Selamat menikmati berbagai artikel dan makalah dari teman-teman Mahasiswa ISBD, ditunggu komentar, kritik dan saran anda pada posting tulisan tersebut, dalam kolom komentar. Atau anda bisa mendapat kiriman artikel via email dengan memasukan alamat email anda pada kolom diatas. Terima Kasih

Sabtu, 01 Maret 2014

“AKAN DIAPAKAN SAMPAH KAMI..??”

Oleh                : Yesidian Wahyuni /802011130/ MD302A 

Sampah menjadi topik yang masih cukup menarik untuk dibicarakan. Terutama topik tentang  pengolahan sampah. Sampah yang tidak diolah dengan baik akan menimbulkan banyak masalah. Misalnya, penyakit kulit dan gangguan pencernaan dapat disebabkan karena pengolahan sampah yang kurang baik. Lebih parah lagi jika sampah tidak dikelola dan ditumpuk di sembarang tempat dapat mendatangkan bencana. Banjir yang disebabkan karena menumpuknya sampah di saluran air / sungai dapat merugikan orang-orang yang berada di sekitar saluran tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa sampah haruslah diolah dengan baik agar tidak menimbulkan masalah ataupun bencana.
Manajemen pengolahan sampah yang baik dimulai dari pengumpulan, penggolongan dan pemanfaatan / daur ulang dapat membuat lingkungan lebih sehat dan tidak membahayakan manusia. Selain itu, sampah juga dapat diolah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis dan dapat menjadi lahan pekerjaan bagi beberapa orang.

Sampah An Organik sebagai Kerajinan Tangan

Memanfaatkan sampah dengan mengolahnya sebagai kerajinan tangan yang bernilai seni dan ekonomis dapat menjadi salah satu alternatif untuk memanfaatkan sampah. Kertas yang sudah tidak terpakai lagi jika dikubur di dalam tanah akan membutuhkan waktu yang lama untuk terurai dan jika dibakar akan menimbulkan polusi udara. Salah satu ide untuk mengolah sampah kertas ini ialah dengan membuatnya menjadi bubur dan kemudian dapat dijadikan lukisan yang indah sebagai hiasan dinding. Atau dapat juga dijadikan sebagai jam dinding, tempat pensil atau pigura foto yang unik. Hasil kerajinan tersebut juga dapat dijual, sehingga menjadikan sampah yang tadinya tidak berharga menjadi barang yang memiliki nilai ekonomis.    

Sampah Organik = Pupuk Kompos
Sampah anorganik dapat manusia olah menjadi berbagai barang kerajinan sesuai dengan kreatifitas manusia. Sedangkan sampah organik yang berasal dari alam dapat kita kembalikan kepada alam untuk diolah. Dengan cara memendamnya di dalam tanah dapat membuat tanah menjadi lebih subur atau dapat juga kita gunakan teknologi untuk mempercepat proses penguraian sampah menjadi pupuk kompos seperti aktivator pengomposan. Pupuk kompos ini selanjutnya dapat digunakan untuk menyuburkan tanah pertanian, sehingga mengurangi penggunaan pupuk berbahan kimia yang dapat membahayakan manusia. teknologi yang semakin berkembang juga dapat mengolah pupuk kompos menjadi bentuk butiran atau cairan dan kemudian dapat dikemas sehingga dapat dijual.
Penguraian sampah menjadi pupuk kompos juga dapat menghasilkan gas. Gas tersebut dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai sumber energi. Misalnya, untuk hasil dari penguraian aerobik dari sampah dapat menghasilkan gas metana yang selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan bakar pengganti gas elpiji ataupun sebagai sumber energi bagi genset.

Bank Sampah
Untuk dapat mengolah sampah menjadi kerajinan, terlebih dahulu sampah harus dipisahkan antara sampah organik dan sampah anorganik. Untuk memisahkannya, kita dapat menggunkana bank sampah. Dimana sampah anorganik seperti kaleng, kertas, botol kaca dan kardus dikumpulkan dan kemudian dapat dibawa ke bank sampah untuk ditimbang dan diberi harga. Pemilik sampah tersebut akan mendapatkan uang yang akan dicetak dalam buku tabungan. Selain mempermudah pengerajin untuk mendapatlkan sampah, pemilik sampah juga dapat menerima uang dari hasil pengumpulannya tersebut. Salah satu bank sampah yang ada ialah bank sampah Malang yang dijadikan percontohan Nasionaal. Hasil tabungan sampah ini dapat dimanfaatkan warga untuk membayar listrik menggunakan sampah, membayar dokter dengan sampah, jaminan asuransi sampah dan lain-lain. Dari pengumpulan sampah di bank sampah ini, sampah anorganik akan diolah menjadi berbagai macam kerajinan ataupun barang daur ulang.

