Bila ada kematian di desa, dilarang ke ladang/sawah, jika tidak diindahkan akan mati lemas; sebenarnya adat yang berlaku di Minahasa bila ada peristiwa kematian, setiap orang wajib memberikan bantuan, yang berarti tidak seorangpun yang boleh keluar dari desa.
·         Mata kiri bergerak, artinya akan mendapat surat atau akan segera bertemu dengan saudara yang berada jauh. Sebaliknya, mata kanan bergerak berarti akan mendapat berita buruk atau akan menangis nanti.
·         Telapak tangan kiri gatal artinya akan mendapat untung atau uang. Jika telapak tangan kanan yang gatal, tanda akan mengeluarkan uang.
Ø  Ada juga kepercayaan rakyat Minahasa tentang mimpi, antara lain: mimpi gigi copot, alamat seorang dari keluarga dekat akan meninggal; mimpi mayat, artinya akan mendapat rejeki; mimpi mendapat uang atau dipagut ular, artinya akan mendapat sakit.
Ø  Pengetahuan tentang alam, misalnya bila awan di langit kelihatan berpetak-petak, tandanya banyak ikan atau juga terjadi gempa bumi; bila kelihatan atau kedengaran segerombolan lebah yang terbang dari arah utara menuju selatan, alamatnya akan terjadi kemarau yang panjang, dan bila anjing-anjing membuang kotoran di jalanan umum, alamat musim kemarau panjang telah mulai.
Ø  Pengetahuan tentang waktu; masyarakat Minahasa tradisional mengetahui tentang waktu dengan berpatokan pada matahari dan suara binatang. Misalnya, matahari mulai timbul berarti jam 6 pagi; di atas kepala adalah pukul 12.00; matahari terbenam pukul 6 sore. Ayam berkokok tengah malam adalah pukul 00.00; berkokok selanjutnya merupakan tanda sudah hampir siang. Para petani di sawah mendengar suatu binatang bernama konkoriang sebagai pertanda mereka harus segera pulang sebab waktu telah menunjukkan pukul 17.00. Ada juga semacam alat yang terbuat dari dua botol yang diikat sedemikian rupa, di mana pasir dipindahkan dari satu botol ke botol lain. Waktu selama pasir berpindah (lima jam) digunakan sebagai waktu bekerja (biasanya dalam mapalus).


*      FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SOSIAL DAN BUDAYA MINAHASA
        Dari sejarah yang ada sudah terlihat jelas bahwa Budaya Minahasa terpengaruh dari budaya-budaya yang ada di Negara lain. Contohnya seperti Belanda dan Spanyol. Pengaruh kehadiran orang Spanyol yang bertahan hampir seabad di Minahasa masih tampak hingga saat ini, antara lain dalam aspek bahasa ada beberapa kata yang tak lain ialah bahasa Spanyol. Selain itu, pakaian yang dianggap orang Minahasa sebagai pakaian adat (patung kurengkeng dan saraun di Tondano) tak lain adalah pakaian ala Spanyol. Berkuasanya Belanda di Minahasa juga membawa unsur-unsur kebudayaan lain bagi penduduk Minahasa, antara lain bahasa, cara-cara berpakaian, sistem pemerintahan, sistem pengetahuan, pendidikan, kesehatan, peralatan, pengangkutan, dan sebagainya.
        Jadi, Dapat di katakana bahwa Sosial dan Budaya yang ada di Minahasa Tidak lain adalah campur Tangan oleh bangsa lain.

*      KEHIDUPAN SOSIAL SUKU MINAHASA
Dengan membaca arti dari kata “MAPULUS” seperti yang di jelaskan di atas. Kita sudah dapat mendapatkan suatu bayangan di mana suku Minahasa ini selalu bergotong royong dalam menyelesaikan suatu pekerjaan yang ada. Hal ini merupakan hal positif yang sangat baik dan dapat menjalin kebersamaan di antara begitu banyak suku-suka yang ada. Selain di ajarkan untuk bekerjasama kita juga dapat Saling membantu orang yang kesusahan. sekalipun kita Bukan suku asli dari Minahasa jika kita menerapkan Hal ini dalam Hidup kita pastilah banyak orang yang akan Senang dan Hal positif itu juga akan membawa imbas yang baik bagi diri kita sendiri.




*      KEHIDUPAN BUDAYA SUKU MINAHASA
Dari bermacam-macam contoh dan penjelasan tentang suku Minahasa yang begitu beragam. Kita dapat mengetahui bahwa suku Minahasa masih menjunjung tinggi Budaya yang mereka miliki, suku Minahasa masih melakukan atau menyelenggarakan acara-acara adat seperti Tarian-tarian. Tarian-tarian tersebut kadang di tampilkan di acara-acara besar Seperti penyambutan Tamu atau ulang Tahun kota Manado
Pengucapan syukur juga sampai sekarang masih sering di adakan oleh suku Minahasa.

*      KESIMPULAN
Dari semua pembahasan yang ada di atas yang di latar belakangi Judul “Kehidupan Sosial Budaya Suku Minahasa” kita dapat mengetahui beberapa budaya yang ada di Suku minahasa mulai dari rumah adat,alat music,tarian, dll. Melalui karya tulis ini kita juga dapat mengetahui bahwa suku Minahasa masih menjujung tinggi apa yang sejak dlu sudah menjadi Adat istiadat mereka dan sampai sekarangpun acara-acara adat masih dilaksanakan.Di harapkan suku Minahasa akan terus mempertahankan apa yang menjadi Budaya dan terus melestarikan budaya Minahasa walaupun zaman terus berkembang.





My email : 682013054@student.uksw.edu



DAFTAR PUSTAKA

http://pesonamdo.wordpress.com/kebudayaan-lama-dan-asli-masyarakat-kota-manado/
http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Manado
http://ahmadroihan8-jendelailmu.blogspot.com/2012/06/makalah-suku-minahasa.html
http://randyefferputra.blogspot.com/2012/08/mengenal-suku-bangsa-minahasa.html
http://korakoraminahasasulut.blogspot.com/2012/07/agama-kristen-di-minahasa.html