Selamat menikmati berbagai artikel dan makalah dari teman-teman Mahasiswa ISBD, ditunggu komentar, kritik dan saran anda pada posting tulisan tersebut, dalam kolom komentar. Atau anda bisa mendapat kiriman artikel via email dengan memasukan alamat email anda pada kolom diatas. Terima Kasih

Jumat, 14 Maret 2014

KEANEKARAGAMAN BUDAYA INDONESIA DAN BUDAYA JAWA SERTA LUNTURNYA KEBUDAYAAN DI JAWA




Oleh : Joko Purnomo / 672012133 / MD302B



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Keragaman budaya atau “cultural diversity” adalah keniscayaan yang ada di bumi Indonesia sebagai Negara yang memiliki banyak pulau. Keragaman budaya di Indonesia adalah sesuatu yang tidak dapat di pungkiri keberagamanya. Dalam konteks pemahaman masyarakat majemuk selain kebudayaan kelompok sukubangsa, masyarakat Indonesia juga terdiri dari berbagai kebudyaan daerah bersifat kewilayahan yang merupakan pertemuan dari berbagai kebudayaan kelompok suku bangsa yang ada di daerah tersebut. Mulai dari pergunungan, tepian hutan, pesisir, dataran rendah, dataran tingggi, perdesaan, hingga perkotaan. Hal ini yang berkaitan dengan tingkat keberadaban kelompok-kelompok suku bangsa dan masyarakat di Indonesia. Pertemuan-pertemuan dengan kebudayaan luar juga mempengaruhi proses asimilasi kebudayaan yang ada di Indonesia sehingga menanmbah ragamnya jenis kebudayaan di Indonesia. Contohnya budaya di pulau Jawa.
                Jawa adalah bagian dari kepulauan Nusantara yang padat penduduknya.pulau jawa itu sendiri terbagi menjadi provinsi  Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta. Selain padat penduduknya , jawa juga kaya akan khas budayanya, karena masing masing provinsi memiliki kebudayaan atau budaya, tradisi, dan latarbelakang yang berbeda.
B.    Rumusan Masalah
Adapun rumusan maslah yang akan saya bahas di dalamnya antara lain:
1.       Bagaimana keberagaman Bu daya Indonesia itu?
2.       Apa budaya Jawa itu?
3.       Bagaiamana keadaan budaya Jawa sekarang ini?
4.       Apa penyebab lunturnya kebudayaan jawa dan bagaimana langkah agar tetap bisa menjaga kebudayaan tersebut?
C.     Tujuan
Makalah ini dibuat sebagai tujuan untuk tugas tengah semester.  Dan menambah pengetahuan tentang keragaman budaya  di Indonesia.


 
BAB II
PEMBAHASAN
A.      PENGERTIAN KEBUDAYAAN
Budaya atau Kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu budhayah, yang merupakan bentuk jamak dari budhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.
Dalam bahasa inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bias diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga diterjemahkan sebagai “kultur” dalam bahasa Indonesia.
Menururt Koentjaraningrat  kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan relajar(koenjaraningrat 1986:180). Dalam definisi tersebut ada beberapa kata kunci yaitu: sistem gagasan, sistem tindakan, hasil karya dan milik diri manusia dengan belajar.
B.       UNSUR-UNSUR KEBUDAYAAN
Ada beberapa pendapat ahli yang mengemukakan mengenai komponen atau unsur kebudayaan, antara lain sebagai berikut:

