Selamat menikmati berbagai artikel dan makalah dari teman-teman Mahasiswa ISBD, ditunggu komentar, kritik dan saran anda pada posting tulisan tersebut, dalam kolom komentar. Atau anda bisa mendapat kiriman artikel via email dengan memasukan alamat email anda pada kolom diatas. Terima Kasih
Tampilkan postingan dengan label Lingkungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lingkungan. Tampilkan semua postingan

Senin, 31 Maret 2014

WARISAN YANG KITA BERIKAN UNTUK DUNIA



Oleh : Hilda Monica Noky / 802011017 / MD302A




Kalian tahu gak, warisan yang sudah disiapkan dan gak akan pernah habis sampai 7 turunan ? jawabannya adalah plastik,




 
Kenapa warisan kita plastik, hal ini dikarenakan plastik tidak akan bisa terurai hanya dengan beberapa jam maupun berapa hari, sampah plastik akan terurai dengan sendirinya selama 50 – 100 tahun. Nah sekarang saya mau membahas sedikit ini tentang asal mula plastik di ciptakan, jadi dulu plastik pertama kali diperkenalkan oleh pada tahun 1862 di sebuah ekshibisi internasional di London, Inggris. Plastik temuan Parkes disebut parkesine ini dibuat dari bahan organik dari selulosa. Parkes mengatakan bahwa temuannya ini mempunyai karakteristik mirip karet, namun dengan harga yang lebih murah.



   

 


Ia juga menemukan bahwa parkesine ini bisa dibuat transparan dan mampu dibuat dalam berbagai bentuk. Sayangnya, temuannya ini tidak bisa digunakan untuk masyarakat golongan menengah kebawah karena mahalnya bahan baku yang digunakan.

Pada akhir abad ke-19 ketika kebutuhan akan bola biliar meningkat, banyak gajah dibunuh untuk diambil gadingnya sebagai bahan baku bola biliar. Pada tahun 1866, seorang Amerika bernama John Wesley Hyatt, menemukan bahwa seluloid bisa dibentuk menjadi bahan yang keras.




 


Ia lalu membuat bola biliar dari bahan ini untuk menggantikan gading gajah. Tetapi, karena bahannya terlalu rapuh, bola biliar ini menjadi pecah ketika saling berbenturan.

Bahan sintetis pertama buatan manusia ditemukan pada tahun 1907 ketika seorang ahli kimia dari New York bernama Leo Baekeland mengembangkan resin cair yang ia beri nama bakelite.



 


Material baru ini tidak terbakar, tidak meleleh dan tidak mencair di dalam larutan asam cuka. Dengan demikian, sekali bahan ini terbentuk, tidak akan bisa berubah. Bakelite ini bisa ditambahkan ke berbagai material lainnya seperti kayu lunak.

Plastik mempunyai Berbagai macam manfaat dimulai dari untuk pembungkus makanan, bahan kecantikan, alat-alat rumah tangga sampai alat dan perangkat elektronik.




 


Sifat plastik yang mudah dibuat, ringan praktis dan murah menjadi salah satu pertimbangan besarnya penggunaan barang berbahan plastik ini. Tetapi apakah teman – teman tahu bahaya dari penggunaan plastik ini.

I        Pencemaran Air








 


 







I  Pencemaran Tanah








 
 

I  Pencemaran Udara

 


 


Untuk itu di Negara kita Indonesia sendiri juga mereka punya rencana yang indah buat anak cucunya atau generasi penerus mereka, ada yang sudah ditanamkan dari kecil untuk buang sampah pada tempatnya, ini sangat membantu soalnya tanpa disadari kita udah nyelamatin manusia atau hewan yang hidup di bumi.


 











saya juga punya pengalaman dulu waktu jamannya masih pakai baju putih abu-abu, setiap kali terlambat masuk kesekolah karena gerbang sudah ditutup bukannya disuruh pulang tapi di suruh baris dulu terus disuruh nyari sampah atau plastik yang ada di halaman, jadi yang paling banyak dapat sampah gak kena hukuman selanjutnya lagi, makanya dulu tukang bersihnya di sekolah bebannya agak ringan berkat anak – anak yang lambat ke sekolah J



 
Kalo di luar negeri kayak Australia mereka ngasih denda untuk masyarakatnya paling besar sekitar 15 juta, kalo di Singapura, pemerintah mereka ngasih denda sebesar 5 juta dan untuk di negara kita sendiri yaitu Indonesia, baru – baru  ini gubenur Jakarta bapak Jokowi memberitahukan bahwa untuk warga yang suka buang sampah sembarangan terkena denda 500 ribu yahh walaupun gak gede – gede amat kayak di negara tetangga, lumayan untuk memberikan peringatan untuk mereka tanpa sadar sudah memperpendek umur mereka sendiri.




