Selamat menikmati berbagai artikel dan makalah dari teman-teman Mahasiswa ISBD, ditunggu komentar, kritik dan saran anda pada posting tulisan tersebut, dalam kolom komentar. Atau anda bisa mendapat kiriman artikel via email dengan memasukan alamat email anda pada kolom diatas. Terima Kasih

Sabtu, 29 Maret 2014

Ketika perempuan menjadi pemimpin


Oleh : Ujianto / 132012037/MD302B

Bicara soal pemimpin dan perempuan tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Karena kedua sosok itu mempunyai persamaan dalam hal mencintai dan melindungi. Perempuan sebagai makhluk sosial tidak bisa dipisahkan dari laki-laki, karena kedua makhluk ini saling membutuhkan satu sama lain untuk meneruskan generasi mereka yang dimana perempuan akan berkeluarga dan mempunyai anak. Bahkan dalam kehidupan sehari-hari sosok perempuan bisa menjadi bagian dari sahabat atau kenalan.

Pemimpin ialah seorang yang membimbing, memimpin dengan bantuan kualitas-kualitas persuasifnya dan akseptansi/ penerimaan secara sukarela oleh para pengikutnya.

Sehingga dalam kehidupan nyata pemimpin tidak bisa berdiri sendiri ,maksudnya adalah seorang pemimpin perlu berinteraksi dengan orang lain baru bisa disebut pemimpin. Oleh karena itu apabila seorang perempuan menjadi pemimpin harus memiliki sifat keibuan yang mengayomi dan memimpin orang lain yang lebih luas ditengah masyarakat. Untuk itu,seorang pemimpin perempuan bila mampu memadukan sebagai perempuan pengayom dan pemimpin yang melindungi orang banyak akan sukses sebagai seorang pemimpin.

            Seorang perempuan merupakan jantung rumah tangga,untuk itu seorang pemimpin perempuan harus memiliki beberpa karakter.Agar menjadi ibu bagi orang banyak,yakni pertama seorang pemimpin perlu memiliki sifat mencintai rakyat yang dipimpinnya.Bila seorang pemimpin tidak mampu mencintai tanpa membeda-bedakan maka rakyat akan jauh dari dirinya.Kedua,melindungi rakyatnya,bila seorang pemimpin tidak mampu melindungi maka rakyatnya akan mencari perlindungan kepada pemimpin lain.

Dalam hal-hal tertentu terdapat perbedaan penting antara laki-laki dan perempuan dalam manajemen dan kepemimpinan, yaitu :

  • Perempuan cenderung memiliki lebih banyak melakukan kontak dengan atasan dan bawahan, guru dan murid.
  • Perempuan menghabiskan banyak waktu dengan para anggota komunitas dan dengan koleganya, walaupun mereka bukanlah perempuan.
  • Perempuan lebih informal.
  • Perempuan peduli terhadap perbedaan-perbedaan individual.
  • Perempuan lebih memandang posisinya sebagai seorang pemimpin pendidikan daripada seorang manajer, dan melihat kerja sebagai suatu pelayanan terhadap komunitas.
  • Dalam komunikasi, Perempuan dapat tampil lebih sopan dan tentatif daripada laki-laki, yang cenderung sederhana dalam memberikan statemen. Bahasa tubuh juga berbeda, yang menunjukkan bahwa perempuan lebih rendah daripada laki-laki.



Nama Lengkap : Megawati Soekarnoputri
Alias : Megawati | Mega
Agama : Islam
Tempat Lahir : Yogyakarta
Tanggal Lahir : Kamis, 23 Januari 1947
Anak : Mohammad Prananda,
Puan Maharani, Mohammad Rizki Pratama
Suami :
Taufiq Kiemas
Ayah :
Soekarno
Ibu :
Fatmawati Soekarno
 
BIOGRAFI

  • Megawati adalah anak kedua Soekarno, presiden pertama Indonesia, dari Fatmawati. Megawati sendiri dibesarkan dalam suasana keistanaan karena saat itu Soekarno sedang menjabat sebagai presiden.
  • Megawati pernah mengenyam pendidikan di Universitas Padjadjaran Bandung dalam bidang pertanian serta di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia meskipun tidak sampai lulus.
  • Suami pertama Mega adalah seorang pilot AURI bernama Surindro Supjarso yang meninggal karena kecelakaan pesawat. Surindro meninggalkan dua orang anak yang masih kecil. Lalu Mega menikah dengan seorang pria asal Mesir yang rupanya tidak bertahan lama. Barulah Mega kemudian menikah dengan Taufiq Kiemas yang bertahan hingga sekarang.
  • Sejak menjadi mahasiswa, Mega sudah berkecimpung di dunia politik melalui GMNI. Tahun 1986, Mega menjadi wakil ketua PDI Cabang Jakarta Pusat. Pada 1993, dia terpilih menjadi Ketua Umum PDI.
  • Pada tahun 1999, PDI Mega yang berubah nama menjadi PDI Perjuangan berhasil memenangkan pemilu. Sidang Umum 1999 akhirnya memutuskan Gus Dur sebagai presiden dan Mega sebagai wakilnya.
  • Dua tahun kemudian, 23 Juli 2001, mandat MPR RI yang memutuskan Gus Dur sebagai presiden dicabut. Akhirnya Mega yang menggantikannya.
  • Masa pemerintahan Mega harus berakhir pada tahun 2004 ketika pemilu kembali dilangsungkan. Saat itu, Susilo Bambang Yudhoyono, mantan Menteri Koordinator pada masa pemerintahan Mega, yang akhirnya terpilih menjadi presiden.
  • Dikabarkan bahwa PDIP akan mengajukan Mega sebagai calon presiden 2014, namun disisi lain Jokowi termasuk salah satu kandidat calon presiden dari PDIP yang dapat dikatakan kuat



Tidak ada komentar:

Masukan alamat email anda