Selamat menikmati berbagai artikel dan makalah dari teman-teman Mahasiswa ISBD, ditunggu komentar, kritik dan saran anda pada posting tulisan tersebut, dalam kolom komentar. Atau anda bisa mendapat kiriman artikel via email dengan memasukan alamat email anda pada kolom diatas. Terima Kasih

Jumat, 14 Maret 2014

Kebudayaan Poso




Oleh : Sry Pegiantri Tolewo /802012053 / MD302A 



Mari mengenal kebudayaan tempat tinggal saya dan mungkin saya akan bahas sedikit keindahan alam yang ada di Kota Poso. Kalian kalau mendengar orang mengatakan Kota Poso pastinya kalian akan mengingat kejadian-kejadian yang sangat tragis yang pernah terjadi di sana. Gimana yah rasanya hidup di tempat yang penuh dengan berbagai macam konflik. Namun, dari kota Poso ada hal yang menarik  yang mungkin agak sedikit berbeda dari daerah-daerah yang lain. Nah, mungkin sebagian orang ada yang tidak tahu dan mereka hanya tahu kalau Kota Poso itu adalah kota yang sering terjadi konflik dan tidak ada perdamaian di dalamnya. Oke langsung aja yah ??

Kota Poso merupakan salah satu kabupaten yang terletak di provinsi Sulawesi Tengah. Siapa sih yang  tidak kenal dengan Kota Poso ? Namun, di sisi lain kota tersebut memiliki beragam kebudayaan serta keindahan alam  yang sangat menarik. Kota Poso memiliki beberapa suku yang berbeda yakni, masyarakat suku Mori, Bada, Napu dan Pamona. Namun dari keempat suku tersebut yang lebih mendominasi adalah masyarakat suku Pamona. Suku pamona ini memiliki lembaga adat, suku ini memiliki bahasa daerah yang sering di sebut bahasa Pamona atau Poso.  Bahasa yang di gunakan sama, hanya saja intonasi berbicara yang berbeda. Masyarakat suku Pamona ini sebagian besar memeluk agama Kristen. Berbicara tentang kebudayaan Pamona Poso mereka masih mempertahankan kebudayaan yang ada dari nenek moyang mereka antara lain kebudayaan yang masih ada, yaitu :


  1. Adat Perkawinan di gunakan untuk mengatur mas kawin yang di tanggung oleh mempelai laki-laki yang akan di serahkan kepada orang tua mempelai perempuan, mas kawin tersebut sering di sebut dengan “Sampapitu”.  Nah, dalam melaksanakan adat perkawinan tersebut masih ada sampai sekarang tradisi gotong royong atau membantu dalam perkawinan yang biasanya di sebut dengan “Posintuwu”. Bantuan yang di berikan berupa bahan-bahan makanan, tenaga, uang dan sebagainya. Wujud bantuan seperti itu atau Posintuwu akan terus ada karena setiap orang yang sudah di beri Posintuwu akan membalasnya di kemudian hari jika pemberi suatu hari mengadakan pernikahan.
  2. Ucapan syukur setelah panen atau yang di sebut ”Padungku”. Setelah panen masyarakat Pamona selalu mengadakan ucapan syukur atas berkat kesuksesan yang di berikan Tuhan Yesus. Meskipun masyarakat Pamona sebagian besar  bukan petani tetapi harus mengadakan ucapan syukur tersebut dan ucapan syukur tersebut di laksanakan di gereja dan setelah ibadah ucapan syukur setiap orang bisa berkunjung satu sama lain. Tanpa pengecualian kepada siapa saja akan berkunjung karena acara tersebut di buat setahun sekali. Makanannya enak-enak kalau acara besar seperti ini. Hehe J

Selain memiliki kebudayaan masih ada lagi yang menarik dari suku Pamona, pengen tahu ?? Oke langsung aja yah. 