 
 

Sekarang orang tua khususnya dikalangan ibu – ibu juga gak mau kalah sama anak – anak muda mereka gak cuman ngumpul arisan terus gulung kertas terus di kocok dan nunggu keluar nama, mereka juga punya semacam penyuluhan atau organisasi semacam cinta lingkungan gitu tapi mereka mendaur ulang plastik kayak bungkus kopi, bungkus deterjen, dan macam –macam deh. Ini hasil karya mereka, ada yang bikin tas atau dompet.















Semoga saja Indonesia khususnya manusia – manusia yang dipercaya untuk menjaga alam menyadari atau lebih peka terhadap lingkungan sekitar supaya apa yang sudah di berikan oleh Tuhan bisa di nikmati oleh generasi penerus selanjutnya.


















































DAFTAR PUSTAKA








Minggu, 30 Maret 2014

Penyebab dan Dampak Banjir di Jakarta




Oleh :Rheza Winahyu / I672012060@student.uksw.edu/MD302B



 
Gambar Banjir yang terjadi di Jakarta



                Beberapa bulan terakhir perhatian pemerintah dan rakyat Indonesia terfokus pada berbagai bencana yang melanda negeri ini. Salah satu bencana tersebut adalah banjir di Jakarta.
                Bencana banjir sebenarnya bukan hal baru bagi penduduk Jakarta sebab setiap tahun penduduk di wilayah-wilayah tertentu di Jakarta selalu mengalami banjir. Hujan beberapa jam saja dengan curah hujan yang tinggi sudah bisa menyebabkan banjir. Untuk tahun 2014 ini bencana banjir di Jakarta lebih istimewa dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
                Kalau di tahun 2013 banjir di Jakarta lebih luas cakupannya, bahkan istana negara dan bandara pun tak luput dari serbuan banjir. Namun banjir tahun lalu cepat surut sedangkan di tahun 2014 ini daerah-daerah yang terkena banjir lebih sedikit namun surutnya sangat lama. Bahkan ada yang satu minggu lebih banjir belum bisa surut, hingga air banjir berwarna kehijauan, keruh, dan pasti juga berbau. Selain itu ada beberapa wilayah yang ditahun-tahun sebelumnya tidak terkena banjir, tahun ini mengalami kebanjiran parah. Lalu apa penyebab banjir di Jakarta begitu parah tahun ini?

A.        Penyebab Banjir di Jakarta
Banjir yang terjadi di Jakarta disebabkan oleh banyak faktor, diantaranya:
1.         Adanya pemanasan global yang makin parah
Akibat pemanasan global yang semakin parah di dunia ini, Indonesia ikut menanggung akibatnya. Salah satunya adalah iklim yang tidak menentu dan curah hujan yang tinggi di berbagai wilayah di Indonesia, salah satunya di Jakarta.
2.         Curah hujan yang tinggi
Curah hujan yang sangat tinggi di Puncak dan Bogor menyebabkan sungai-sungai dan bendungan di sana penuh air dan air tersebut megalir ke Jakarta. Karena sungai-sungai di Jakarta banyak yang dangkal akibatnya air kiriman dari Puncak dan Bogor tersebut meluap dan menggenangi berbagai tempat di Jakarta yang dekat dengan sungai maupun bendungan.


3.         Kebiasaan penduduk membuang sampah ke sungai
Mengingat begitu banyaknya penduduk di Jakarta maka tak mengherankan jika masih banyak penduduk yang dengan sengaja membuang sampah di sungai. Jika ditanya mengapa membuang sampah di sungai,kebanyakan akan menjawab bahwa mereka tidak punya tempat pembuangan sampah, jadi sampah yang terpaksa dibuang di sungai. Akibatnya sungai makin dangkal dan jika curah hujan tinggi, terjadilah banjir karena sungai yang meluap.
4.         Banyaknya penduduk yang membuat rumah di bantaran dan di atas sungai
Akibat begitu banyaknya rumah yang didirikan di bantaran sungai bahkan di atas sungai menyebabkan sungai makin sempit. Jika ada air kiriman dari Puncak dan Bogor atau hujan yang tinggi, sungai tidak bisa menampung semua air tersebut sehingga meluap dan menggenangi daerah-daerah sekitarnya.
Menurut penulis, berbagai hal tersebutlah yang menyebabkan terjadinya banjir di Jakarta.