1.       Melville J. Herskovits menyebutkan kebudayaan memiliki 4 unsur pokok, yaitu:
*       alat-alat teknologi
*       sistem ekonomi
*       keluarga
*       kekuasaan politik
2.       Bronislaw Malinowski mengatakan ada 4 unsur pokok yang meliputi:
*       sistem norma sosial yang memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya
*       organisasi ekonomi
*       alat-alat dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan (keluarga adalah lembaga pendidikan utama)
*       organisasi kekuatan (politik)
3.       Clyde Kluckhohn menyebutkan terdapat 7 unsur kebudayaan, yakni sebagai berikut:
*      Peralatan dan perlengkapan hidup manusia (pakaian, perumahan, alat-alat rumah tangga, senjata, alat-alat produksi, transportasi, dan sebagainya).
*      Mata pencaharian hidup dan sistem-sistem ekonomi(pertanian, perternakan, sistem produksi, sistem distribusi, dan sebagainya).
*      Sistem  kemasyarakatan (sistem kekerabatan, organisasi politik, sistem hokum, sistem perkawinan, dan seterusnya)
*      Bahasa (lisan maupun tertulis)
*      Kesenian (seni rupa, seni suara, seni gerak dan seebagainya)
*      Sistem pengetahuan
*      Sistem kepercayaan (religi)


C.      FAKTOR PENYEBAB KEBERAGAMAN BUDAYA
Masyarakat Indonesia terdiri dari ratusan suku bangsa yang tersebardi lebih dari 13 ribu pulau. Setiap suku bangsa memiliki identitas social, politik, dan budaya yang berbeda-beda, seperti bahasa, adat istiadat serta tradisi, sistem kepercayaan dan sebagainya. Dangan idaentitas yang berbeda beda ini, kita dapat mengatakan bahwa Indonesia memiliki kebudayaan local yang sangat beragam.
*      Keberagaman suku bangsa
*      Keberagaman bahasa dan dialek
*      Keberagaman agama
*      Keberagaman seni dan budaya
*      Faktor Pembentukan budaya
*      Faktor Perubahan budaya
D.      MANFAAT KEBERAGAMAN BUDAYA
Keragaman budaya bukan hanya sekedar memperkaya kebudayaan di Indonesia saja tapi budaya tersebut terdapat manfaat-manfaat yang terkandung di dalam budaya tersendiri.
Keragaman budaya itu sendiri dapat dijadikan kebanggan tersendiri bagi Indonesia. Karena tidak semua Negara memiliki banyak kebudayaan seperti di Indonesia. Di Indonesia setiap pulau, Provinsi, Daerah bahkan di setiap desa-desa pun memiliki kebudayaan yang berbeda-beda. Artinya, memiliki beraneka ragam kebudayaan masing-masing yang telah di berikan nenekj moyang terdahulu. Sekarang apa manfaatnya? Dibawah akan saya berikan beberapa contoh manfaat dari budya yang ada di Nusantara sebagai berikut
*      Dalam bidang bahasa, kebudayaan daerah yang berwujud dalam bahasa daerah dapat   memperkaya perbendaharaan istilah dalam bahasa Indonesia.
*      Dalam bidang pariwisata, keberagaman budaya dapat di jadikan objek dan tujuan pariwisata di indonesia yang bisa mendatangkan devisa.
*      Pemikiran yang timbul dari sumber daya manusia masing-masing daerah dapat pula di jadikan acuan bagi pembangunan nasional.
*      Seperti yang telah di bahas, manfaatnya dalam diri kita sendiri kita bisa merasa bangga karena bangsa Indonesia banyak budaya-budaya yang berbeda.
E.        CONTOH BUDAYA DI INDONESIA
Disini akan membahas budaya yang ada di Indonesia. Salah stunya yaitu budaya yang ada di pulau Jawa  dengan topik “BUDAYA JAWA”.

