Selamat menikmati berbagai artikel dan makalah dari teman-teman Mahasiswa ISBD, ditunggu komentar, kritik dan saran anda pada posting tulisan tersebut, dalam kolom komentar. Atau anda bisa mendapat kiriman artikel via email dengan memasukan alamat email anda pada kolom diatas. Terima Kasih

Rabu, 05 Maret 2014

Bencana alam Indonesia 2014 sebagai penyebab pencemaran lingkungan



TOPIK : DAMPAK PENCEMARAN LINGKUNGAN
Oleh : Christinebetaubun_672012195_MD302A

 

KOMPAS.com - Bencana alam kembali menghantam sejumlah wilayah di dunia pada tahun 2013. Sebabnya beragam, mulai dari aktivitas lempeng Bumi hingga obyek antariksa. Diantara banyak bencana, ada beberapa yang bisa dikatakan "super" di kategorinya masing-masing. Apa saja?

Begitulah bunyi paragraf pembuka sebuah berita di koran nasional yang menyinggung tentang begitu banyaknya bencana alam yang terjadi di indonesia beberapa bulan terakhir ini. Indonesia memang membuka tahun 2014 ini dengan berbagai Bencana alam. Bencana alam itu terjadi berturut-turut di berbagai daerah, berawal dari, Banjir bandang di Manado Sulawesi utara, banjir yang terjadi di Ibukota Jakarta 17 januari 2014, letusan dahsyat Gunung Sinabung, dan di akhiri dengan letusan Gunung Kelud Jawa Timur. Pertanyaannya adalah apakah memang benar bencana-bencana ini terjadi semata-mata hanya karena faktor meteorologi dan klimatologi ?

Memang,  dari sisi meterologi dan klimatologi ini dapat dijelaskan secara baik yaitu bahwa rata-rata becana alam tersebut, diawali sebelumnya dengan hujan yang tak henti-hentinya selama beberapa hari, yang dikarenakan adanya perubahan iklim akibat Pemanasan Global. Tetapi pertanyaannya lagi, apakah penyebab dari Pemanasan global itu?

Menurut Spiritual Science Research Fondation (SSRF) sebuah organisasi di indonesia yang meneliti tentang penyebab Pemanasan Global di dunia dalam websitenya (www.spiritualresearchfoundation.org) menemukan bahwa manusia memberikan pengaruh terhadap iklim sampai batas 90%, sedangkan alam bereaksi buruk terhadap pengaruh manusia hanya sebatas 10% saja. Ini dapat membuktikan bahwa sebenarnya bencana alam di indonesia bukan hanya semata-mata karena perubahan alam, tetapi juga karena ulah kita sendiri.

Mari kita lihat pada kebiasaan masyarakat Indonesia  belakangan ini, Pembangunan di indonesia cenderung mengesampingkan adanya tempat peresapan air. Belum lagi jika kita membahas tentang ada Limbah-limbah industri yang sama sekali tidak diperhatikan pemerintah, aktivitas penebangan pohon-pohon baik secara legal maupun ilegal yang dilakukan tanpa adanya penanaman kembali, Kremasi pantai untuk memperluas daratan, Polusi Karbondioksida dari pembakaran bensin untuk transportasi (Ingat : indonesia adalah negara dengan transportasi terbanyak didunia) dan masalah yang sampai saat ini masih melekat pada diri masing-masing orang indonesia adalah membuang sampah sembarangan. Ini mungkin hanya hal kecil dan dapat dilakukan oleh semua orang didunia, tetapi hanya hal kecil ini juga dapat mempengaruhi adanya perubahan iklim di negara kita.

Salah satu juga faktor pendorong kerusakan lingkungan kita adalah kepadatan penduduk yang masalahnya belum terselesaikan sampai saat ini. Luas tanah di Indonesia tidak bertambah, tapi jumlah penduduk semakin banyak. Akibatnya, lahan untuk tumbuhan dan pertanian semakin sedikit karena dipakai untuk tempat tinggal manusia.

Masyarakat indonesia sendiri, sebenarnya sudah tahu bahwa pencemaran lingkungan itu dapat menyebabkan adanya kerusakan alam. Kita mengetahui  ini sebagian besar dari banyaknya berita di media massa dan media informasi lainnya seperti internet,  tetapi pada realisasinya kita malah seakan-akan pura-pura tidak tahu tentang semua ini. Dan tetap saja melakukan hal yang sama setiap hari.

Lalu apa yang harus kita lakukan agar dapat meminimalisir akibat kerusakan alam ini? Sebenarnya banyak hal dapat kita lakukan, tetapi semuanya berpulang pada diri kita sendiri. Jika kita ingin ada perubahan pada indonesia kita, seharusnya kita dapat melakukan sesuatu pada bumi kita ini, meskipun sesuatu itu adalah hal-hal yang kecil seperti tidak membuang sampah sembarangan, memakai listrik secukupnya, menggunakan air  seperlunya, serta memelihara dan mencintai tanaman dan tumbuhan kita. Hal-hal kecil ini akan membuat kita belajar untuk membuat perubahan besar bagi alam indonesia dimasa depan.

Dengan demikian, meskipun bencana-bencana alam ini telah kita lewati saat ini, namun merubah sikap kita dalam memperlakukan alam kita ini tetap saja penting. Apalagi kita sebagai Generasi muda. Belajar sejak saat ini untuk memberdayakan alam seperlunya, dan tidak merusakannya dapat membantu kita untuk mengelola alam Indonesia ini dengan bijak di masa depan sekaligus juga membuat kita lebih mencintai tanah air tempat kita di lahirkan ini. Ini tentu sangat penting agar anak cucu kita juga dapat menikmati indahnya alam indonesia.
Sekian . . .




 



Tidak ada komentar:

Masukan alamat email anda