B.        Dampak Banjir di Jakarta
Terjadinya banjir di Jakarta di tahun 2014 ini menimbulkan berbagai dampak baik bagi masyarakat maupun pemerintah. Dampak-dapak tersebut diantaranya:
1.         Penduduk terpaksa mengungsi
Karena wilayahnya tergenang air, ribuan penduduk Jakarta terpaksa mengungsi ke tempat-tempat yang lebih aman. Di pengungsian mereka harus mau tidur di tempat seadanya serta makan seadanya.
2.         Kerugian material yang sulit dihitung
Akibat banjir menyebabkan rumah-rumah penduduk rusak termasuk perabotan rumah. Selain itu karena ditinggal mengungsi banyak orang kehilangan harta benda karena dicuri orang. Akibat banjir juga dirasakan berbagai perusahaan di Jakarta, perusahaan-perusahaan tidak bisa beropersi tempat bekerja karena tergenang air dan listrik yang mati.
3.         Dampak psikologis bagi penduduk yang terkena banjir
Masyarakat yang mengalami banjir banyak yang sedih dan putus asa karena harus tinggal di pengungsian dalam waktu lama, tidak bisa bekerja, tidak bisa sekolah dan setelah banjir mereda mereka pun harus membersihkan kembali rumah mereka yang penuh dengan lumpur dan sampah-sampah akibat banjir.
4.         Pemerintah harus mengeluarkan dana ekstra untuk membantu korban banjir
Pemerintah Indonesia melalui BNPB harus mengeluarkan begitu banyak dana untuk mendirikan posko-posko pengungsian, dapur umum, tenda-tenda, bahan makanan, obat-obatan, tikar, selimut, dan berbagai keperluan untuk pengungsi.
Itulah berbagai dampak yang timbul akibat terjadinya banjir di Jakarta.

