Selamat menikmati berbagai artikel dan makalah dari teman-teman Mahasiswa ISBD, ditunggu komentar, kritik dan saran anda pada posting tulisan tersebut, dalam kolom komentar. Atau anda bisa mendapat kiriman artikel via email dengan memasukan alamat email anda pada kolom diatas. Terima Kasih
Tampilkan postingan dengan label Globalisasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Globalisasi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 Maret 2014

DAMPAK NEGATIF GLOBALISASI TERHADAP LINGKUNGAN HIDUP



OLEH : MARLYNA PUSPITA LUCKY_132012012_MD302B

 
PENGERTIAN GLOBALISASI
Globalisasi adalah keterkaitan dan ketergantungan antar bangsa dan antar manusia di seluruh dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi semakin sempit.
Globalisasi adalah suatu proses di mana antar individu, antar kelompok, dan antar negara saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan memengaruhi satu sama lain yang melintasi batas Negara.
Dalam banyak hal, globalisasi mempunyai banyak karakteristik yang sama dengan internasionalisasi sehingga kedua istilah ini sering dipertukarkan. Sebagian pihak sering menggunakan istilah globalisasi yang dikaitkan dengan berkurangnya peran negara atau batas-batas negara.

 

DAMPAK NEGATIF GLOBALISASI TERHADAP LINGKUNGAN HIDUP

 

Setiap proses perubahan yang terjadi pasti memiliki dampak yang berbeda-beda pada tiap-tiap segi kehidupan baik itu dampak yang baik ataupun dampak yang buruk. Di sisi lain proses globalisasi sebagai proses yang dapat memajukan kesejahteraan manusia secar ekonomi. Akan tetapi di sisi yang lain proses industrialisasi dan ekploitasi sumberdaya alam juga memilki dampak yang negatif terhadap lingkungan hidup si sekitar manusia. Tingkat emisi karbon yang berlebihan dan pengrusakan habitat dan ekosistem alam menjadikan globalisasi sebagai proses kepunahan makhluk hidup di bumi.
Pandangan dari kelompok yang peduli terhadap lingkungan hidup  percaya bahwa dengan proses tersebut akan menghancurkan kehidupan di muka bumi, hal-hal kecil seperti pemanasan global, pengrusakan hutan, dan bencana alam yang sering terjadi akan membawa manusia ke titik kiamat. Apabila tidak ada tindakan yang cepat dan tegas, era globalisasi sendiri akan memusnahkan bumi. Tetapi beberapa kelompok juga menyangkal pernyataan tersebut, konsekuensi dari niat baik dan kerjasama tersebut memang memiliki permasalahan ekologi dan hal tersebut memang tdak bisa dipungkiri dan tidak bisa dihindari. Untuk selanjutnya akan dipaparkan beberapa dampak negative yang terjadi pada era globalisasi.