1.       Asal-Usul Budaya Jawa
“Dalam catatan Yunani, yang ditulis Claucius Ptolomeus (tahun 165 M) istilah labadiou (jawadwipa) digunakan untuk menyebut pulau Jawa, yang mana kurang lebih artinya adalah sebuah pulau yang jauh terletak di tenggara yang kaya akan beras .
Njowo digunakan sebagai sebuah ungkapan untuk mendefinisikan tingkah laku seseorang, atau dengan kata lain njowo itu adalah mengerti; paham; beretika sesuai dengan (budaya) Jawa .
Peradaban tertua di Indonesia yang tercatat dalam perjalan pelancong-pelancong (dari Cina maupun pedagang India ) masa lalu adalah Sakanagara (abad 1 M) sendiri terletak di pesisir barat Pulau Jawa, di sekitar daerah Pandeglang. Dari komunitas ini kemudian lahirlah Taramarajuk (abad 4 M). Sedangkan di bagian tengah Pulau Jawa, peradaban tertua di awali dengan kerajaan Kalingga (abad 6 M). Kemudian untuk Pulau Jawa bagian timur , peradaban pertama yang dicatat adalah kerajaan Kanjuruhan dengan ditemukannya prasasti Dinoyo (tahun 760) yang ditulis dengan huruf Jawa Kuno (Kawi). Kemudian dilanjutkan dengan kerajaan yang didirikan oleh Mpu Sendok, raja terakhir dari Wangsa Sanjaya yang berkuasa di Mataram pada abad 9 M, yang memindahkan ibukota kerajaan lebih ke timur di tepi Sungai Brantas. Diduga karena bencana alam meletusnya gunung Merapi.
Dari uraian di atas  dapat disimpulkan “peradaban tertua yang pernah tercatat di Pulau Jawa dimulai dari barat ke timur”. Juga terdapat bentuk sinkritisme yang paling pas dan harmonis antara ajaran teologi Islam-Hindu-Buddha-dan Jawa”.
2.       Macam-macam  Kesenian Dalam Budaya Jawa
Budaya yang terdapat di pulau Jawa sangatlah beragam, namun di sini kita akan membahas tentang budaya Jawa Tengah yang lebih dikenal oleh masyarakat  Indonesia dengan budaya Jawa. Jawa tengah adalah salah satu provinsi di pulau Jawa yang memiliki budaya daerah yang sangat beragam.
Jawa Tengah yang merupakan salah satu dari sepuluh daerah tujuan wisata di Indonesia dapat dengan mudah dijangkau dari segala penjuru  baik darat, laut, maupun udara. Provinsi ini juga telah melewati sejarah yang panjang dari jaman purba hingga sekarang.
Di Jawa Tengah segala macam bidang seni tumbuh dan berkembang dengan baik, dan hal ini dapat kita saksikan pada peninggalan-peninggalan yang ada sekarang.
3.       Seni Arsitektur Bangunan Jawa
Pembagunan Jawa Tengah pada umumnya bangunan induk serta bangunan lain di seputarnya  secara keseluruhan merupakan kompleks perumahan yang dinamakan “Padepokan Jawa Tengah”, seni bangunan dari jaman Sanjayawangsa dan Syailendrawangsa. Jawa Tengah juga dikenal dengan sebutan “ The Island of Temples “ karena memang di Jawa Tengah bertebaran candi-candi.
Pendopo Agung yang berbentuk “Joglo Trajumas”, atapnya yang luas ditopang  4 Soko Guru (tiang pokok), 12 Soko Goco, dan 20 Soko Rowo. Kesemuanya membuat penampilan bangunan itu berkesan “momot”, artinya berkemampuan menampung segala hal, sesuai dengan  fungsinya sebagai tempat menerima tamu. Pendopo Agung dihubungkan dengan ruang “pringgitan”, yang aslinya sebagai tempat pertunjukan ringgit atau wayang kulit. Pringgitan ini berarsitektur limas. Bangunan lain adalah bentuk rumah adat “ Joglo Tajuk Mangkurat”, “Joglo Pangrawit”, dan rumah bercorak “Doro Gepak”.
4.       Tarian Daerah Jawa Tengah
Tarian jawa memiliki berbagai fungsi dalam kehidupan masyarakatnya. Selain sebagai hiburan, beberapa tarian yang lainnya juga memiliki fungsi sakral yaitu disajikan dalam pelantikan dan penghormatan raja-raja. Tarian Jawa itu berwujud seni tari yang adiluhung , sakral , dan religius.Tari Jawa tersebut banyak jenisnya. Tarian tersebut di antaranya sebagai berikut: (1) tari Srimpi, (2) tari Bedaya Ketawang, (3) wireng, (4)prawirayudha, (5) dan (6) tari Kuda-Kuda. Khusus di Mangkunegaran disebut tari Langendriyan , yang mengambil kisah Damarwulan .
Tari yang terkenal di  Kraton Solo di antaranya adalah Srimpi dan Bedaya Ketawang. Menurut kitab Wredhapradhangga yang dianggap sebagai pencipta dari tari Bedaya Ketawang adalah Sultan Agung (1613-1645) yakni yang menjabat sebagai raja pertama kerajaan Mataram.
Sementara Kraton Kasunanan Pakubuwono juga menciptakan tarian, yaitu tari Srimpi. Tarian ini menggambarkan perang antara dua satria. Jenis tari srimpi di antaranya: Srimpi Padelori, Andhong-andhong, Arjuna Mangsah, Dhempel Sangopati, Elo-elo, Dempel, Gambir Sawit, Muncar, Gandokusuma, dan Srimpi Lobong. Selain itu juga terdapat tarian Jawa modern  yang biasanya disajikan saat hajatan, di antaranya : (1) tari Gambyong, (2) tari Merak, (3) tari Golek, (4) tari Gambiranom, (5) tari Minak Jingggo, (6) tari Karonsih, (7) tari Gatotkaca Gandrung, dan lain-lain. Tayub juga merupakan salah satu tarian Jawa yang biasa ditampilkan dalam  hajatan.
5.       Seni Tari Peran Ketoprak
Ketoprak adalah salah satu kebudayaan daerah Jawa Tengah, yang mana kesenian ini diperankan oleh sekelompok orang dengan membawakan peran dan karakter dari tokoh-tokoh dari kisah-kisah cerita rakyat dari Jawa. Cerita yang sering diangkat dalam  ketoprak adalah Ramayana dan Mahabarata, yang kesemuanya bercerita tentang kebaikan akan selalu menang melawan  keangkaramurkaan.
Karena itulah sebabnya mengapa masyarakat Jawa memiliki sikap “andap asor”, lemah-lembut, ramah-tamah, sopan-santun, dan penuh filosofi.
Gambar ketoprak