Tempat Sampah Organik dan Anorganik
Selain bank sampah, penggolongan juga dapat dilakukan dengan cara membuat berbagai tempat sampah. Misalnya, tempat sampah berwarna hijau untuk sampah organik dan tempat sampah berwarna kuning untuk sampah anorganik. Dengan cara ini juga akan mempermudah mengolah sampah sesuai dengan jenisnya. Jangan lupa juga untuk memberikan tanda atau informasi mengenai tempat sampah tersebut sehingga masyarakat tidak salah memasukkan sampah kedalam tempat yang seharusnya. Kedisiplinan masyarakat untuk membuang sampah pada tempat yang sudah ditentukan sangat menentukan apakah cara ini efektif ataupun tidak. 

Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa)
Sampah yang menumpuk juga dapat menjadi energi sebagai pembangkit listrik. Sampah tersebut terlebih dahulu diturunkan kadar airnya dengan di tiriskan dalam penampungan selama 5 hari, kemudian  sampah tersebut dibakar dengan suhu tinggi dan menggunakan teknologi yang aman bagi lingkungan. Panas yang dihasilkan dari pembakaran selanjutnya dapat memanaskan boiler, uap panas yang dihasilkan akan memutar turbin yang telah dihubungkan dengan generator. Sehingga generator juga dapat berputar seiring berputarnya turbin. Generator tersebut akan dihubungkan dengan jaringan listrik milik PLN dan listrik akan tersalur ke gedung-gedung yang tersambung dalam jaringan tersebut. PLTSa ini dapat dijadikan sumber energi alternatif yang cukup murang dan terjangkau. Hasil dari pembakaran sampah (abu) dapat mencemarkan lingkungan di sekitar tempat pembakaran. Hal ini dapat diatasi dengan memanfaatkan abu tersebut sebagai bahan baku batako atau bahan bangunan lainnya.

Manajemen Sampah di Berbagai Negara
Tidak hanya di Indonesia yang mengalami maslah pengelolaan sampah. Ternyata di Negara maju pun juga mengalami hal tersebut. Bedanya di Negara-negara maju, mereka telam memiliki hukum yang pasti dan manajemen pengolahan yang jauh lebih baik dibanding Negara Indonesia. Mungkin beberapa hal dapat kita jadikan contoh untuk solusi pengolahan sampah di Negara kita Indonesia. Sebagai contoh di New York, mereka memiliki departemen khusus yang menangani masalah sampah yang diberi nama Sanitation Department. Departemen ini menangani masalah sampah mulai dari pengankutan sampah, pengolahan, pembersihan daun data musim gugur dan sampai pada senda bagi masyarakat yang tidak memilah sampah pada tempat yang telah ditetapkan. Contoh lain dinegara maju seperti Jepang, masyarakatnya lebih sadar akan lingkungan dan memulai gerakan 3R (reduce, reuse dan recycle). Mereka mengurangi pembuangan sampah, memakai kembali, dan daur ulang sampah-sampah. Selain itu, Jepang juga mengadakan edukasi tentang lingkungan yang dilakukan sejak dini. Di Jepang dan New York diberlakukan pengangkutan sampah sesuai dengan jenis sampah. Contoh, setiap senin sampah yang diangkut ialah sampah organik, selasa sampah anorganik dan sebagainya. Dari sini Negara Indonesia dapat belajar manajemen pengolahan sampah yang sistematis dan mengajarkan ketertiban dan kesadaran masyaralkat akan lingkungan. meskipun di Negara-negara maju pun ada beberapa daerah yang kurang tertib dan sadar. Namun yang jelas, dimanapun kita berada kita harus selalu menjaga dan melindungi lingkungan kita agar tidak tercemar ataupun rusak. Karena lingkungan kita yang sekarang akan kita wariskan kepada anak-cucu kita kelak. Oleh sebab itu, mulai dari sekarang marilah kita jaga dan cintai lingkungan kita agar tetap lestari dengan membuang sampah pada tempatnya dan mengelola sampah sesuai dengan jenisnya.


Topik               : Pengolahan Sampah



DAFTAR PUSTAKA:

Junanto Herdiawan. Mengelola Sampah di Jepang - Part 1. http://luar-negeri.kompasiana.com/2012/04/29/mengolah-sampah-di-jepang-part-1-458421.html diakses tanggal 13 Februari 2014.

Khairul Amal. PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK MENJADI PUPUK KOMPOS.  http://puskajikesling.blogspot.com/2010/02/pengolahan-sampah-organik-menjadi-pupuk.html diakses tanggal 13 Februari2014.

Sandi Alfino. PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SAMPAH (PLTSa). http://alfino13.blogdetik.com/2013/04/15/pembangkit-listrik-tenaga-sampah-pltsa/ diakses tanggal 13 Februari 2014.

Sjarifuddin Josuf. Cara New York City Menangani Sampah. http://luar-negeri.kompasiana.com/2010/08/21/cara-new-york-city-menangani-sampah-232274.html diakses tanggal 13 Februari 2014.
Sumber gambar: http://www.google.com

Tidak ada komentar:

Masukan alamat email anda