GLOBAL WARMING
Dalam memenuhi kebutuhan, manusia pasti akan mengambil dan mengolah sumber daya yang ada di alam. Dengan kata lain untuk mensejahterakan kehidupan tiap masyarakat tidak dapat lepas dari alam, sehingga sumber daya yang ada di alam baik yang bisa diperbaharui (renewable resources) dan yang tidak dapat diperbaharui (non-renewable resources) akan terus diambil. Pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat dalam suatu negara juga bisa diukur dari banyaknya sumber daya yang diolah oleh negara tersebut. Semakin banyak sumber daya yang diolah oleh sutunegara semakin makmur masyarakat di negara tersebut, dan sebaliknya. Global warming bisa disebabkan oleh pengrusakan sumber daya alam oleh manusia, proses industrialisasi juga mengakibatkan polusi yang bisa merusak alam.
Pemanasan global menjelaskan kenyataan bahwa suhu bumi terus meningkat dalam tingkatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan masa-masa sebelumnya. Dengan meningkatnya suhu permukaan bumi, air dan atmosfer bumi secara terus menerus mengakibatkan perubahan di kebanyakan sistem alam seperti iklim dan lingkar kehidupan tumbuhan dan hewan dalam efek jangka panjang. Pemanasan global disebabkan oleh efek rumah kaca dari berbagai macam gas yang ada di atmosfer bumi, secara alamiah simar matahari mempengaruhi kondisi iklim dan cuaca di bumi. Panas sinar matahari yang menuju permukaan bumi sebagian diserap dan sebagian akan dipantulkan kembali oleh gas-gas tersebut, sehingga panas bumi akan terus terjaga.
Sejak Revolusi Industri emisi gas yang ada di bumi terus meningkat dalam batas yang tidak diperhitungkan, dalam laporan International Panel on Climate Change (IPCC) pada tahun 2007 disebutkan bahwa pemanasan global mengakibatkan semakin banyaknya bencana alam seperti angin topan, banjir, kebakaran hutan, cuaca yang ekstrem, dan lain sebagainya. Tingkat suhu air terus meningkat, es-es kutub terus mencair, dan tingkat ketinggian air terus meningkat di sekitar kutub. Penduduk dunia yang tinggal di sekitar kutub sudah melihat secara kangsung bagaimana efek dari pemanasan global terhadap populasi yang hidup di kutub, sedangkan kutub merupakan salah satu bagian bumi yang mengontrol suhu bumi.
Pemanasan global memicu berbagai ketidakseimbangan dalam lingkungan hidup termasuk di dalamnya manusia, hewan, dan tumbuhan. Es kutub yang mencair menyebabkan iklim yang berubah-ubah dan tingkat ketinggian air terus meningkat, tingkat emisi karbon dan gas-gas lain melubangi lapisan ozon yang menyebabkan resiko kanker kulit semakin tnggi. Musim yang berubah-ubah menyebabkan siklus kehidupan hewan dan tanaman tidak sesuai, tingkat ketinggian air laut menutup sebagian besar mata air jernih di beberapa bagian dunia. 

TINGKAT PERTUMBUHAN PENYAKIT MENULAR SULIT DIKENDALIKAN
            Adanya proses globalisasi mendorong berbagai Negara untuk terus-menerus melakukan kerjasama internasional dan mengeksploitasi sumber daya secara besar-besaran. Produksi ikan dan hewan ternak terus meningkat dan lalu lintas dari sumber daya tersebut semakin cepat  dan terus berkembang. Proses tersebut mengakibatkan penyakit menular dari komoditas tersebut semakin cepat menyebar. Sebagai contoh penyakit sapi gila dan flu burung yang menjadi suatu kejadian yang fenomenal dan tidak bisa dipungkiri bahwa tingkat penularan penyakit tersebut sulit untuk  diketahui dan dikendalikan. Tingkat lalu lintas antar negara baik manusia maupun barang-barang komoditas bisa jadi merupakan salah satu penyebab penularan penyakit-penyakit tersebut terus meningkat.
Dalam diskusi tentang kesehatan masyarakat, globalisasi dipaparkan sebagai sebuah rangkaian faktor-faktor yaitu :
  1. Faktor ekologi, seperti bendungan atau perubahan dalam kegiatan-kegiatan pertanian
  2. Industrialisasi dan yang berkaitan dengan perubahan demografi seperti pertumbuhan yang besar dari penduduk di wilayah padat penduduk dan frekuensi perpindahan dan kontak antar individu
  3. Perubahan teknologi yang sudah disebarluaskan atau didistribusikan ke seluruh dunia merupakan salah satu hal penting dalm konsep “globalisasi”
Contoh lain adalah penyakit HIV-AIDS yang pertama kali diketahui pada tahun 1981 ketika seorang pemuda gay di Amerika didiagnosa memiliki penurunan pada tingkat kekebalan tubuhnya. Berita tentang penyakit tersebut menyebar disebarluaskan oleh para ilmuwan dan pada tahun 1982 diketahui di beberapa negara di Eropa dan di Inggris, penyakit tersebut sudah menyerang tidak hanya kaum gay tetapi juga para pemakai obat-obatan. Dan pada tahun 1984 penyakit tersebut sudah menyebar sampai ke Afrika, dan pada akhir 80-an sudah menjangkiti penduduk Asia. Informasi tersebut bisa kita kaitkan dengan proses industrialisasi dan lalu lintas manusia memicu perkembangan dan pertumbuhan penyakit menular dalam era globalisasi.