6.       Seni Wayang
Wayang adalah salah satu tradisi bercerita di Jawa Tengah yang masih berlanjut hingga saat ini yang paling berkembang dan terkenal hingga ke penjuru dunia.Wayang merupakan salah satu kesenian Jawa yang hingga sekarang ini masih eksis.
        Kesenian wayang sering disajikan dalam hajatan. Wayang tidak jauh berbeda dengan ketoprak. Jika ketoprak diperankan oleh manusia, sementara tokoh-tokoh cerita dalam wayang diperankan dengan properti yang disebut wayang itu sendiri yakni sejenis miniatur dengan bentuk sosok manusia yang digambarkan sesuai dengan sifatnya dan berbahan dari kulit . Wayang  dijalankan oleh seorang dhalang.
Beberapa alat yang digunakan dalam pewayangan di antaranya adalah: “kelir” (background dalam bentuk  layar yang berupa kain berwarna putih), “blencong” (sejenis lampu yng digunakan untuk menambah kesan untuk menguatkan suasana dari jalan ceritanya), “debog” (batang pisang yang digunakan sebagai tempat untuk menancapkan wayang-wayang yang hendak dimainkan), “cempala” dan “kepyak” (sejenis alat untuk menciptakan suara pengiring saat wayang dijalankan). Dan gamelan, yaitu alat music tradisional jawa yang digunakan untuk mengiringi jalannya cerita wayang.
Gambar wayang kulit


7.       Seni Tari Reog
Seni tari reog yaitu seni yang di peragakan oleh sekelompok orang yang terdapat di daerah khususnya di Jawa Tengah. Seni tari reog di manfaatkan untukm menghibur dan tari reog tersebut tersebar di berbagai daerah.
Seni tari reog terdapat bermacam-macam bentuk tariannya antara lain:
·         Jatilan
·         Glangsaran
·         Warok
·         Topeng ireng
·         Cikrak
·         Jaranan, dan lain sebagainya
Sampai saat ini masih berkembang di Jawa Tengah.
Seni tari reog