Pakaian Adat
Suku Pamona memiliki pakaian adat yang sangat unik. Sebutan pakaian adat suku asli Poso adalah Tuana Mahile. Pakaian adat asli Pamona terbuat dari kulit kayu yang di sebut dengan Kaliken. Tidak sembarang kulit kayu untuk membuat pakaian adat tersebut, mereka mengambilnya dari pohon-pohon yang berada di sekitar pegunungan dan masih sangat alami. Pakaian tersebut hanya bisa digunakan pada saat pernikahan dan penyambutan tamu karena hasil tekstil pakaian tersebut mudah rusak jika terkena air. Coba deh bayangin gimana pake baju adat yang bahan dasarnya dari kulit kayu ? Namun, seiring dengan berjalannya waktu pakaian tersebut sudah hampir punah karena untuk pembuatan baju adat tersebut sangat lama. Sehingga sekarang di gunakan pakaian adat yang terbuat dari kain khusus dan di hiasi dengan manik-manik yang berwarna-warni.
                                                                Pakaian Adat Suku Pamona
Tarian Adat Tradisional
Tarian adat tradisional Poso yang sangat terkenal yaitu tarian dero. Tarian ini merupakan tarian suku Pamona. Tarian ini melambangkan sebuah ungkapan sukacita masyarakat Poso terutama suku Pamona. Tarian ini di laksanakan di tempat yang luas karena seluruh peserta yang melakukan tarian ini masyarakat itu sendiri tanpa memandang status sosial, umur dan gender. Tarian ini merupakan tarian massal dan melibatkan seluruh masyarakat. Tarian ini sangat sederhana dan mudah untuk di pelajari. Hanya berdampingan dan bergandeng tangan kemudian melakukan hentakan sekali ke kiri kemudian dua kali ke kanan dan mengikuti alunan lagu yang nyanyikan oleh penari dero. Alat musik yang di gunakan untuk mengiringi tarian tersebut adalah ganda (seperti gendang) dan nggongi (gong). Tarian ini sering di lakukan saat acara pernikahan dan acara besar adat lainnya.
Tarian Adat Poso (Dero)
Makanan Khas
Makanan khas paling terkenal yaitu wayawo masapi (woku sogili) bahan dari makanan tersebut adalah ikan sogili yang dalam bahasa indonesia ikan sidat (belut bertelinga) yang di masak dengan campuran bumbu-bumbu di buat sedemikian rupa sehingga menciptakan rasa yang istimewa selain itu, ada juga sogili bakar. Sogili yang tersaji dalam keadaan hangat terasa nikmat di makan dengan nasi hangat apalagi jika makannya dengan menggunakan sambal atau di sebut dabu-dabu. Paling enak makan masakan tersebut di pinggir danau. Ikan sogili atau ikan sidat ini tergolong ikan yang paling langka dan harganya sangat mahal. Tempat penjualan makanan khas tersebut di Tentena, ibu kota kecamatan Pamona Puselemba, kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah.
Makanan Khas Ikan Sidat/Sogili

Setiap tahunnya sering di laksanakan Festival Budaya Poso. Tujuan dilaksanakannya Festival tersebut adalah untuk mempererat rasa solidaritas dari tiap daerah yang ada di Kabupaten Poso dan menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya daerah dan ekonomi kreatif. Dalam Festival tersebut ada beberapa rangkaian kegiatan yang di laksanakan, yakni pemilihan Ongga dan Bale Pariwisita, atraksi seni budaya, vocal grup lagu daerah, olahraga tradisional dan menampilkan tarian adat. Nah, kegiatan ini sangat bermanfaat untuk melestarikan kebudayaan yang akan hilang dan bisa memperkenalkan kepada anak-anak, cucu-cucu atau generasi ke depannya. Agar tetap mempertahankan kebudayaan yang ada di kota Poso. Sehingga kebudayaan yang ada tidak akan hilang meskipun masuk di dalam situasi dan kondisi yang semakin modern. Festival Budaya ini sangat membantu masyarakat yang berada di kota Poso.
Selain memiliki pakaian adat yang, tarian adat dan makanan khas yang membuat orang-orang banyak mengunjungi  tempat tersebut. Keindahan alam di Poso sangat indah tidak kalah sama tempat-tempat yang lainnya. Sehingga banyak wisatawan yang datang mengunjungi tempat tersebut. Tempat yang paling terkenal dan sering di kunjungi adalah :

1.       Danau Poso
Danau Poso terletak di kota Tentena. Danau Poso ini merupakan danau terbesar ke-3 di Indonesia. Danau Poso ini merupakan tempat yang paling banyak dikunjungi oleh para wisatawan karena tempat tersebut memiliki daya tarik tersendiri bagi para pengunjung, terutama air danaunya yang memiliki warna biru yang berada di tengah dan warna hijau di pinggir. Air danau ini sangat jernih. Selain itu juga, memiliki pasir yang berwarna kuning keemasan. Selain menarik para wisatawan, danau Poso menarik minat investor untuk mengembangkan perikanan di tempat ini. 




