Selamat menikmati berbagai artikel dan makalah dari teman-teman Mahasiswa ISBD, ditunggu komentar, kritik dan saran anda pada posting tulisan tersebut, dalam kolom komentar. Atau anda bisa mendapat kiriman artikel via email dengan memasukan alamat email anda pada kolom diatas. Terima Kasih

Sabtu, 15 Maret 2014

KASUS Pembunuh Berantai dari Agam, Cari Mangsa Lewat Facebook




Oleh : Fransiska Herawati – 602012002/MD302B


Reporter : Iqbal Fadil | Kamis, 2 Mei 2013 17:20
Merdeka.com - Satu lagi kasus pembunuhan yang berawal dari pertemanan lewat jejaring sosial Facebook terungkap. Di Agam, Bukittinggi, Sumatera Barat, dua wanita dibunuh saat diajak kopi darat oleh pelaku. Polisi masih mengorek keterangan dari pelaku untuk mengetahui korban lainnya.
Terungkapnya kasus pembunuhan berantai ini berawal dari hilangnya Rusyada Nabila (16), seorang siswi Pondok Pesantren Diniyah V Jurai, Sungaipua, Bukittinggi. Korban dilaporkan hilang oleh kedua orangtuanya sejak satu bulan lalu, setelah pergi dari rumahnya.
Polres Bukittinggi kemudian melakukan pelacakan, termasuk data SMS dan telepon milik korban. Hasilnya ditemukan ada kontak terakhir dengan pelaku yang bernama Wisnu Sadewa (32) warga Pakansinayan, Kecamatan Banuhampu.
"Pelaku seorang bujangan, belum berkeluarga. Ditangkap Senin 29 April lalu," kata Kabid Humas Polda Sumbar, AKBP Mainar Sugianto yang dihubungi merdeka.com, Kamis (2/5).
Saat dibekuk di sebuah warung di kawasan Kotogadang, Kecamatan IV Koto, Agam, pelaku awalnya mengelak. Namun, setelah polisi menunjukkan semua bukti-bukti kuat, Wisnu akhirnya mengakui membunuh Nabila.
Saat diperiksa intensif di Mapolres Bukittinggi, pelaku mengakui Nabila merupakan kenalannya di Facebook. Sebelum pembunuhan terjadi, keduanya baru kenal sekitar dua pekan.
Untuk mengelabui korban, Wisnu menggunakan akun palsu bernama Rani Nurdiati, yang mengaku mahasiswi Universitas Negeri Padang. Keduanya kerap chatting dan bertukar pesan. Setelah merasa korban sudah akrab, pelaku kemudian mengajak kopi darat alias bertemu. Lokasi yang ditentukan adalah kawasan simpang Padanglua, Kecamatan Banuhampu.
Nabila kemudian minta izin kepada orangtuanya untuk bertemu Rani alias Wisnu pada Rabu (20/3). Saat Nabila sudah berada di lokasi, Wisnu muncul sekitar pukul 19.00 WIB dan mengatakan Rani tidak bisa datang dan dia disuruh menjemput Nabila.
"Korban tidak tahu kalau Wisnu adalah orang yang mengaku Rani," kata Sugianto.
Korban sempat menolak ajakan tersebut karena curiga. Wisnu pun pulang ke rumah orangtuanya yang tidak jauh dari lokasi. Karena sudah malam dan angkot ke rumahnya sudah tidak ada, Nabila kemudian mengirim SMS kepada Wisnu yang meminta dijemput dan dipertemukan dengan Rani. SMS itu dibalas Wisnu yang meminta Nabila naik ojek ke rumahnya dan ongkos ojek akan diganti.
Nabila menuruti saran dari pelaku, termasuk turun di simpang Jorong Dalam Koto, Pakansinayan, Kecamatan Banuhampu. Sampai di tempat itu, pelaku sudah menunggu dan mengajak korban ke rumahnya.
Saat itulah Nabila mulai curiga, karena Wisnu mengajaknya lewat semak-semak. Nabila pun berupaya kabur. "Nabila hendak lari, saya langsung merangkulnya dari belakang. Saya langsung merampas handphone dia," tutur Wisnu kepada penyidik. Wisnu pun lantas menghabisi korban.

II.            ANALISIS
Kemajuan IPTEK di jaman seperti ini sangatlah menguntungan, karena mempermudah semua orang melakukan dan mendapatkan sesuatu seperti pengetahuan melalui media internet. Kemajuan IPTEK sangat dirasakan oleh para pengusaha karena mempermudah mereka mendapatkan relasi bisnis di berbagai daerah. Para pelajar juga sangat mudah mendapatkan ilmu luar yang belum tentu dia dapat dari sekolahannya melalui internet, banyak anak jaman sekarang yang lebih memilih membaca artikel di internet daripada di buku, karena artikel di internet lebih menarik dengan adanya gambar dan berbagai macam warna.
Namun perkembangan IPTEK juga suka disalahgunakan oleh beberapa oknum nakal, seperti penipuan lewat sms, media social, dan internet. Orang yang menipu lewat sms dengan cara meminta pulsa yang mengaku sebagai orang terdekat kita atau memberitahu kita bahwa kita menang undian berhadiah. Lewat media social kebanyakan orang menipu seperti kasus diatas. Media social yang paling sering dipakai oleh penipu adalah FACEBOOK, banyak orang memakaui nama-nama palsu dalam pembuatan akun tersebut sehingga banyak orang yang terjebak terutama orang yang kurang pengetahuan tentang IPTEK. Kasus pembunuhan diatas disebabkan karena kurangnya pengetahuan tentang IPTEK oleh para korban sehingga mudah dibohongi oleh para pelaku.
Dari kasus diatas kita juga dapat melihat terjadi perubahan budaya, yaitu perubahan dalam berkenalan dengan orang baru,. Jaman dulu bila ingin berkenalan dengan orang baru kita pasti akan bertemu langsung/bertatap muka. Seiring dengan perkmbangan IPTEK banyak orang yang berkenalan dengan orang baru melalui sms dan media social tanpa harus bertatap muka, sehingga banyak orang yang tertipu oleh identitas orang yang baru kita kenal itu. Banyak orang memasang foto palsu lebih menarik di media social mereka, agar bisa memiliki banyak teman.
Bila kita ingin terus mengikuti kemajuan IPTEK kita juga harus belajar lebih banyak lagi tentang IPTEK yang sesuai dengan kebutuhan kita, karena IPTEK sendiri terus diperbaharui agar bisa memenuhi kebutuhan hidup kita tentang dunia luar.

Tidak ada komentar:

Masukan alamat email anda