8.       Lagu Daerah Jawa Tengah
Budaya Intelektual di tanah Jawa pada masa lalu ternyata sudah dapat dikatakan tinggi, hal ini terbukti banyak karya-karya sastra yang ditulis, meskipun berbentuk tembang (sastra sekar) macapat yang juga ternyata memiliki aturan-aturan baku , yang kalau kita pelajari akan tampak nilai-nilai intelektualitas yang tinggi.
Jawa Tengah memiliki lagu daerah, yang dibagi atas : (1) tembang dolanan(Ilir-Ilir, Cublak-Cublak Suweng, Gundhul Pacul, dan lain-lain), (2) tembang macapat (Maskumambang, Pocung, Gambuh, Megatruh, Mijil, Kinanthi, Durma, Pangkur, Asmaradana, Sinom, dan Dhandanggula), dan (3) gendhing Jawa kreasi (modern).
9.       Bahasa Daerah Jawa Tengah
Bahasa yang melekat di daerah Jawa Tengah yaitu bahasa  Jawa . setiap hari di mana saja kapan saja mereka menggunakan bahasa sehari-hari dengan bahasa jawa. Bahasa yang terdapat di jawa bermacam-macam cara bertutur kata. Dari anak kecil hingga orang dewasa dapat menggunakannya dengan fasih, meskipun hanya sebagian kecil dari mereka yang benar-benar menguasai bahasa Jawa tersebut, karena bahasa jawa memiliki tingkatan-tingkatan dalam penggunaanya. Tingkatan-tingkatan tersebut menyebabkan tidak semua dari mereka dapat menguasai dengan baik. Bahasa Jawa terdiri atas bahasa krama inggil, krama alus , krama lugu, krama madya, dan ngoko.
Krama inggil biasanya digunakan sebagai bahasa para MC hajatan, krama alus digunakan saat berbicara dengan orang yang dihormati, sedangkan ngoko digunakan dalam perbincangan antara orang-orang dekat atau biasa digunakan oleh para orang tua untuk berbicara dengan anak-anak mereka, atau oleh  orang dewasa kepada orang-orang usia di bawah mereka dan dialog antara teman sebaya. Keanekaragaman ini menambah kekayaan budaya Jawa, namun hal ini juga justru menjadikan masyarakatnya enggan untuk menerapkannya.

F.       LUNTURNYA KEBUDAYAAN JAWA
Di balik kekayaan dan keagungan budaya Jawa, kelangsungan budaya Jawa kini semakin terancam punah. Semakin sedikit pula masyarakatnya yang sadar akan kebudayaan itu sendiri. Sebagian besar dari mereka juga kurang  mengenal dengan baik  budayanya tersebut, hal ini mengakibatkan semakin rendahnya kesadaran mereka akan budaya serta keinginan untuk menjaganya juga semakin rendah.
Hal ini terbukti, karena banyak dari mereka yang tidak mengerti dan tidak mau tahu akan budayanya sendiri, lebih senang dengan budaya asing yang dianggap “keren”.Banyak dari kalangan masyarakat yang lebih suka mengenakan produk asing, mengembangkan pemikiran asing yang dianggap modern, dan hal ini juga melanda pada bahasa yang mereka pergunakan dalam berkomunikasi. Kenyataan yang terjadi sekarang ini adalah, banyak dari pemuda daerah yang lupa akan budaya mereka. Banyak dari remaja yang tidak lagi menguasai bahasa Jawa dengan baik.
Semakin lama Budaya Jawa semakin tergerus oleh jaman , terlihat dari sebuah fakta bahkan atau mungkin kita mengalami sendiri saat guru mengajari tembang Jawa justru ditertawakan oleh murid-muridnya. Sebagian orang menganggap menguasai budaya bukanlah hal yang penting, mereka menganggap ini adalah hal yang usang dan kuno , dan menghambat kemajuan.
Hanya sebagian kecil saja yang masih berkembang. Itupun juga tidak begitu di hayati oleh masyarakat daerah Jawa khususnya Jawa Tengah.
Kebanyakan sekarang budaya-budaya mulai di pelajari oleh orang atau Negara asing. Bahkan karena tidak di jaga budaya yang pernah di miliki secara tidak sadar di klaim oleh Negara lain. Itu patut kita sadari agar budaya yang pernah dimiliki tetap terjaga.