SIKLUS KEHIDUPAN MAKHLUK HIDUP YANG BERUBAH-UBAH
Telah kita ketahui bahwa pemanasan global merupakan akibat dari adanya proses globalisasi dalam kaitannya dengan ekploitasi sumber daya alam secara besar-besaran dan industialisasi. Dalam hal ini salah satu akibat dari adanya proses tersebut adalah berubahnya siklus kehidupan makhluk hidup seperti serangga. Ketika iklim panas serangga lebih aktif dalam proses reproduksi, sehingga pertumbuhan populasi serangga akan meledak. Serangga merupakan salah satu hewan yang membawa penyakit yang menyerang manusia, salah satunya yaitu nyamuk yang membawa malaria dan mampu untuk bermigrasi dengan jarak yang jauh. Studi internasional yang dilakukan oleh Swiss Re (sebuah perusahaan asuransi) dan Program Pengembangan PBB menemukan bahwa :
  1. Pemanasan dapat “mendukung” penyebaran penyakit
  2. Cuaca yang ekstrem bahkan menciptakan suasana yang kondusif bagi sumber penyakit
  3. Perubahan iklim dan penyakit menular mengancam kehidupan liar, bahan pangan, pertanian, hutan, dan kehidupan lautan yang menyediakan sumber daya utama dan merupakan bagian dari pendukung sistem kehidupan manusia
  4. Ketidakstabilan iklim dan persebaran penyakit tidak bagus untuk bisnis
  5. Dampak dari perubahan iklim dapat meningkat pesat dalam beberapa dekade
  6. Beberapa dampak dari pemanasan dan cuaca yang berubah-ubah dapat terjadi secara tiba-tiba dan dapat meluas
  7. Penduduk di pinggir pantai, kehidupan bawah laut, dan hutan-hutan memiliki tingkat resiko yang tinggi dalam bencana pemanasan dan penyakit, khususnya untuk jangka waktu yang pendek

KETERSEDIAAN AIR BERSIH YANG TERBATAS
Hal tersebut berkaitan dengan kenaikan tingkat ketinggian air laut dan suhu air, penduduk sekitar pantai di beberapa negara kepulauan sulit untuk mencari sumber mata air bersih. Salah satu kasus yang sudah terjadi di Papua Nu Gini, penduduknya secara resmi direlokasikan karena naiknya air laut ke wilayah tempat tinggal mereka. Selain penyempitan daratan, mata air yang merupakan penyedia air bersih sudah tertutup oleh air laut. Manusia tidak akan bertahan hidup tanpa adanya air bersih, penduduk tersebut menampung air hujan yang kemudian disimpan untuk persediaan ketika musim kemarau dating. Atap rumah dirancang sedemikian rupa sehingga bisa mengalirkan air hujan ke dalam tangki penyimpanan air. PBB memperhitungkan pada tahaun 2025 dua per tiga penduduk bumi akan hidup di wilayah yang mempunyai persediaan air yang tidak mencukupi bagi penduduknya.
PBB juga menyediakan data bahwa air tanah di beberapa negara dikonsumsi lebih cepat daripada tingkat proses air tanah tersebut, dan beberapa sungai mengalami penyusutan ketesiaan air. Afrika dan Asia merupakan wilayah yang banyak mengalami permasalahan dengan ketersediaan air bersih bagi penduduknya khususnya di daerah pedesaan. Selain itu, PBB juga menyebutkan bahwa 90 % dari limbah air dan 70% dari sampah tidak diolah secara baik. Beberapa wilayah bahkan mengimpor air bersih dari daerah yang lebih kaya air bersih yang kemudian disimpan dalam tangki penyimpanan ataupun bendungan.



KEPUNAHAN SPESIES-SPESIES DI MUKA BUMI
Dalam jangka waktu yang lama permasalahan-permasalahan tersebut di atas akan menyebabkan kepunahan makhluk hidup di muka bumi. Persebaran penyakit yang cepat dan sulit dikendalikan, persediaan air yang terbatas, siklus kehidupan yang berubah-ubah, dan serangan serangga terhadap sumber daya vital makhluk hidup memicu kepunahan ekosistem dunia.