Danau Poso


1.       Siuri Cottage
Siuri Cottage ini merupakan tempat wisata pemandian yang terletak di tepi danau poso. Tempat ini banyak di kunjungi oleh wisatwan lokal maupun mancanegara. Jarak yang di tempuh ke tempat ini sekitar 17 km dari kota Tentena. Tempat ini dapat di tempuh dengan kendaraan beroda dua, empat dan kendaraan air (katinting (motor danau), perahu, speed boat & jet ski)  Fasilitas yang di sediakan di tempat ini antara lain: Kamar tidur, kamar mandi,kamarganti & restoran.


Tampak Depan
2.       Air Terjun Saluopa
Air terjun saluopa merupakan air terjun yang sangat indah. Jarak yang di tempuh sekitar 11 km dari kota Tentena dengan menggunakan kendaraan darat dan di lanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 500m untuk masuk ke lokasi wisata Saluopa. Air terjun ini memiliki 12 tingkat, air yang mengalir sangat jernih dan sejuk. Setiap pengunjung dapat naik ke atas dengan menggunakan tangga ataupun berjalan di atas batu air terjun tersebut karena batu tersebut tidak berlumut dan tidak beresiko untuk naik tapi harus hati-hati karena airnya sangat deras. Selain itu juga, sekitar air terjun tersebut terdapat hutan tropis sehingga menambah keindahan panorama alam.
Air Terjun Saluopa
3.       Taman Wisata Alam (Taman Anggrek Bancea)
Taman Anggrek ini berada di pesisir danau Poso. Jarak yang di tempuh 40 km dari kota Tentena. Bisa menggunakan kendaraan beroda dua, empat & motor danau). Taman Anggrek ini merupakan tempat pelestarian dengan tujuan utama dimanfaatkan untuk kepentingan pariwisata dan tempat rekreasi. Di tempat ini pengunjung dapat menikmati keindahan jenis-jenis anggrek alami yang di koleksi di Taman Wisata Alam ini.


                Taman Anggrek
4.       Gua Pamona
Tempat ini salah satu wisata mistis dan unik dari goa ini terletak di bawah Danau Poso. Masuk ke dalam gua ini pengunjung harus jongkok karena ketinggiannya kurang dari satu meter. Suasana di dalam gua tersebut remang-remang karena pencahayan di dalam gua tersebut sangat minim sehingga harus di gunakan alat bantu lainnya untuk menerangi gua tersebut. Gua tersebut memiliki delapan kamar, ruang tersebut menjadi tempat penyimpanan jenazah suku pamona yang di sesuaikan dengan status sosialnya.
Gua Pamona
5.       Gua Latea
Gua ini terletak di kota Tentena, jarak yang di tempuh sekitar 57 km dari kota Poso. Pada zaman dulu suku pamona memiliki kebiasaan untuk menguburkan jenazah di masukkan ke dalam peti kayu dan di letakkan di dalam gua. Nah, gua ini menjadi tempat penyimpanan jenazah para leluhur suku Pamona yang dulunya mereka hidup di bukit-bukit. Gua latea ini terdiri dari dua kamar utama. Kamar pertama terletak di kaki bukit terdapat 4 pasang peti jenazah dan 36 tengkorak manusia beserta rangkanya sedangkan kamar kedua terletak di atas bukit terdapat 17 pasang peti jenazah 47 buah tengkorak dan 5 buah gelang tangan.
Gua Latea

Sekian yang bisa saya sampaikan, semoga bermanfaat buat kalian. Ayo berkunjung ke   tempat saya. Tuhan Memberkati J


Daftar Pustaka


Tidak ada komentar:

Masukan alamat email anda