G.     LUNTURNYA KEBUDAYAAN JAWA
Adapun penyebab lunturnya budaya Jawa dan langkah mengatasi atau langkah menjaga agar tidak lunturnya budaya di Indonesia termasuk budaya Jawa Tengah.
Penyebab lunturnya budaya Jawa :
*      Globalisasi berjalan seiring kemajuan ilmu pengetahuan dan tegnologi, di samping membawa kemajuan di dalam pribadi pemuda dan setiap elemen masyarakat, globalisasi juga memberikan dampak buruk pada budaya. Karena eksistensi budaya menjadi terancam, masyarakat yang merasakan kemajuan jaman selalu beranggapan bahwa budaya daerah tidaklah penting karena yang ada dalam otak mereka adalah bagaimana caranya dapat terus mengikuti kemajuan iptek yang terjadi.
*      Pemerintah tidak lagi memasukkan pendidikan bahasa Jawa ke dalam kurikulum pendidikan 1975.
*      Banyak orang-orang yang senang dengan kebudayaan asing, seperti tata cara kehidupan orang asing.
*      Di manjakan teknologi yang membuat budaya semakin luntur.

Cara menjaga budaya Jawa :
*      Dengan mendirikan sanggar-sanggar akan sangat membantu dalam menjaga kelangsun gan budaya ini. Menumbuhkan minat masyarakat adalah langkah awal yang harus kita kerjakan. Selanjutnya akan menjadi pekerjaan rumah bagi kita semua, yakni turut ambil bagian di dalamnya.
*      Bagi yang memiliki kemampuan lebih dapat menyumbangkan tenaganya sebagai pelatih dalam sanggar tari misalnya. Sebagai guru vokal, kita juga dapat melestarikan budaya dengan cara mengajarkan tembang-tembang Jawa dalam kelas.
*      Menerapkan bahasa Jawa dengan baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari.
*      Di dalam lingkungan sekolah dengan cara menyisipkan mata pelajaran Bahasa Jawa adalah sebuah langkah yang tepat.





PENUTUP
A. KESIMPULAN
Jadi kesimpulan yang di dapat dalam pembahasan topic tersebut yaitu:
Bahwa budaya itu merupakan suatu ke-khas-an bagi tiap-tiap suku yang terdapat di nusantara, pentingnya atau manffatnya budaya terhadap tiap-tiap daerah yang terdapat di seluruh nusantara. Termasuk kebudayaan di Jawa. Kebudayaan haruslah tetap di jaga agar tidak hilang dari asal kebudayaan tersebut.
Kita harus berupaya keras untuk mencari jalan keluar dari permasalahan ini, sehingga kita semua dapat terus menjaga kelestariannya. Dengan demikian generasi penerus kita masih dapat menikmati budaya yang elok ini.
Sehingga kekhasanahan budaya bangsa ini juga akan tetap terjaga hingga akhir nanti. Karena menjaga budaya daerah sama halnya dengan nenjaga budaya negeri ini. Dan hal ini adalah salah satu perwujudan kecintaan kita kepada tanah air.


B. DAFTAR PUSTAKA
Maruti,Retno.2009. Asal-Usul Budaya Jawa.http://www.tokohindonesia.com[ 8 Mei 2009]



1 komentar:

Pujo Cahyono mengatakan...

Bagus, mari kita lestarikan budaya yang ada di Nusantara (Jawa khususnya)

Masukan alamat email anda