DAFTAR PUSTAKA.
Dewi, Ressi Kartika dkk. 2008. Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta : Pusat   Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Bestari, Prayogo dan Ati Sumiati. 2008. Pendidikan Kewarganegaraan Menjadi Warga Negara yang Baik. Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

http://id.wikipedia.org/wiki/Globalisasi

Selasa, 18 Maret 2014

GLOBALISASI




OLEH        : TABITA MIA AFITRIYANI / 802012081 / MD302A
EMAIL            : 802012081@student.uksw.edu



Globalisasi mulai tumbuh ketika tahun 1000 dan 1500 masehi yaitu dimuali sejak manusia mengenal perdagangan. Globalisasi semakin berkembang saat akhir abad 19 dan awal abad 20, yaitu ketika mulai ditemukan teknologi komunikasi,  informasi dan transportasi.
Globalisasi ialah suatu proses yang mendunia atau mengglobal, dimana proses ini dirasakan dan dialami oleh semua elemen secara universal, sehingga seakan tak ada sekat yang membatasi suatu tempat dengan tempat yang lainnya.
Secara tidak langsung globalisasi juga berpengaruh terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. Secara alam, sosial, ekonomi, politik, keamanan, dan budaya manusia tidak dapat saling terpisah melainkan saling ketergantungan dan mempengaruhi.
Ada juga beberapa ciri-ciri dari berkembangnya globalisasi yaitu, yang pertama adalah perubahan ruang dan waktu, yaitu yang ditandai dengan adanya berbagai alat komunikasi sehigga komunikasi global terjadi semakin cepat. Yang kedua yaitu pasar dan produksi antar negara menjadi saling bergantung yang mengakibatkan pertumbuhan perdagangan internasional dan berdampak dalam perekonomian. Yang ketiga adalah interaksi kultural semakin meningkat dengan melalui media masa, contohnya televisi, film, musik, tranmisi berita dan olahraga internasinal. Maka dengan adanya hal ini kita bisa mengetahui, mengkonsumsi dan mengalami gagasan-gagasan yang berkembang di negara lain. Yang terakhir adalah timbulnya masalah bersama yang dialami oleh negara-negara diseluruhh dunia, contohnya seperti dalam bidang lingkungan hidup, krisis multinasional, inflasi regional dan lain sebagainya.
Pengaruh globalisasi dapat digolongkan menjadi 2 yakni teknologi dan kebiasaan.
·         Teknologi
Internet adalah sebuah produk komunikasi dan informasi yang diciptakan oleh seorang insinyur dan ilmuan Amerika Serikat bernama Leonard Kleinrock. Berkat besarnya kontribusinya terhadap dunia komunikasi dan informasi, Leonard Kleinrock dipilih untuk menerima penghargaan begengsi, yaitu Nasional of Science, sebuah kehormatan ilmiah bangsa dari Presiden George W. Bush pada 29 September 2008. Dengan adanya internet maka globalisasi bisa berkembang dengan cepat. Dengan menggunakan internet kita bisa mengetahui apapun yang terjadi di belahan dunia lain tanpa harus pergi ke tempat tersebut. Selain internet, produk globalisasi yang dapat di jumpai adalah handphone. Kini dengan adanya handphone dengan berbagai merk serta segala macam fasilitas yang ada lebih mempermudah kita untuk bisa menemukan apapun yang kita mau. Tentunya dengan munculnya handphone atau smartphone dapat dilihat sebagai pisau bermata dua yang memiliki sisi positif maupun negatif. Sehingga diharapkan dalam mempergunakannya harus bijak dan tepat guna.
·         Kebiasaan
Globalisasi juga membawa dampak bagi kehidupan kita. Tidak hanya ada dampak negatif tapi juga ada dampak positifnya.
1.      Dampak positif
a.    Perubahan Tata Nilai dan Sikap.
Dengan adanya globalisasi dan modernisasi maka tata nilai dan sikap ikut berubah, yaitu dengan terbuka dengan perkembangan yang ada maka cara berpikir masyarakat juga akan ikut berkembang, yaitu yang awalnya irasional bisa menjadi rasional.
b.   Cara berpikir.
Dengan adanya ilmu pengetahuan dan teknologi maka membuat masyakarat menjadi berfikir lebih maju untuk bisa berkembang mengikuti seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
c.    Tingkat Kehidupan yang lebih Baik.