Dari uraian di atas dapat penulis simpulkan bahwa banjir di Jakarta disebabkan berbagai hal yang kompleks yang sulit untuk diubah. Sehingga dampak banjir sangat berat dirasakan warga masyarakat maupun pemerintah DKI Jakarta. Dalam hal ini, saya sebagai penulis tidak hanya memaparkan penyebab dan dampak dari banjir di Jakarta, tapi penulis juga akan menawarkan solusi yang diharapkan dapat memecahkan persoalan tentang banjir di Jakarta ini.
Ada beberapa solusi yang jika dilaksanakan sesuai dengan aturannya, akan berhasil memecahkan bahkan mencegah terjadinya banjir di Jakarta. Solusi-solusi tersebut diantaranya adalah :
1.         Setiap satu minggu sekali diadakan kerja bakti masal bagi seluruh warga penghuni bantaran sungai dan masyarakat sekitar.
Pentingnya membersihkan areal sungai dari sampah-sampah rumah tangga yang sengaja di buang di sungai dan juga terjadinya pendangkalan sungai mengakibatkan arus air yang tidak lancar. Hal ini tentu saja dapat meningkatkan terjadinya banjir, oleh karena itu pembersihan sungai dari sampah dan pengerukan sungai sangat dibutuhkan demi kelancaran arus air. Kerja bakti masal ini sebaiknya diadakan hari minggu dimana sebagian besar orang libur dari aktifitas kerja sehingga dapat berpartisipasi secara maksimal dalam kerja bakti ini. Setiap RT diharapkan mengirimkan paling sedikit 75% dari seluruh kepala keluarga yang menghuni wilayah satu RT tersebut. Sebaiknya diadakan penjadwalan bagi setiap kepala keluarga dan juga absensi sehingga akan mudah diketahui siapa saja yang tidak berangkat pada saat kerja bakti masal tersebut. Bagi mereka yang membolos dari kerja bakti masal tersebut, sebaiknya dikenakan sangsi berupa denda dengan nominal yang bisa ditentukan sesuai dengan musyawarah warga. Besarnya denda sebaiknya tidak terlalu sedikit atau murah sehingga masyarakat tidak menyepelekan kerja bakti masal ini. Uang denda yang terkumpul, nantinya bisa dimanfaatkan untuk membenahi sarana dan prasarana yang berguna bagi masyarakat sekitar.
2.         Diadakan penjagaan di seitar bantaran sungai dan juga patroli keliling untuk menjaga kebersihan sungai.
Sungai yang bersih setelah diadakan kerja bakti masal di hari Minggu tidak akan bermanfaat jika masyarakat sekitar tetap bertahan pada kebiasaan lamanya untuk membuang sampah di sungai. Untuk menghindari terulangnya kebiasaan masyarakat membuang sampah di sungai, perlu adanya seorang penjaga di bantaran sungai dekat pemukiman penduduk. Orang ini bertugas mengawasi siapa-siapa saja yang membuang sampah di sungai, mencatat nama atau bahkan memfotonya sebagai bukti, lalu menegur satu kali. Bia lain kali hal itu masih diulangi, maka si penjaga bantaran sungai wajib mendenda sebesar denda yang telah disetujui bersama. Karena diharapkan si penjaga sungai ini mampu mengenali warganya, maka diharapkan yang menjadi penjaga sungai adalah orang yang telah lama tinggal di daerah tersebut atau orang yang dituakan sehingga masyarakat sekitar hormat kepadanya sehingga segan untuk mengotori sungai. Tentu saja menjadi penjaga sungai tidak hanya menjaga sungai dan mengawasinya tetapi juga melakukan patroli di sekitar tempat-tempat dimana warga sering membuang sampah. Untuk pekerjaannya mengawasi dan berpatroli itulah penjaga sungai akan menerima upah yang diambil dari denda warga masyarakat.
3.         Pemerintah berkoordinasi dengan dinas ketenagakerjaan untuk mendirikan pusat pengolahan sampah rumah tangga.
Mengingat bantaran sungai yang sudah berpenjaga, warga masyarakat mungkin menjadi bingung bagaimana cara mereka membuang sampah rumah tangganya. Hal inilah yang mendasari penulis mempunyai ide untuk mengumpulkan masing-masing sampah rumah tangga sesuai dengan jenisnya. Misalnya sampah berbahan dasar plastik dikumpulkan dalam tempat yang terpisah dengan sampah berbahan dasar kertas, daun, dan sebagainya. Di setiap RW, pemerintah akan memfasilitasi sebuah area yang nantinya akan digunakan untuk mengolah sampah. Jika warga sudah memilah sampah berdasarkan jenisnya, mereka dapat menjual sampah-sampah tersebut ke tempat ini. Selanjutnya, hasil sampah dari masyarakat akan didaur ulang oleh para pekerja di area tersebut. Pengolahan sampah ini mempunyai manfaat ganda yaitu sebagai pemecahan masalah sampah warga dan juga membuka lapangan pekerjaan bagi para pengangguran karena mereka dapat bekerja di area ini untuk mengolah sampah. Uang hasil pengolahan sampah menjadi barang-barang daur ulang maupun pupuk, hasilnya akan digunakan untuk membeli sampah warga dan juga membayar upah para pekerja di pengolahan sampah tersebut.
4.         Pemerintah harus menindak tegas para pemilik bangunan yang melanggar tata kota.
Sering kita jumpai, wilayah yang seharusnya untuk penghijauan ataupun taman kota, berubah menjadi tempat perbelanjaan modern maupun hunian masyarakat. Hal ini tentu menyebabkkan terganggunya peresapan air hujan, sehingga dapat meningkatkan potensi banjir. Pemerintah harus tegas memberikan sanksi kepada para pemilik bangunan-bangunan tersebut untuk segera membongkar bangunan mereka. Jika solusi 1 sampai 3 selalu berhubungan dengan uang, dalam hal ini pemberlakuan denda dianggap tidak akan menyelesaikan masalah, karena biasanya para pemilik bangunan yang melanggar tata kota ini adalah kaum berduit yang uangnya tidak akan habis untuk membayar denda. Jika mereka tahu bahwa sanksi dari bangunan yang melanggar tata kota hanyalah sebatas denda, mereka akan melakukan hal yang sama dengan membangun bangunan yang melanggar tata kota di tempat lainnya.

Penulis percaya dengan melakukan hal-hal tersebut di atas dengan rutin dan cermat, maka masalah banjir di Jakarta bisa diminimalisir atau bahkan bisa dihindari sama sekali. Selanjutnya penulis berharap bahwa masyarakat Jakarta akan dapat merubah kebiasaannya membuang sampah di sungai dan mulai belajar dari pengalamannya terkena banjir setiap tahun.