Adanya industri dan teknologi yang semakin canggih maka semakin mengurangi pengangguran yang ada.
d.   Komunikasi Semakin Mudah dan Cepat.
Alat komunikasi yang semakin berkembang maka membuat kita menjadi lebih mudah untuk berkomunukasi dengan orang yang ada di manapun. Tidak seperti dulu yang membutuhkan waktu yang lama dan berhari-hari.
e.    Perekonomian Indonesia Semakin Menggeliat.
Hal ini bisa dilihat melalui neraca perdagangan yang bisa dikatakan baik karena nilai ekspor dan impornya relatif seimbang. Selain itu, negara Indonesia juga dilirik dunia internasional sebab Indonesia adalah tempat investasi yang baik yaitu dibidang pertambagan, pertanian dan industri tekstil.
f.     Meningkatnya Taraf Hidup Masyarakat.
Dengan berkembangnya globalisasi yang memuat dunia seakan tidak ada batasnya ini maka membuat masyarakat Indonesia mudah untuk bekerja di luar negeri untuk memperbaiki perekonomian keluarganya. Dan yang seharusnya diimbangi dengan manusia yang berpendidikan dan berkarakter.
2.      Dampak negatif.
a.       Informasi Tak Terkendali.
Banyak manfaat yang bisa kita dapatkan dengan adanya informasi, namun tidak semua informasi tersebut berguna bagi kehidupan kita. Kadang informasi-informasi yang tersebar juga tidak sesuai dengan kepribadian kita sehingga dengan berkembangnya era globalisasi perlu diiringi dengan spiritual yang kuat.
Salah satu contoh yang memprihatinkan adalah anak SD yang mengunduh video dewasa dari situs porno dan mengajak teman sekelasnya untuk melakukan hal yang sama dengan video.
b.  Konsumerisme.
Perkembangan industri yang cepat membuat penyediaan barang kebutuhan menjadi melimpah. Dengan begitu membuat masyarakat mudah tertarik karena adanya banyak pilihan. Konsumerisme dibentuk oleh kita yang cenderung berbelanja barang-barang yang kita inginkan bukan barang-barang yang kita butuhkan.
c.    Westernisasi (kebarat-baratan).
Dampak negatif yang juga dirasakan oleh bangsa Indonesia adalah maraknya budaya barat. Dengan adanya hal ini, maka budaya yang berkembang di indonesia bergeser karena adanya budaya barat yang mempengaruhi anak-anak Indonesia. Karena tidak semua budaya barat itu cocok dengan budaya yang berkembang di Indonesia. Dengan adanya westernisasi maka anak menjadi tidak hormat lagi pada orang tua, kehidupan bebas remaja, dan lain-lain.
d.      Individualiasme.
Maraknya media sosial yang berkembang juga membuat trend tersendiri di kalangan remaja. Sehingga tak dapat dipungiri dengan adanya media sosial yang berkembang, para remaja lebih memilih berinteraksi lewat media sosial tersebut dari pada secara langsung. Hal ini tentunya mempengruhi identitas manusia sebagai makhluk sosial yang memerlukan interaksi secara langsung.
Masyarakat merasa tidak membutuhkan orang lain dalam aktivitasnya, karena mereka cenderung menggunakan teknologi yang ada. Hal ini membuat manusia menjadi lebih individualistik yang pada hakikatnya manusia adalah makhluk sosial yang membutuhan orang lain dan tidak bisa hidup sendiri tanpa bersosialisasi dengan orang lain.
e.   Materialisme
Materialisme dapat diartikan sebagai suatu sikap yang mengganggap bahwa fokus utama dalam hidup adalah materi, sehingga materi merupakan segala-galanya. individu yang menganut paham ini disebut materialistis. Individu materialistis cenderung melakukan apa saja untuk mencapai tujuan atau fokus utamanya yakni materi.
f.     Hedonisme
Hedonisme merupakan pandangan hidup yang menggap bahwa orang menjadi bahagia dengan mencari bahagia sebanyak mungkin dan sedapat mungkin menghindari perasaan-perasaan yang menyakitkan, atau ajaran bahwa kesenangan merupakan tujuan hidup dan tindakan manusia.
g.    Kesenjangan Sosial
Ketidak merataan masyarakat yang bisa mengikuti perkembangan globalisasi dan modernisasi maka bisa membuat adanya jarak antar individu yang bisa mengikuti dan yang tidak bisa mengikuti. Di sini juga terdapat jurang antara orang kaya dan orang miskin, orang berpendidikan dan yang tidak berpendidikan maka hal ini mengakibatkan kesenjangan sosial yang semakin lebar.
Dengan adanya banyak dampak negatif yang ada maka ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk menanggulangi atau mencegah aanya dampak negatif. Yaitu sebagai berikut:
  1. Meningkatkan kualitas SDM.
Mempersiapkan diri sebak-baiknya melalui dunia pendidikan, dengan memaksimalkan pendidikan yang ada maka Indonesia bisa menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga mampu bersaing di dunia internasional. Pendidikan yang dimaksimalkan juga dapat membentuk generasi Indonesia yang tidak “gaptek”.
  1. Memelihara, melestarikan dan memanfaatkan SDA.
Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam yang ada. Kita harus menjaga, melestarikan dan memanfaatkan SDA yang ada. Jika kita bisa melakukan hal tersebut maka kita tidak akan menjadi negara yang tertinggal dan perekonomian di Indonesia akan meningkat.
  1. Mengembangkan perekonomian yang berorientasi global.
Yang dimaksudkan adalah perekonomian yang mampu memanfaatkan teknologi sehingga dalam memproduksi dapat menghasilkan produk-produk yang baik, minim rugi dan efisien dalam memanfaatkan SDA maupun SDM. Serta diharapkan produk-produk nasional/lokal dapat bersaing di kancah internasional.
  1. Pemerintah membuat perangkat hukum yang berkaitan dengan seluruh kegiatan ekonomi
Peraturan hukum tersebut maksudkan agar dapat menekan terjadinya monopoli ekonomi sehingga dapat meminimalisir terjadinya kesenjangan sosial.
  1. Pemerintah berperan sebagai produsen
Hal ini dimaksudkan pemerintah harus berperan aktif dalam membantu usaha-usaha kecil menengah.
  1. Masyarakat menanggapi apa yang dilakukan pemerintah dengan tindakan nyata.
Disini tidak hanya pemerintah yang bertugas untuk menanggulangi dampak-dampak globalisasi tetapi masyarakat juga harus ikut ambil bagian untuk menjalankan program-program yang dibuat oleh pemerintah.
  1. Menumbuhkan semangat nasionalisme.
Bagi negara berkembang yang belum maju dan kuat masyarakatnya harus mempunyai jiwa dan semangat persatuan, kesatuan dan nasionalisme yang kuat jika tidak maka akan dengan mudah dipermainkan oleh negara-negara maju.
  1. Menanam dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila.
Dengan adanya nilai-nilai pancasila kita tidak akan mudah terpengaruh oleh budaya barat yang mula masuk kedalam kehidupn kita. Kita harus bisa mempertahankan dan melestarikan budaya.
  1. Meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Kadang informasi yang berkembang secara luas dan westernisasi tidak sesuai dengan kepribadian kita. Maka dari itu kita harus bisa membatasi diri kita dengan spiritual yang kuat.
  1. Mempertebal keimanan dan mengamalkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Budaya barat yang barkembag sekarang banyak yang berdampak negatif, contohnya anak tidak hormat paa orang tua, sex bebas dan lain-lain. Jika iman dan nilai-nalai keagamaan yang ditanamkan dianak itu kuat maka anak tidak mudah terpangaruioleh hal-hal tersebut.
  1. Melestarikan adat istiadad dan budaya daerah.
Untukmengetahui buday-budaya yang berkembang diluar itu sangat mudah, hal ini membuat kit menjadi menyukai budaya dari liuar dari pada budaya kita sendiri.  Kita hrus bisa melestarkan budaya kita sendiri, jangan sampai budaya kita punah seiring dengan waktu.
  1. Menjaga keasrian objek wisata dalam negeri.
Salah satu ciri-ciri dampak negatif globalisasi adalah perjalanan dan perlancongan antarbangsa yang semakin meningkat. Indonesia merupan negara yang mempunyai objek-objek wisata yang menarik maka kita harus bisa memanfaatkannya seoptimal mungkin, yaitu dengan menjaga keasrian objek wisata.
  1. Mendorong dan mendukung upaya memperjuangkan keadilan antar bangsa.
Globalisasi membuat negara satu dengan negara yang lain saling berkaitan, baik dalam kerja sama maupun persaingan. Pemerintah harus memperjuangkan keadilan dan keseimbangan antar bangsa, kita sebagai warga negara juga harus mendukung uaya pemerintah tersebut.